Semasa Kuliah, Midji Tak Pernah Pakai Ikat Pinggang

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Foto Bersama Usai Acara Malam Temu Kangen di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Foto Bersama Usai Acara Malam Temu Kangen di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak (Foto: Jim Hms)

Temu Kangen Fakultas Hukum Untan Angkatan’82

KalbarOnline, Pontianak – Puluhan alumni Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) Angkatan 1982 menggelar malam temu kangen di aula rumah jabatan Wali Kota Pontianak, Sabtu (2/9). Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, yang juga merupakan salah satu alumni, bernostalgia kala dirinya mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Untan.

“Saya waktu kuliah tidak pernah pakai ikat pinggang. Baju sebelahnya masuk ke dalam, sebelahnya keluar. Saya mulai memakai ikat pinggang itu setelah dua tahun menjadi dosen, sebelumnya tidak pernah,” kenangnya dan disambut tawa para alumni dan dosen yang hadir.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Untan ini bersyukur bisa mengemban tugasnya sebagai ketua ikatan alumni. Semua itu, kata dia, tidak terlepas dari dukungan seluruh alumni Untan. Sutarmidji berharap melalui reuni atau temu kangen ini bisa terus menjalin komunikasi, baik dengan dosen yang masih aktif maupun yang telah pensiun, atau sesama alumni Fakultas Hukum.

Dirinya pun bangga karena alumni angkatannya banyak yang sukses merambah belahan Indonesia bahkan luar negeri. Mereka menggeluti berbagai profesi, ada yang menjadi notaris di Bali, pengacara di Semarang, kepala dinas di Sintang dan banyak lagi yang merantau serta sukses di berbagai wilayah.

“Banyak di ruangan ini, awalnya tidak mengenal karena sudah terlalu lama tidak bertemu tetapi baru sehari ini bertemu ingatan itu kembali muncul,” ungkapnya.

Kamarullah, mewakili Rektor Untan mengatakan, berkaitan dengan unsur perguruan tinggi tentunya tidak terlepas dari output alumni. Tidak sedikit para alumni yang direkrut dalam perusahaan milik negara maupun swasta, bahkan banyak juga di bidang pemerintahan.

“Nah, ini apabila digabungkan dalam satu kesatuan sistem, maka itu merupakan suatu kekuatan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya lagi, di bawah kepemimpinan Sutarmidji sebagai Ketua IKA, kekuatan-kekuatan itu sudah mulai dihimpun menjadi suatu kekuatan yang besar. Melalui kegiatan reuni ini pula tidak hanya sekadar silaturrahmi saja tetapi instrumen untuk menemukan ide-ide atau pemikiran yang sifatnya komunikatif.

“Dalam rangka merumuskan ide-ide ke mana arah dan tujuan yang akan kita capai terutama bagi pengembangan perguruan tinggi maupun pengembangan di Kalbar,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Tinggalkan Komentar