Hadiri Panen Padi di Kembayan, Ini Pesan Bupati

Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Bersama Rombongan, Saat Melakukan Pemanenan Padi Bersama Masyarakat Sebaboy Ongok dan Semadu (Foto: Leo/Hms)
Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Bersama Rombongan, Saat Melakukan Pemanenan Padi Bersama Masyarakat Sebaboy Ongok dan Semadu (Foto: Leo/Hms)

Bupati Minta Masyarakat Maksimalkan Pemanfaatan Lahan Sawah

KalbarOnline, Sanggau – Guna mendongkrak semangat dan tekad petani dalam pemanfaatan lahan pertanian serta peningkatan produksi padi, Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, menggelar Temu Wicara sekaligus panen padi musim gadu serta penebaran bibit ikan 3500 ekor di Dusun Ongok Sebaboy, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Selasa (26/9) lalu.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Sanggau, Paolus Hadi ini turut dihadiri, Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf Hery Purwanto, Anggota DPRD Dapil Kembayan, Bambang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Ir John Hendri beserta beberapa Kepala OPD, Camat Kembayan para Kepala Desa dan  masyarakat Sebaboy Ongok dan Semadu.

Kadis Pertanian, Jhon Hendri dalam sambutannya mengatakan, bahwa panen yang kita lakukan hari ini standar produksinya masih dibawah rata-rata produksi, hanya sekitar dua ton per/hektar jadi perlu mendapat perhatian, baik petani maupun PPL dan pihak yang terlibat didalamnya.

“Namun saya mengapresiasi semangat petani disini cukup tinggi dalam mengolah pertanian tentunya harus diiringi pola tanam yang benar menggunakan saprodi pupuk dan sebagainya untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

Sementara Dandim Sanggau, Letkol Inf Hery Purwanto dalam sambutannya mengatakan bahwa jalan sepanjang lebih kurang 9 km dari simpang menuju lokasi ini cukup rusak dan tahun depan akan diarahkan dalam kegiatan yang melibatkan TNI demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sanggau.

“Menyangkut lahan persawahan, Presiden menargetkan bahwa program cetak sawah satu juta hektar akan kita dukung dan sekarang sudah mencapai 200 ribu hektar, jadi masih kurang sekitar 800 ribu hektar dan untuk Kal-Bar ditargetkan 50 ribu hektar untuk itu diharapkan agar masyarakat secara bertahap mengubah pola ladang berpindah ke areal persawahan. Ini tentunya diharapkan untuk meningkatkan hasil pertanian khususnya padi dan menjadikan masyarakat menjadi petani tetap dan dalam meningkatkan produksi tentunya,” tukasnya.

Hal tersebut menurutnya, tidak terlepas dari peran aktif para PPL Babinsa dan Petani dalam menerapkan pola tanam mulai dari persemaian, penanaman, pemeliharaan, pencegahan hama dan pemupukan.

“Ini yang harus diperhatikan juga termasuk pengolahan tanah,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Sanggau, Paolus Hadi dalam arahannya.

Ia menekankan bahwa masyarakat harus mulai terbiasa dengan teknologi modern dalam mengolah lahan pertanian menggunakan hand tractor dan alat pertanian lainnya.

“Sudah berulang kali saya katakan jangan sampai alat yang sudah ada tidak dimaksimalkan, kita tau bahwa sebagian masyarakat memiliki kebun sawit dan itu banyak membantu perekonomian warga namun akan lebih baik hasil sawit tidak untuk membeli beras dan bisa untuk yang lain jadi untuk beras ya bersawah ini,” ungkap Bupati penuh harap.

Lebih jauh, Bupati mengatakan bahwa produksi padi saat ini banyak yang belum mencapai target yang diharapkan banyak yang dibawah tiga ton per/hektar.

“Jadi bagaimana dengan areal yang ada ini kita maksimalkan produksinya, harus ada kemauan keras. Pemerintah sangat mendukung dengan program cetak sawah, namun jangan sampai sawah sudah dicetak tapi tidak dilanjutkan dengan penaman dan pemeliharaan yang benar demi peningkatakn produksi padi,” tukasnya.

“Saya memang banyak menemukan wilayah yang belum maksimal dibangun oleh kita dan untuk Dusun Semadu ini kita sudah bicarakan dengan Pak Dandim, untuk tahun depan kita akan arahkan perbaikannya disini, namun perlu masyarakat ketahui bahawa membangun jalan itu tidak cukup hanya dua atau tiga meter saja, paling tidak tujuh meter. Jadi saya harapkan kepada masyarakat jangan menanam tanam tumbuh seperti sawit dan pohon lainnya dibibir jalan, karena kalau ada pengerjaan atau pelebaran jalan sudah pasti kena. Jadi sejengkal saja sudah minta ganti rugi ini yang tidak kita inginkan karena ini untuk kepentingan bersama,” pintanya.

Bupati menegaskan bahwa hidup itu jangan terlalu pelit. Sebab, kalau meninggal tidak ada yang dibawa.

“Mohon maaf kalau orang Katholik atau Kristen masih bisa pakai jas dasi dan sepatu baru tapi bagi saudara kita yang Muslim hanya kain kafan, yang kita bawa hanya amal perbuatan. Untuk itu mumpung masih ada sesuatu yang diberikan untuk kepentingan bersama ya ihlaskan,” tukasnya mencontohkan.

Dirinya merasakan bahwa hal yang sering jadi masalah adalah berhubungan dengan pemilik tanah ada yang bersikeras tidak mau menyerahkan sedikit tanahnya namun ketika jalan itu sudah baik dan bagus dia dulu yang merasakan manfaat jalannya.

“Jadi untuk masyarakat Dusun Semadu Sebaboi dan Ongok tahun depan akan ada Program Padat Karya melalui Pak Dandim, jadi saya harapkan masyarakat harus mendukung yang pada akhirnya memperlancar arus transportasi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Leo)

Tinggalkan Komentar