by

Sudah 77 Orang Dinyatakan Positif dan Satu Kasus Meninggal dari Klaster Tahlilan dan Pelayat di Mega Blora Kubu Raya

Sudah 77 Orang Dinyatakan Positif dan Satu Kasus Meninggal dari Klaster Tahlilan dan Pelayat di Mega Blora Kubu Raya

KalbarOnline, Pontianak – Kasus konfirmasi dari klaster tahlilan dan pelayat di Dusun Mega Blora, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya terus bertambah. Dari 100 sampel swab yang diperiksa baik di mobile PCR Kubu Raya, laboratorium Untan dan laboratorium RS TNI AU, total ada 77 orang yang dinyatakan positif dan satu kasus meninggal dunia. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson kepada wartawan, Rabu (19/5/2021) sore tadi.

Dijelaskan Harisson, munculnya klaster di Dusun Mega Blora ini bermula dari tanggal 19 April 2021. Di mana, ada salah seorang warga di dusun tersebut yang meninggal dunia. Kemudian menggelar tahlilan selama tujuh hari.

“Dalam tahlilan ini ada juga tamu yang berasal dari Singkawang dan Sintang. Kemudian minggu berikutnya ada yang menunjukkan gejala demam, batuk dan pilek. Dari 19 orang yang diperiksa atau dilakukan Swab PCR di RS TNI AU, ternyata ada sembilan orang yang positif. Di antara sembilan orang itu ada satu kasus seorang ibu berumur 43 tahun yang mengalami sesak nafas, tanggal 5 Mei 2021 dibawa ke RSUD Soedarso, tanggal 6 Mei meninggal dunia,” kata Harisson.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya sendiri, lanjut Harisson, langsung melaksanakan tracing dan testing di dusun tersebut serta terus menerus melakukan pelacakan kontak erat dan melakukan pemeriksaan laboratorium.

“Dari 100 sampel yang diambil, 32 di antaranya diperiksa di Mobile PCR Kubu Raya dan ditemukan enam kasus positif. 68 sampel lainnya diperiksakan di Laboratorium Untan. Hasilnya 61 orang positif. Sampai sekarang ada 77 orang positif (dari klaster tersebut),” jelas Harisson.

Sampai saat ini, kata Harisson, satgas desa setempat sudah berjalan dengan baik. Di mana, satgas tingkat desa tersebut sudah menetapkan daerahnya sebagai zona merah.

“Masyarakat dari luar dilarang masuk, masyarakat dari sana pun dilarang keluar. Mereka melakukan isolasi mandiri. Dinkes Kubu Raya dalam hal ini terus memantau, memberikan obat-obatan dan melaksanakan pemantauan isolasi mandiri yang dilakukan warga di sana. Jadi nanti akan ditelusuri lagi, kita akan ambil swab lagi, apakah mereka benar-benar sudah negatif atau masih positif. Itu akan dilakukan Dinkes Kubu Raya,” jelas Harisson.

Dinas Kesehatan Kubu Raya pun, tegas Harisson, akan terus melaksanakan testing dan tracing, paling tidak terhadap sembilan sampai 10 orang dari satu kasus positif.

“Kemudian melaksanakan pemantauan isolasi mandiri, dengan dibantu oleh satgas dari desa maupun kabupaten. Ini juga menjadi perhatian Bapak Gubernur dan Bapak Panglima Kodam. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga membantu masyarakat di Mega Blora ini untuk hal-hal yang bersifat mendesak seperti kebutuhan makanan dan lain-lain,” kata dia.

“Kalau kita lihat pelaksanaan isolasi mandirinya cukup tertib, mudah-mudahan mereka dalam waktu dekat ini akan segera sembuh. Semuanya isolasi mandiri tidak ada yang dibawa di rumah sakit. Karena Cycle Threshold-nya tinggi, sementara Viral Load-nya rendah,” timpal Harisson.

Untuk keseluruhan sampel yang diperiksa dari klaster tersebut, jelas Harisson, diambil oleh petugas kesehatan Puskesmas Ambawang. Di mana, seluruh sampel yang diambil berkaitan dengan kontak klaster tahlilan dan pelayat.

“(Sampel yang diambil) Ada (warga) yang di Dusun Mega Blora, ada beberapa juga yang dari luar Dusun Mega Blora,” kata dia.

Di kesempatan itu Harisson juga mengingatkan masyarakat Kalbar untuk tidak menganggap enteng virus Covid-19, apalagi sampai tak percaya dengan adanya virus corona.

“Kita lihat ada dua tokoh ulama yang sangat kita segani yaitu Syech Ali Jaber dan Ustadz Tengku Zulkarnain, meninggal karena covid-19. Ini pelajaran buat kita semua bahwa Covid-19 ini memang ada dan membahayakan,” pungkasnya.

Per tanggal 19 Mei 2021 ini Kalbar mendapat tambahan kasus konfirmasi baru. Di mana, dari 707 orang yang dilakukan pemeriksaan, terdapat 117 kasus konfirmasi dan sembilan di antaranya dirawat di rumah sakit.

Jumlah sebanyak itu tersebar di Kota Pontianak sebanyak 17 kasus, Kabupaten Sambas sebanyak 37 kasus, Sekadau sebanyak 25 kasus, Sanggau sebanyak 16 kasus, Kubu Raya sebanyak delapan kasus, Sintang tujuh kasus dan Ketapang tiga kasus. Kemudian Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Landak dan Mempawah masing-masing satu kasus.

Selain tambahan kasus konfirmasi, Kalbar juga mendapat tambahan 104 kasus sembuh. Sehingga total kasus konfirmasi per tanggal 19 Mei 2021 sebanyak 9.602 kasus dengan kasus aktif sebanyak 710 kasus atau sebesar 7,39 persen. Sementara total kasus sembuh sebanyak 8.817 kasus atau sebesar 91,82 persen dan kasus meninggal sebanyak 75 kasus atau sebesar 0,78 persen.

Comment

News Feed