Karhutla Menjadi-jadi di Kubu Raya, Sutarmidji Sindir Pemkab Harus Tegas: Ini Bukan Kepong Bakol, Tapi Kepong Asap

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menanggapi serius kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap berulang di Kabupaten Kubu Raya. Teranyar pada Minggu (13/08/2023) kemarin, di mana terdapat sekitar 5 hektare lahan gambut di Kecamatan Sungai Raya terbakar.

“Saya cek Pontianak hampir tidak ada kebakaran lahan, yang banyak itu di Kubu Raya, kita ini dikepung asap dari sana, Insya Allah TNI, Polri, BPBD sudah bahu membahu memadamkan api,” sampai Sutarmidji, Senin (14/08/2023).

IKLANBANKKALBARIDULADHA

Sutarmidji menilai, bahwa dampak el nino semakin terasa, di mana berkurangnya curah hujan telah menyebabkan beberapa sungai menjadi surut dan hampir kering. Termasuk untuk melakukan pemadaman api, petugas di lapangan sangat kesulitan dalam menemukan sumber air.

“Ini masalahkan sumber air yang susah, apalagi saya kemarin dari Sintang itu sungai-sungai di sana hampir kering. Tapi Alhamdulillah, di sana itu kebakaran lahan hampir tidak ada, sedikit sekali, yang paling banyak ini kan Kubu Raya, lihat saja titik hotspot yang banyak di mana,” kata dia.

Sutarmidji kembali meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk rutin memantau titik api dan segera melakukan antisipasi agar kebakaran tidak meluas. Pemprov sendiri dikatakannya siap memberikan back up bantuannya melalui BPBD.

“Terutama kalau merah (titik apinya) itu skala besar, kalau kuning biasanya buka ladang, perkiraan saya dalam dua tiga hari ke depan baru hujan. Kalau memang water bombing juga sudah dilakukan heli-heli yang ada di sini dari BNPB, sudah ini, kalau mau modifikasi cuaca masih melihat awan dan sebagainya,” katanya.

Disinggung soal penindakan hukum terhadap pelaku, Sutarmidji juga meminta agar Pemkab Kubu Raya berani mengambil langkah tegas seperti yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak.

Baca Juga :  Indonesia Segera Usulkan Jalur Rempah sebagai Warisan Dunia

“Penindakan sudah pasti kita tindak, tapi tergantung pemerintah daerahnya, berani tidak mengambil sikap kayak di Kota Pontianak? Pak Edi (Wali Kota Pontianak) saya suruh, sudah kembalikan (tegaskan aturannya) bahwa lahan yang terbakar tidak (diizinkan) digunakan lima tahun,” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal semangat yang diusung oleh Pemkab Kubu Raya yang seharusnya dapat diterapkan dalam me-mitigasi karhutla ini, hal itu demi kenyamanan masyarakatnya, dan secara umum masyarakat Kalbar.

“(Lihat Pontianak) kan hampir tidak ada kebakaran di Kota Pontianak sekarang, ini (nampaknya) bukan ‘kepong bakol‘ tapi kepong asap,” ujarnya.

Imbauan Penggunaan Masker

Sejalan dengan arahan Gubernur Kalbar, Sekda Provinsi Kalbar, Harisson mengimbau kepada masyarakat di beberapa daerah untuk dapat mengurangi aktivitas yang kurang perlu di luar rumah. Hal ini menyusul semakin masifnya kabut asap yang terjadi di beberapa wilayah dalam hari-hari terakhir ini.

“Terutama pada anak-anak, dan sedapat mungkin mereka yang ke luar rumah menggunakan masker, memang kasus ispa belum meningkat, tetapi kita lebih baik mencegah dari pada nanti terjadi infeksi saluran pernapasan karena asap,” jelasnya.

Sejauh ini, Harisson menyatakan, kalau Pemprov Kalbar masih mengamati perkembangan kondisi kabut asap. Jika nantinya dinilai semakin berbahaya, besar kemungkinan pemprov akan mengeluarkan surat edaran khusus untuk meliburkan sementara sekolah-sekolah.

“Belum, kita belum akan mengeluarkan edaran untuk memberhentikan sementara aktivitas sekolah, dan kita tunggu dalam beberapa hari ini, ke depan akan ada hujan, berdasarkan ramalan prakiraan cuaca dari meteorologi,” katanya.

Baca Juga :  Lantik 28 Pejabat, Sutarmidji Tegaskan Jabatan Bukan untuk Gagah-gagahan¬†

Gencarkan Patroli Darat dan Udara

Terpisah, Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel mengungkapkan, bahwa secara umum hampir di semua kabupaten kota saat ini terdapat titik api. Oleh karenanya, pihaknya terus meminta agar BPBD di kabupaten kota setiap hari dapat mengoptimalkan patroli darat.

“Dan BPBD Provinsi Kalbar juga mengoptimalkan patroli udara yang dikendalikan oleh Satgas Udara,” katanya.

Guna mengoptimalkan pelaksanaan patroli darat, pemerintah kabupaten dan kota hendaknya dapat melibatkan semua unsur instansi terkait, termasuk TNI/Polri, masyarakat dan dunia usaha, untuk mengawasi daerah yang berpotensi rawan terjadinya karhutla.

Selain itu, Daniel berharap pemerintah kabupaten dan kota dapat menegakan dan mengawal implementasi Perda Kalbar Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal, serta Perda Kalbar Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan/atau Lahan.

Selain melaksanakan patroli udara yang dikendalikan Satgas Udara, BPBD Provinsi Kalbar, kata Daniel, juga melakukan melaksanakan TMC, melaksanakan water bombing, memobilisasi pokmas dan destana, memasang spanduk ajakan dan imbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan, penyebaran pamflet tentang bahaya bencana asap.

“Hari ini tim BPBD Provinsi Kalbar menurunkan 3 tim reaksi cepat pemadam api di Madusari, Kecamatan Sungai Raya, Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, KKR (Kabupaten Kubu Raya),” katanya. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment