by

Ciri-ciri Teman Toxic yang Perlu Diwaspadai

Semua orang pasti punya teman. Teman memberikan kita dukungan sosial dan emosional. Teman juga mencegah kita merasa kesepian, serta membuat kita lebih bahagia. Memiliki teman terbukti dapat menurunkan risiko penyakit mental maupun fisik.

Namun, tidak semua teman dapat memberikan dampak positif untuk kita. Di dalam hidup, ada juga teman yang malah memberikan dampak negatif terhadap kita. Geng Sehat harus tahu ciri-ciri teman toxic seperti itu.

Pertemanan toxic bisa berupa beragam bentuk. Namun, semuanya sama-sama berdampak negatif pada kesehatan mental Geng Sehat. Apa saja ciri-ciri teman toxic? Cari tahu di bawah ini, ya!

Baca juga: 5 Olahraga yang Cocok Dilakukan Saat Sedang Marah, Redakan Emosi Seketika

Ciri-ciri Teman Toxic yang Perlu Diwaspadai

Semua orang pasti punya hari-hari baik dan buruk. Ketika sedang menjalani hari yang buruk, kebanyakan orang sulit bersikap baik dan tetap positif, termasuk kepada orang-orang terdekatnya.

Lalu, bagaimana cara membedakan teman yang benar-benar toxic dan seseorang yang hanya sedang menjalani hari yang buruk? Berikut ciri-ciri teman toxic:

1. Selalu Membuat Kamu Merasa Negatif

Dalam berteman, mungkin kita seringkali saling bertukar canda. Sedikit sindiran atau ejekan positif bukanlah sesuatu yang toxic, terlebih jika hal tersebut juga membuat Kamu tertawa. Namun, ketika teman selalu merendahkan Kamu dan membuat Kamu merasa sedih, baik itu dalam bentuk tindakan atau perkataan, maka ini berarti hubungan Kamu dan dia tidaklah sehat.

2. Menyebarkan Privasi Kamu ke Orang Lain

Kamu menceritakan kepada teman tentang perasaan Kamu tentang suatu hal. Di hari berikutnya, semua teman di sekitar Kamu tahu tentang hal tersebut. Setiap orang mungkin pernah melakukan hal tersebut secara tidak sengaja.

Namun, ciri-ciri teman toxic adalah mereka yang memang suka menyebarkan privasi dan rahasia Kamu ke orang lain, bahkan ketika Kamu sudah mengatakan kepadanya untuk tidak menceritakannya kepada orang lain.

Baca juga: Hindari 5 Coping Mechanism Tidak Sehat Ini untuk Mengurangi Stres!

3. Minta Maaf Tanpa Ketulusan

Ketika Kamu mempertanyakan perilaku negatifnya, teman Kamu menganggapnya sepele dan meminta maaf tanpa rasa tulus. Ini juga termasuk ciri-ciri teman toxic. Mereka tidak mau berusaha melihat hal dari sudut pandang Kamu.

Mereka hanya berkata , “Maaf deh, kalau Kamu merasa seperti itu,” atau “Maaf kalau Kamu sakit hati, tapi kan aku hanya bercanda.” Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak benar-benar merasa bersalah dan tidak tulus minta maaf.

4. Kamu Gugup dan Gelisah Ketika Bersamanya

Orang yang tidak dapat diprediksi bukan berarti memiliki perilaku toxic. Namun, jika reaksinya terhadap suatu hal bisa membahayakan Kamu ataupun mengandung unsur kekerasan, maka ini merupakan ciri-ciri teman toxic.

Sebagai contoh, mungkin mereka marah hanya karena hal sepele, seperti jika Kamu lupa mematikan TV, kemudian setelahnya dia bertingkah seperti dia tidak baru saja menunjukkan perilaku negatif.

5. Membandingkan Kamu dengan Orang Lain

Punya teman yang suka membandingkan Kamu dengan temannya yang lain? Contohnya, dia berkata bahwa apartemen Kamu lebih kecil dibandingkan apartemen si A sehingga dia lebih suka bermain bersama si A. Setiap orang berbeda dan memiliki keunikan masing-masing. Teman yang baik akan mengerti hal ini. Mereka tidak akan membandingkan Kamu dengan orang lain.

6. Hanya Mementingkan Dirinya Sendiri

Punya teman yang selalu menghubungi Kamu ketika dia membutuhkan Kamu, namun sulit dihubungi ketika Kamu membutuhkan bantuan? Ini juga ciri-ciri teman toxic. Contoh lainnya adalah jika dia bisa berbicara panjang lebar tentang masalah-masalah yang dialaminya, lalu dia akan menanyakan tentang kondisi Kamu. Namun, beberapa saat kemudian dia kembali berbicara tentang dirinya sendiri. (UH)

Baca juga: Sering Disalahpahami, Berikut 8 Fakta Kepribadian Introvert yang Sebenarnya!

Sumber:

Healthline. In a Toxic Friendship? Here’s What to Look For (and How to Handle It). Mei 2020.
Berndt TJ. Friendship quality and social development. 2002.

Comment

News Feed