Menteri Agama Minta Para Peserta STQ Nasional XXV Jadi Pelopor Pendidikan Alquran

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutannya saat menutup rangkaian STQ Nasional XXV di Pontianak, Kalimantan Barat
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutannya saat menutup rangkaian STQ Nasional XXV di Pontianak, Kalimantan Barat (Foto: Fat)

Penutupan STQ Nasional XXV di Pontianak

KalbarOnline, Pontianak – Sebanyak 25 kali dentuman meriam karbit menandai ditutupnya seluruh rangkaian Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV Nasional yang dilangsungkan di depan Taman Alun Kapuas, Jumat (5/7/2019) malam.

Selain dentuman meriam karbit, tabuhan rebana yang ditabuh oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono beserta unsur forkopimda Kalbar juga menandai ditutupnya STQ Nasional XXV.

Atraksi drumband dari Taruna Praja IPDN Kalimantan Barat dan tarian kolosal ‘Gema Khatulistiwa’ berhasil memukau seluruh undangan maupun masyarakat yang hadir menyaksikan closing ceremony STQ Nasional XXV.

Dalam sambutannya, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan pelaksanaan STQ XXV Nasional ini. Ia berharap momentum STQ ini dapat meningkatkan semangat dan gairah umat Islam untuk membaca, menghafal, mempelajari, memahami dan mengamalkan Alquran sebagai sumber ilmu dan peradaban yang mencerahkan setiap generasi.

“Selaku Menteri Agama, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Pemrov Kalbar, Pemkot Pontianak sebagai tuan rumah dan masyarakat Bumi Khatulistiwa ini yang telah memberikan kontribusi dan sumbangsih yang sangat luar biasa dalam mensukseskan STQ Nasional XXV ini sebagai tuan rumah yang baik,” ujarnya.

“Saya berharap pendidikan seni baca Alquran pasca STQ ini lebih diintensifkan di seluruh daerah sehingga tidak ada lagi anak Muslim yang tidak bisa membaca Alquran baik di kota maupun di desa,” timpalnya.

Menag Lukman turut mengaku, berbagai lomba yang dilombakan selama STQ Nasional XXV ini mengalami perkembangan dibandingkan STQ Nasional sebelumnya.

“Itu menunjukkan kita tidak hanya mampu menjaga dan memelihara tradisi baik setiap dua tahun mengadakan STQ ini, melainkan juga terus kita kembangkan dengan menambah jenis-jenis yang diperlombakan,” tukasnya.

Untuk itu, ia meminta kepada para qori, qoriah, hafiz dan hafizah yang telah menunjukkan kemampuannya dalam membaca dan menghafal ayat-ayat Alquran dalam ajang STQ ini dapat menjadi pelopor pendidikan Alquran di lingkungan masing-masing.

Ia juga menekankan agar pemerintah baik Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama dan pemerintah dan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten untuk lebih serius lagi dalam memfasilitasi pemberantasan buta aksara Alquran.

“Saya harapkan di setiap masjid-masjid, musholah, surau dan tempat pendidikan Islam termasuk majelis taklim, benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan dan pengkajian Alquran sekaligus menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama bagi setiap warga muslim khususnya dan warga bangsa pada umumnya,” tukasnya.

Kepada peserta terbaik dalam ajang STQ ini, dirinya menyampaikan selamat atas keberhasilan yang diraih.

“Seluruh bangsa Indonesia sangat bangga atas prestasi kalian semua,” ucapnya.

“Kepada masyarakat Kalbar, saya sampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus atas doa dan dukungannya. Khusus kepada masyarakat Kota Pontianak, terima kasih atas partisipasinya yang telah memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah STQ Nasional XXV ini. Penghargaan dan terima kasih, saya sampaikan kepada jajaran panitia STQ Nasional XXV, kepada Pemprov Kalbar, Pemkot Pontianak dan segenap masyarakat di Bumi Khatulistiwa ini atas terselenggaranya STQ Nasional XXV dengan baik, lancar dan sukses,” pungkasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar