by

Kok Anak Suka Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin?

Perasaan Mums maupun Dads tidak pernah mengajarkan hal yang buruk. Bahkan, Mums rajin mengingatkan si Kecil pentingnya sopan santun dan meminta izin. Namun, kok anak suka mengambil barang orang lain tanpa izin? Sayangnya, ini tidak hanya terjadi sekali, tetapi berkali-kali. Ada apa ini? Mengapa anak suka mencuri? Apa yang harus dilakukan?

Alasan di Balik Kebiasaan Anak Suka Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin

Bagaimana bila ini tidak hanya terjadi di rumah? Misalnya, bila di rumah si Kecil suka mengambil mainan adik tanpa izin, maka di sekolah kasusnya beda lagi. Si Kecil yang bersekolah di PAUD sering terpergok mengambil tanpa izin makanan teman sekelasnya atau barang-barang lain.

Oke, sebelum bereaksi, sebaiknya Mums tarik napas dulu. Meskipun merasa sedih, marah, dan kecewa, sebaiknya jangan langsung marah pada anak. Cari tahu dulu kemungkinan penyebab ia melakukan hal tidak terpuji tersebut.

Baca juga: Keracunan Sabun pada Anak, Apa yang Harus Mums Lakukan?

Inilah beberapa kemungkinan yang membuat si Kecil memutuskan untuk mengambil milik orang lain tanpa izin:

  • Kurang bisa mengendalikan diri.
  • Mencari perhatian, terutama dari orang dewasa.
  • Bisa jadi sebenarnya Mums belum mengajarkan bahwa mencuri itu tidak baik. Bisa juga, si Kecil lupa bahwa perbuatan itu tidak baik.
  • Kemungkinan besar, si Kecil mencontoh perbuatan lain, entah itu teman sekelas, anak yang lebih tua, atau bahkan orang dewasa.
  • Berawal dari rasa penasaran. Rasa ini kemudian berkembang menjadi ketagihan saat si Kecil tidak terpergok.
  • Salah pergaulan dan tekanan teman sebaya. Bisa jadi, si Kecil merasa kesepian dan tidak punya teman di sekolah. Sayangnya, teman-teman yang memperhatikannya justru mereka yang menantangnya untuk mencuri.
  • Sebenarnya si Kecil ingin meminta benda itu kepada Mums dan Dads, tetapi takut ditolak dan dimarahi.
  • Untuk membalas perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.
  • Ketika orang lain memiliki sesuatu yang dia inginkan atau butuhkan.

Wuih, kesannya seram-seram sekali ya, Mums? Memangnya si Kecil yang masih balita bisa begitu? Di era digital, apa pun sepertinya sudah mungkin sekali sekarang. Apalagi, banyak orang tua yang sering kecolongan. Si Kecil yang sudah lincah bermain gawai dan mengakses internet bisa menemukan contoh-contoh perilaku kurang baik lewat konten-konten dewasa.

Baca juga: Biar Tidak Menyesal, Ini 5 Perilaku Buruk Anak yang Tidak Boleh Dibiarkan

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Suka Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin?

Rasanya masih lebih mudah bila si Kecil hanya terpergok mengambil milik orang lain tanpa izin di lingkungan rumah sendiri. Bila di PAUD, Mums harus berkonsultasi dengan guru kelas si Kecil. Interaksi si Kecil dengan teman-teman sekelasnya mungkin bisa menjadi petunjuk alasan di balik perbuatannya tersebut.

Mungkin Mums bisa mengawali dengan mengajak si Kecil berbicara berdua saja dulu. Tanyakan dengan sabar alasan si Kecil mengambil milik orang lain tanpa izin. Agar anak tidak ketakutan atau malah membuat anak suka berbohong, hindari menunjukkan wajah marah dan menggunakan nada suara tinggi.

Sesudahnya, inilah yang harus Mums lakukan:

  • Tidak perlu langsung merasa bersalah maupun gagal sebagai orang tua. Belum tentu ulah si Kecil ada hubungannya dengan kemampuan Mums dan Dads sebagai orang tua.
  • Sebaliknya, bila si Kecil jujur mencontoh dari Mums atau Dads, jangan langsung defensif dulu. Bisa jadi, selama ini Mums dan Dads suka tidak sadar sering mengambil milik orang lain tanpa izin juga. Misalnya, Dads hobi membawa properti kantor ke rumah untuk kebutuhan pribadi.
  • Bila alasannya ingin memiliki sesuatu, tetapi takut meminta langsung kepada Mums dan Dads, katakan dengan tegas kepadanya bahwa cara itu tidak baik. Kalaupun permintaan si Kecil akan barang tersebut ditolak, berikan alasannya. Misalnya, saat itu Mums dan Dads belum punya uang.
  • Bila alasannya karena rasa penasaran, cobalah mengajak si Kecil membayangkan bagaimana perasaannya bila sampai ada yang mencuri mainan kesayangannya. Lalu tanyakan, “Pasti Kamu akan sedih sekali dan tidak mau itu terjadi padamu, kan?”
  • Bila anak meniru perbuatan orang lain, entah itu kakak, teman sekelas, atau orang dewasa lain, katakan bahwa dia selalu punya pilihan untuk berbuat baik. Mencuri bukanlah salah satu perbuatan itu.
  • Mintalah si Kecil untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Ajak dia mengembalikan barang yang sudah diambil tanpa izin dan ajarkan anak minta maaf kepada pemilik barang tersebut.
  • Berikan hukuman yang membuatnya jera, tetapi jangan kejam. Misalnya, larangan menonton acara kartun kesukaannya atau tidur lebih cepat. Bisa juga membatalkan acara bermain di playground saat akhir pekan.

Memang terkesan pelik, tetapi segeralah menangani masalah ini sebelum anak sudah terlalu tua. Bila ada pola perilaku berulang, bawalah si Kecil ke terapis anak untuk mencegah kemungkinan dirinya tumbuh menjadi kleptomania di kemudian hari. (AS)

Baca juga: Bolehkah Anak Minum Kopi? Ini Jawabannya!

Referensi

Johns Hopkins Medicine: Lying and Stealing

Kelly Bear: Children Who Steal

Family Education: Why Kids Steal (And What to Do About It)

Comment

Terbaru