Pemkab Sintang Siap Gelar Festival Bukit Kelam 2018

Sejumlah OPD Lakukan Rapat Persiapan

KalbarOnline, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang akan menggelar Festival Bukit Kelam Tahun 2018. Sebelum dilaksanakan Festival Kelam 2018, Bupati Sintang, Jarot Winarno dijadwalkan akan melakukan presentasi tentang kesiapan dan perencanaan pelaksanaan Kelam Festival kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia pada 28 Agustus 2017 mendatang.

Agar materi presentasi Bupati Sintang lebih lengkap, Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan rapat membahas materi yang akan disampaikan Bupati Sintang di Ruang Rapat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada Senin, (7/8).

“Pada Senin, 28 Agustus 2017 nanti saat presentasi di Jakarta, akan hadir sebagai audien seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar dan jajaran Pemkab Sintang. Kementerian Luar Negeri hadir karena kita akan mengundang para duta besar yang memiliki data para investor di bidang pariwisata,” jelas Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sintang, Sri Rosmawati.

Ia juga menjelaskan akan mencetak buku panduan investasi ini kedalam dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris.

“Sebelum Bapak Bupati Sintang melakukan presentasi, kita akan tayangkan video yang berdurasi sekitar empat menit, yang berisikan potensi wisata yang ada,” tambah Sri Rosmawati Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sintang.

Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak, Erdi yang langsung memberikan bantuan dan pendampingan dalam melaksanakan Festival Kelam 2018 menyampaikan bahwa setiap kabupaten/kota harus membuat even nasional minimal satu kegiatan.

“Sintang sudah memilih untuk menggelar Festival Kelam2018. Kalau sasaran pengunjung adalah wisatawan eropa, maka pilih waktu yang bersamaan dengan musim dingin. Pariwisata sebagai industri yang cepat menghasilkan uang. Pariwisata saat ini sama nilainya dengan ekspor barang ke luar negeri, asalkan kita tidak mengecewakan mereka. Daya tarik wisata Kabupaten Sintang seperti bukit kelam, hutan wisata, rumah betang ensaid panjang, museum dara juanti dan galeri motor bandung harus dikemas. Mari kita kemas dengan baik, semua potensi tersebut,” ajak Erdi.

BACA JUGA:  Dosen Terduga Pro HTI Tetap diizinkan Mengajar di Undip

“Komposisi acara juga harus dikemas dengan sangat baik dan menarik, seperti menggelar pameran, karnaval budaya, triathlon, paralayang, panjat tebing, panggung hiburan rakyat, lomba burung berkicau, kolaborasi musisi Indonesia dengan musisi mancanegara. Waktu kita masih satu tahun untuk mempersiapkan kegiatan ini. Kita juga akan bantu pencetakan buku profil investasi pariwisata Kabupaten Sintang yang akan kita bagikan kepada para audiens di Jakarta nanti. Buku ini memperlihatkan peluang investasi dan infrastruktur pendukungnya. Saya juga mengingatkan agar Pemkab Sintang memperkuat publikasi melalui website dan internet. Website milik pemda harus dilengkapi dan diperbaiki. Karena investor itu, akan learning before landing atau learning before doing. Mereka akan searching tentang Sintang sebelum berangkat menuju Sintang,” pesan Erdi.

“Potensi investasi pada sektor industri hilir juga harus kita buka seluas-luasnya, khususnya pengolahan barang turunan dari karet, sawit dan lada. Saat ini angka pertumbuhan ekomoi Kabupaten Sintang Tahun 2017 mencapai 7 persen dan laju pertumbuhan investasi juga semakin baik. Pemkab Sintang harus berupaya meningkatkan angka kunjungan masyarakat ke bukit kelam, supaya investor mau menanamkan modalnya di kawasan bukit kelam. Dan festival Bukit Kelam harus dijadikan agenda rutin tahunan yang akan dimulai pada Agustus 2018 mendatang. Soal perbaikan dan penambahan fasilitas jembatan titian di dalam Hutan Wisata Baning, pihak BKSDA sudah memberikan lampu hijau kepada Pemkab Sintang,” terang Erdi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lindra Azmar menyarankan agar Pemkab Sintang terus menerus memperkuat promosi dan publikasi mengenai potensi wisata.

“Saya berharap ke depan, saat musim libur panjang, Kota Sintang tambah ramai, bukan menjadi sepi karena masyarakat kita lebih berbondong-bondong ke Singkawang atau Pontianak, tetapi tetap berada Sintang dan berekreasi di seluruh lokasi wisata yang ada,” terang Lindra Azmar.

BACA JUGA:  Wabup Sudiyanto Pastikan Stok dan Harga Sembako di Sintang Stabil

Sementara Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Yosef Sudianto mengajak semua organisasi perangkat daerah dilingkungan Pemkab Sintang untuk keroyokan menyiapkan Kelam Festival 2018.

“Ada cerita wisatawan asal Malaysia yang gagal mengunjungi kawasan wisata rohani bukit kelam karena bis besar yang membawa mereka tidak bisa tembus karena jalan yang belum baik. Artinya jalan di lingkar bukit kelam belum memadai,” terang Yosef Sudianto.

Kadisperindagkop dan UKM, Sudirman juga mengingatkan agar materi yang akan disampaikan oleh Bupati Sintang di Jakarta nanti harus menarik, singkat dan lengkap serta mampu meningkatkan rasa ketertarikan orang untuk menanamkan investasi ke Sintang.

“Selain kita presentasi, kita juga harus siap menjawab pertanyaan orang lain. Kita kan ingin merebut uang para investor untuk dibangun di Sintang,” terang Sudirman.

Kabid Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Sintang, Kusmara Amijaya juga menjelaskan pihaknya sudah membuat desain perencanaan pembangunan kawasan wisata yang bisa dilakukan oleh masing-masing OPD.

“Misalkan membangun sawah dan kebun untuk agrowisata, bisa dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan. Jadi ada saling mendukung antar OPD,” pungkasnya. (Sg)

Comment