Zulkifli Hasan Instruksikan Kader PAN Kalbar : Edukasi Calon Pemilih Dengan Baik

KalbarOnline, Pontianak – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menginstruksikan kader PAN, khususnya caleg-caleg PAN yang akan bertarung dalam Pileg mendatang agar dapat mengedukasi calon pemilih dengan baik, meliputi penjelasan tentang bagaimana cara mencoblos yang benar dan terarah untuk memilih caleg yang bersangkutan.

Sebab, kata dia, hal inilah yang akan turut menentukan kemenangan PAN di Pileg tahun 2019.

“Karena berdasarkan survey, yang menentukan keinginan orang untuk memilih adalah, pertama yaitu mengenai ekonomi, seperti halnya Sandiaga Uno, bagaimana untuk membuka peluang dibukanya lapangan pekerjaan dan tenaga kerja asing tdk diperbolehkan masuk, kecuali expert. Lalu yang kedua, stop impor, kita akan mengunggulkan ekonomi dalam negeri, agar harga-harga kebutuhan tidak bergejolak. Ketiga, kita akan melatih anak-anak muda, melalui dana CSR yang akan diberikan sebagai kredit pinjaman lunak,” ungkapnya saat memberikan orasi pada kegiatan pendidikan politik dan pemantapan kader PAN se-Kalimantan Barat yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace, Pontianak, Senin (7/1/2019).

DPR, kata dia, tugasnya membuat peraturan bersama pemerintah, tentang bagaimana memperjuangkan aspirasi kemanfaatan Undang-Undang (UU) bagi rakyat Indonesia.

“Jelaskan saudara-saudara posisi kita, mana yang perlu kita sampaikan dipilah-pilah, itulah konsep membangun perjuangan bersama-sama, karena menjadi anggota DPR itu bukan main-main, itu pertarungan politik, pertarungan perebutan kekuasaan, bukan sukarela. Jadi, pada pemilu kali ini, logistik memang dibutuhkan, tetapi yang paling menentukan adalah bagaimana caranya untuk mendapatkan empati dari calon pemilih,” tegasnya.

Zulhas juga menghendaki bahwa antar kader dan caleg PAN harus saling support dalam memenangkan Pileg tahun 2019, bagi yang mencalonkan sebagai anggota DPR mesti tandem untuk kerjasama.

“Oleh karena itu, calon legislatif, baik di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi maupun DPR-RI, tidak boleh berantem, apa lagi menjelekkan satu dengan yang lain, boleh gesek-gesek sedikit, tapi jangan sampai mematahkan kaki, itu tidak boleh. Namanya kompetisi partai politik pasti ada persaingan, kalau ada yang berantem, berarti coret saja namanya, berarti orang itu egois, karena jika terpilih nanti dia pasti gak ngurus rakyat, gak ngurus partai, gak ngurus kader, pasti hanya ngurus dirinya saja sendiri,” tukasnya.

Menurutnya kerjasama tandem itu penting.

“Ibarat yang sebelumnya 1 ditambah 1 jadi sama dengan 2, kali ini bisa jadi 1 tambah 1 sama dengan 10, begitu, itulah kunci kemenangan,” ucapnya.

Zulhas : Pemilu 2019 Bukan Sekedar Pajang-pajang Foto

Zulhas yang juga merupakan Ketua MPR-RI ini juga meminta kepada kader dan caleg PAN Kalbar untuk menanamkan dalam pikiran masing-masing bahwa ini adalah perebutan kekuasaan, bukan caleg-calegkan, bukan sekedar pajang-pajang foto, ini pertarungan politik, perebutan kekuasaan, yang akan menentukan arah Indonesia kedepan.

“Jadi saudara-saudara, persoalan kita caleg ini bukan cuma pesta satu hari, atau pesta lima tahun sekali, ini pertarungan kekuasaan yang akan menentukan arah Indonesia ke depan seperti apa. Kalau saudara ingin bela umat, bela rakyat, maka harus berjuang, karena ini perjuangan untuk menentukan masa depan kita, menentukan bagaimana nasib anak-anak kita kelak di masa yang akan datang,” tegasnya.

“Dengan saudara nanti jika terpilih sebagai anggota legislatif, itulah nantinya yang akan menentukan indonesia wajahnya seperti apa. Ini bukan soal rasis ataupun soal suku, tetapi soal keadilan, itu yang kita perjuangkan, ada UU pertanahan, ada UU perpajakan, ada UU ekonomi, kalo UU tersebut tidak dijaga di tataran DPR di segala tingkatan, bagaimana nasib bangsa ini. Itulah pertimbangan saudara-saudara, itulah pertimbangan saya, itulah perjuangan kita, untuk itulah PAN ini ada,” sambungnya.

Zulhas turut menjelaskan bahwa inilah yang disebut pertarungan politik dalam demokrasi, untuk itu ia meminta para kader PAN tak menganggap hal ini persoalan sederhana.

“Ibu-ibu, bapak-bapak, temen-teman semua, saudara-saudaraku, ini bukan sederhana, pertarungan politik, pertarungan kekuasaan, yang akan melahirkan UU kebijakan-kebijakan strategis. Bagaimana menentukan wajah Indonesia di 5 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang dan kita ini harus berkomitmen untuk cita-cita Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat dan adil, dengan berdaulat itu maka akan bisa berlaku adil,” tegasnya.

Kedaulatan itu, kata dia, akan menentukan mandiri atau tidak, berdikari dalam bidang politik, berdikari dalamm bidang ekonomi, berdikari dalam bidang budaya dan lain sebagainya.

“Bukan merdeka tetapi tidak berdaulat, itu yang kita tidak mau, kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri, ekonomi harus ekonomi Pancasila. Jadi, perjuangan kita ini adalah untuk Indonesia, perjuangan untuk cita-cita Indonesia merdeka, seperti halnya cita-cita saat PAN berdiri adalah untuk cita-cita reformasi,” tegasnya.

Zulhas : Uang bukan segalanya, ikhtiar utama

Untuk itu, kembali ditegaskan Zulhas kepada kader dan caleg PAN Kalbar untuk selalu semangat, jangan pernah mengeluh.

“Kalau tidak punya uang, saya pastikan uang bukan segala-galanya, walaupun uang juga penting. Saya contohkan kepada saudara-saudara, bahwa Anis Baswedan maju Gubernur DKI itu tidak punya uang, cuma banyak yang mendukung dan ternyata benar, terpilih Anis Baswedan. Jadi saudara-saudara, belum tentu, selalu ada jalan jika saudara mau bekerja,” jelasnya.

Ia turut berpesan bahwa harus selalu bergaul dengan berbagai komponen di dalam masyarakat.

“Pesan selanjutnya dari saya adalah selalu bergaul, datangi lurah, datangi RT, datangi tetangga, perkenalkan diri serta minta restu dan dukungan mereka. Kalau orang bekerja keras, kita mesti harus bekerja lebih keras. Kalau orang bekerja banyak, kita mesti harus bekerja lebih banyak. Ditambah doa, Insya Allah kita akan menang,” imbuhnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kader dan caleg PAN Kalbar untuk terus bergerak dan aktif.

“Jika saudara sudah melakukan kunjungan 1 hari target 10 titik TPS serta sudah bergaul dan aktif, namun masih saja tidak terpilih atau tidak jadi, saya pasti akan ganti rugi kepada saudara-saudara, tapi harus ada buktinya dulu,” jelasnya.

“Kalau saudara selanjutnya besok tidak all out, tidak bekerja habis-habisan, rugi. Sekali lagi karena ada momentum, ada momentum sekali lagi datang kepada kita, momentum terbaik dan saya yakin kader-kader PAN adalah kader-kader yang tangguh, ancaman dan tekanan yang ada justru akan menjadi vitamin bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi, kita bekerja lebih kuat lagi, kita buktikan kepada rakyat Indonesia bahwa pada tahun 2019 ini (PAN) akan menjadi partai yang jauh lebih besar lagi. Saya ingatkan sekali lagi, bahwa momentum ini datang, ayo rapatkan barisan,” tegasnya.

Menurutnya kemenangan dalam Pileg dan Pilpres tahun 2019 dapat terwujud jika didasari dari niat kemauan.

“Kemenangan bisa terwujud kalau saudara mau, kalau saudara mau pasti akan bisa. Bagaimana caranya agar bisa. Tadi sudah saya kasi resepnya, yaitu 10 titik untuk kabupaten/kota, 10 titik untuk provinsi dan 10 titik untuk DPR-RI, serta bergaul. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua,” imbuhnya lagi.

Diakhir orasi politiknya, Zulhas memberikan motivasi kepada kader dan caleg PAN Kalbar yang hadir di forum tersebut.

“Jadilah matahari, matahari selalu memberi, selalu menyinari, matahari tidak pernah ingkar janji. Selagi masih ada matahari, Insya Allah seluruh pelosok negeri punya harapan, Indonesia punya harapan. Oleh karena itu, bekerja keraslah saudara-saudara, untuk meneruskan cita-cita Indonesia merdeka,” pungkasnya.

Seperti informasi yang didapat KalbarOnline bahwa kunjungan Zulkifli Hasan di Kalbar ini tak hanya memberikan pendidikan politik dan pemantapan kepada kader PAN se-Kalimantan Barat. Sesuai jadwal yang diterima, Bang Zul juga dijadwalkan hadir di Desa Punggur, Kabupaten Kubu Raya untuk berdialog bersama para petani dan nelayan.

Selain itu, Bang Zul juga dijadwalkan memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Pontianak sebelum menuju bandara Supadio untuk kembali pulang ke kediamannya. (Fai)

Tinggalkan Komentar