by

Bupati Jarot Harap Support Pemprov: Bantu Kita Jangan Cuma Marah Aja

Bupati Jarot Harap Support Pemprov: Bantu Kita Jangan Cuma Marah Aja

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno meminta Pemerintah Provinsi tak hanya marah-marah, melainkan turut memberikan dukungan kepada pihaknya baik berupa alat swab antigen, sumber daya manusia (SDM) termasuk insentif.

Hal ini seiring dengan rencana Bupati Jarot yang ingin mempermanenkan Posko Covid-19 di Desa Sepulut, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang sebagai posko pemeriksaan setiap orang yang ingin masuk ke daerah itu.

“Pos Sepulut disiapkan 2.500 rapid test atingen, dan pemeriksaan terhadap setiap pengendara yang lewat tidak dipungut biaya apapun atau gratis. Kita juga minta support dari provinsi, provinsi jangan cuman marah aja, antigen siapkan bantu kita, kalau perlu tenaga petugasnya, kalau perlu tambahan insentif petugas di posko ini,” kata Jarot.

Bupati Jarot mengatakan, keberadaan Posko Covid-19 di Desa Sepulut ini sangat penting, karena untuk mendeteksi atau menimalisir masuknya imported cases atau kasus impor dari luar Kabupaten Sintang seperti dari Pontianak dan daerah lainnya. Karena kata dia, kasus impor ini menjadi titik lemah selama ini yang sering menjadi penyebab lonjakan kasus di Kabupaten Sintang.

“Kita kan tidak tau mereka yang lewat itu ada yang positif apa tidak, karena yang bahaya kan mereka sendiri tidak tahu kalau dirinya positif, dia ‘ngopi’ sembarang tempat, makan sembarang tempat, jadi ini betapa pentingnya pos di Sepulut ini,” kata dia.

“Hari ketiga ini ada enam orang yang positif, enam orang ini pun tidak menyadari kalau dirinya sakit, hingga kumpul dengan keluarga, hidup sosial seperti biasa, aktivitas seperti biasa, akhirnya nyangkit kemana-mana,” tambah Jarot.

Dikatakan Jarot, berdasarkan teori, kalau kasus di Pontianak belum selesai, di Sintang juga tidak akan selesai, begitu juga kalau di Jakarta belum selesai Pontianak juga tidak akan selesai, karena konektivitas antara Sintang, Pontianak dan Jakarta sangat erat.

“Pemerintah itu mesti melakukan langkah 3T (test, tracing, treatment) kita lakukan sangat baik, kemudian surveilans atau penyeledikan epidemiologi juga sudah kita lakukan dengan baik. Kelemahan kita itu menjaga dari kasus impor, kalau dari Malaysia kan ketat, sementara di jalan raya ini kan tidak pernah kita jaga, terbukti tiga hari ini pos penjagaan ini menemukan enam kasus positif. Besok lusa dan seterusnya kita belum tahu ini akan terus bertambah,” jelas dia.

Untuk itulah Jarot berkeinginan Posko Covid-19 di Desa Sepulut ini tidak hanya beroperasi hingga 17 Mei saja, namun akan dipermanen-kan hingga perkembangan kasus covid-19 di Kabupaten Sintang mereda.

“Pos ini kan sampai 17 Mei nanti, saya berkiningan pos di Sepulut ini kita permanen-kan, kita jaga terus sampai kasus di Sintang reda. Kalau tidak kan kita buka lagi banyak lagi datang dari Pontianak kita tidak tau dia positif jangkitkan lagi, kira-kira begitu,” jelasnya.

“Dari pada kita sibuk razia di dalam kota, kadang-kadang malah nol tidak ada kasus, jadi lebih strategis menjaga pintu masuk Sintang. Siapapun boleh masuk Sintang, berbisnis boleh, mencari nafkah hidup boleh, tapi rapid antigen harus negatif. Jadi kita jaga orang yang positif covid-19 masuk ke Sintang,” tambahnya.

Jarot pun berharap angka kasus di Sintang segera turun dengan difungsikannya Pos Sepulut ini secara terus menerus. Terlebih juga pada dua minggu terakhir ini kasus di Sintang juga sudah mulai menurun. Namun demikian juga harus tetap waspada, dengan menyiapkan segala fasilitas di tempat karantina guna mengantisipasi lonjakan kasus lagi.

So far sih terkontrol-lah. Wajarlah ada dampak ekonomi, ada yang protes juga, karena makin ketat kita melakukan PPKM mikro, makin ketat kita jaga pintu gerbang masuk pasti dampak ekonominya ada. Kalau kita kendorkan resiko kasus meningkat,” ujar Jarot.

Comment

Terbaru