Cover Buku Walikota Sutarmidji, Bukan Pemimpin Biasa (Foto: Ist)
Cover Buku Walikota Sutarmidji, Bukan Pemimpin Biasa (Foto: Ist)

Sesuai perencanaan, transparan, terima kritikan, utamakan kualitas layanan dan inovasi tanpa henti

KalbarOnline, Pontianak – Besarnya sokongan anggaran untuk pembangunan Kota Pontianak dan masuknya Kota Pontianak dalam konsep kota baru yang dianggarkan Pemerintah Pusat hingga Rp4.6 triliun, menurut Pengamat Kebijakan Pemerintah Universitas Tanjungpura, Erdi Abidin, tak terlepas dari prestasi dan kemajuan yang diperoleh Kota Pontianak.

Prestasi yang ada, menurutnya terbukti dengan meraih 32 penghargaan dalam kurun waktu belum genap setahun, baik itu diberikan pada kepala daerahnya, dalam hal ini Wali Kota Pontianak, Sutarmidji atau pada Pemerintah Kota Pontianak, menurutnya sebuah hal yang tidak mudah dicapai sebuah daerah.

Untuk itu, dirinya sangat mengapresiasi, dalam 10 tahun kepemimpinan Sutarmidji, Kota Pontianak banyak perubahan yang luar biasa.

Berhasilnya Midji dan Pemkot Pontianak meraih berbagai penghargaan, Erdi menilai, setidaknya ada lima faktor penting yang selalu diterapkan oleh kepala daerahnya.

“Saya melihat pertama Bang Midji ini apa yang diucapkannya itu yang dikerjakan. Kedua transparan, artinya semua terlibat. Ketiga media boleh mengkritik dia. Keempat, Midji mengutamakan kualitas layanan jadi tidak hanya standar yang dikejar, tapi ekspektasinya diatas standar. Kelima, Midji selalu melakukan inovasi tanpa henti,” ucapnya seperti dilansir dari Tribun Pontianak.

Dengan menerapkan lima hal tersebut dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untan ini menilai, Sutarmidji merupakan pemimpin yang hebat.

Akibat sederet prestasi yang terus menerus diraih oleh Bang Midji dan Kota Pontianak, Kota Khatulistiwa ini wajar menjadi efek bagi pemerintah kabupaten/kota bahkan provinsi diseluruh Indonesia, untuk belajar dan berbondong-bondong datang ke Pontianak.

“Artinya apa yang diprogramkan benar-benar dikerjakannya, transparansi anggaran bagaimana Pemkot menyusun anggaran dan itu disusun sejak dari bawah tingkat kelurahan dan itu menjadi role model di Indonesia,” paparnya.

Terus berinovasi menjadikan Kota Pontianak sebagai laboratorium inovasi di Indonesia dan hal terpenting, menurutnya adalah ide-ide yang ada mampu dituangkan dalam bentuk program yang konkret.

Selama ini ia melihat dalam setiap proses berjalannya program apabila ada kekurangan pasti akan dibenahi oleh Pemkot. Sehingga dari tahun ke tahun terus membaik.

“Kita harus memberikan apresiasi pada pemimpin yang semacam ini, dia terus berkarya untuk daerahnya. Kita lihat dengan banyaknya prestasi yang diraih Bang Midji dan Kota Pontianak, bantuan anggaran dari pusat cukup banyak dan itu diharapkan menjadi contoh daerah lainnya untuk berbuat lebih baik,” tukasnya.

Sementara dalam pengawasan, menurutnya sangat baik, terlebih lagi Sutarmidji juga melibatkan masyarakat dan media yang bisa mengkritik dan mengakses informasi dengan transparan.

“Wujud dari penghargaan dari atas apa yang diperbuat oleh Sutarmidji dan Kota Pontianak sangat wajar pemerintah pusat menyokong anggaran besar. Kalau ada 590 Bupati/Wali Kota macam Bang Midji, Indonesia akan aman. Pembangunan Midji ini sangat efektif karena melibatkan media dan masyarakat sehingga kerja aparat pemerintah terkontrol,” pujinya.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas adanya hubungan yang baik dan saling dukung antar legislatif dan eksekutif sehingga irama pembangunan berjalan sesuai dengan program yang telah direncanakan. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY