Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, Saat Memberikan Sambutannya Dalam Acara Pengukuhan DPD dan DPC NasDem Kapuas Hulu (Foto: Uncak)
Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, Saat Memberikan Sambutannya Dalam Acara Pengukuhan DPD dan DPC NasDem Kapuas Hulu (Foto: Uncak)

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, SH, menyatakan dengan tegas bahwa isu SARA agar dijauhkan dari Bumi Uncak Kapuas.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya saat menghadiri acara pengukuhan pengurus DPD dan DPC Partai NasDem Kabupaten Kapuas Hulu, yang berlangsung di gedung MABM, Jalan Budaya Nomor 2, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Rabu (28/3).

Wabup Anton sejak beberapa tahun terakhir menegaskan bahwa Kapuas Hulu selalu damai, baik dalam Pilpres, Pilgub, maupun Pilbub.

“Biasanya yang mau bikin ribut itu paling orang luar yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Kalau orang Kapuas Hulu asli pasti tidak begitu,” tegasnya.

Demikian dilansir dari Uncak.com

Anton juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kapuas Hulu, agar Pilgub tahun 2018 ini berjalan dengan aman dan tentram.

“Kapuas Hulu harus aman dan damai seperti yang sudah-sudah. Karena selama ini memang tidak pernah ribut. Oleh sebab itu, masyarakat harus bisa menahan diri dengan tidak saling mengejek,” imbaunya.

Sementara, Sutarmidji, menegaskan bahwa Midji – Norsan selain melakukan kampanye, juga mensosialisasikan pilkada 27 Juni 2018.

“Harapannya masyarakat teredukasi dan bisa menggunakan hak pilihnya. Beberapa daerah walaupun jumlah DPTnya besar tapi tingkat pemilihnya kecil, ini yang kami edukasi,” jelasnya.

Sutarmidji menambahkan bahwa, ia bersama Ria Norsan juga selalu menyerukan Pilkada aman dan damai disetiap lawatan kampanyenya didaerah manapun.

“Bahkan, kampanye negatif apapun yang menyerang saya dan Pak Norsan, kami balas dengan “senyumin aja”. Kami tidak akan melakukan hal lain, kita juga sudah arahkan tim kampanye kita maupun partai politik pengusung dan pendukung, jangan sekali-sekali menggunakan kampanye hitam, jangan balas kampanye hitam dengan kampanye hitam, kampanye negatif dengan kampanye negatif. Saya berharap semoga pilkada kali ini betul-betul bisa menjadi edukasi masyarakat dalam membuat demokrasi di Indonesia khususnya Kalbar menjadi sehat,” tukasnya. (Fai/Haq)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY