Sutarmidji: Midji – Norsan Tak Biasa Jual Minyak Angin Melainkan Program Kerja yang Terukur

Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Sutarmidji Sedang Menunggang Kuda Besi Layaknya Seorang Pebalap di Arena Balapan
Calon Gubernur Kalbar Nomor Urut 3, Sutarmidji Sedang Menunggang Kuda Besi Layaknya Seorang Pebalap di Arena Balapan

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Calon Gubernur Kalbar nomor urut 3 (tiga), Sutarmidji, menghadiri acara pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Kapuas Hulu, yang berlangsung di gedung MABM Kapuas Hulu, Rabu (28/3).

Dalam orasi politiknya, Sutarmidji menyatakan bahwa akan fokus menyelesaikan infrastuktur jalan yang masih sangat parah.

“Saya dan Ria Norsan yakin bisa menyelesaikan infrastruktur jalan, serta infrastruktur apapun apabila pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bersinergi,” ucapnya.

Sutarmidji yang pernah dianugerahkan sebagai Wali Kota terbaik ini, menuturkan bahwa selama ini sumber pendapatan daerah banyak disia-siakan.

“Apakah karena ketidaktahuan atau ketidakmampuan dalam memperjuangkannya. Kalbar itu penghasil CPO atau minyak sawit mentah terbesar kedua di Indonesia, tapi di dalam APBD tidak ada sepeserpun tergambar pendapatan dari kebun sawit yang ada di Kalbar,” ujarnya miris.

Menurutnya hal tersebut terjadi lantaran Kalbar dulu lengah dan santai, sehingga tidak mau membangun pelabuhan internasional. Baru sekarang Midji – Norsan jika berhasil menjadi Gubernur – Wakil Gubernur, akan melakukan itu.

“Dengan adanya industri bahan jadi atau bahan setengah jadi, sangatlah penting, karena bisa menyerap tenaga kerja yang cukup besar, dan yang tak kalah pentingnya adalah potensi bagi hasil pajak ekspor CPO untuk Kalbar itu sendiri,” paparnya.

Menurut Midji, hasil pajak dari ekspor CPO untuk Kalbar mencapai Rp1.8 – 2 trilyun per tahun.

“Hasil ekspor pajak tersebut selama ini bukan Kalbar yang dapat, karena pintu ekspornya tidak melalui Kalbar, melainkan melalui Dumai dan Tanjung Perak, padahal kita penghasilnya,” mirisnya lagi.

Wali Kota Pontianak non-aktif ini menegaskan bahwa menata kelola pemerintahan itu harus ahli tidak bisa sembarangan.

“Selama ini dana APBD Provinsi dihabiskan untuk membangun infrastruktur jalan Provinsi, tapi dibangun untuk dirusak hingga hancur lebur karena dilalui truk-truk bermuatan sawit tapi hasilnya tidak ada ke APBD. Kita hanya dapat hal-hal yang jelek-jekeknya saja. Sementara yang merusak tidak berkontribusi apapun,” tukasnya.

Midji menegaskan, bahwa dirinya maju sebagai Gubernur, bukan menjual mimpi atau minyak angin (khayalan atau janji palsu), melainkan semuanya akan ia buktikan dan tertuang dalam visi-misi serta program kerja.

“Visi-misi dan program kerja Midji – Norsan sangat terukur dan bisa dibuktikan, karena visi misi kita jelas. Saya yakin semua itu bisa Midji – Norsan buktikan,” tandasnya.

Tentu apa yang ditawarkan Midji – Norsan dapat terwujud. Kenapa demikian?, hal ini berkaca dari masa kepemimpinan Sutarmidji selama menjabat sebagai Wali Kota Pontianak dua periode dan Ria Norsan selama menjabat sebagai Bupati Mempawah dua periode.

Beragam prestasi telah ditorehkan, artinya pasangan Midji – Norsan tak hanya jual minyak angina melainkan menjual program yang akan dibuahi dengan prestasi. (Haq)

Tinggalkan Komentar