Sebagian Besar Rakyat AS Tolak Klaim Kemenangan Prematur Donald Trump

KalbarOnline.com – Sebagian besar rakyat Amerika Serikat yang merupakan representasi dari Partai Republik dan Partai Demokrat tidak menerima klaim kemenangan prematur Donald Trump dalam Pilpres 2020. Seperti diketahui, kendati penghitungan suara belum selesai, Trump telah melakukan pidato kemenangan. Bahkan, dia menyebut pihaknya meraih kemenangan besar.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters, rakyat bersedia menunggu semua suara dihitung sebelum memutuskan siapa yang menang dalam Pilpres AS kali ini.

  • Baca juga: Joe Biden Sementara Unggul, Ikuti Jejak Clinton Kalahkan Petahana?

Survei yang dilakukan pada 4-5 November juga menunjukkan bahwa publik sebagian besar mengesampingkan penilaian Trump tentang adanya kecurangan dalam hasil Pemilu. Perolehan suara Trump masih tertinggal dari perolehan suara calon presiden Partai Demokrat, Joe Biden.

Saat jalan menuju kemenangan menyempit, Trump mengeluh tanpa bukti bahwa dia adalah korban penipuan pemilih. Trump menegaskan bahwa dia seharusnya unggul di sebagian besar negara bagian yang masih menghitung suara. Namun, faktanya dia tertinggal dari Biden.

Trump sendiri mengumumkan kemenangan sebelum waktunya dalam sebuah pidato pada pagi hari sehari setelah pemungutan suara. Menurut jajak pendapat tersebut, hanya sedikit orang Amerika yang setuju dengan pandangan Trump tentang Pilpres kali ini terutama pidato kemenangan awal.

Sebanyak 84 persen – termasuk Demokrat dan Republikan – mengatakan bahwa para kandidat calon presiden tidak boleh mengumumkan kemenangan sampai semua suara selesai dihitung. Sementara dua pertiga orang Amerika mengatakan mereka meyakini bahwa pejabat pemilihan lokal bekerja secara jujur.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan secara daring di seluruh Amerika Serikat. Jajak pendapat mengumpulkan pendapat dari 1.115 orang dewasa AS, termasuk 524 Demokrat dan 417 Republik, dan memiliki interval kredibilitas, ukuran presisi, sekitar 6 poin persentase.

BACA JUGA:  Wisconsin Membara, Demonstran Murka Terkait Penembakan Jacob Blake

Comment