Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama Usai, Menyerahkan Hadiah Kepada Para Pemenang Turnamen Voli di Sepauk (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Foto Bersama Usai, Menyerahkan Hadiah Kepada Para Pemenang Turnamen Voli di Sepauk (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Lapangan voli yang terletak ditengah-tengah pasar Ibu kota Kecamatan Sepauk mendadak ramai, mulai dari yang muda hingga yang tua, masyarakat berbondong-bondong menonton perhelatan final bola voli putra yang mempertemukan antara Sentinom dari Desa Tanjung Ria dan Abang Sport dari Desa Paoh, Minggu (29/10).

Pertandingan tersebut juga ditonton langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno, dimulai dari babak pertama hingga babak terakhir, perhelatan turnamen bola voli itupun menjadi unik dan mendadak ramai, teriakan histeris para penonton saat melihat penampilan salah satu pemain dari tim Abang Sport yang memiliki tinggi badan 240 cm, dan mengenakan baju bernomor punggung 10, ternyata pemain tersebut merupakan pemain naturalisasi asal Kuba dan pemain tersebut merupakan salah satu pemain Proliga VollyBall Indonesia dari tim Samator yang dibawa oleh tim Abang Sport untuk mengikuti turnamen bola voli di Sepauk.

Dalam pelaksanaan turnamen dimulai, pertandingan cukup sengit, balas membalas smash pun tak terelakan dengan pukulan-pukulan keras bak pemain nasional, hingga babak terakhir sebanyak 4 set, akhirnya tim Abang Sport dari Desa Paoh mampu menaklukkan tim Sentinom dari Desa Tanjung Ria dengan Skor 3-1.

Sebelum melakukan penutupan turnamen bola voli di Sepauk, Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah tiga kali berturut-turut untuk dapat hadir dalam turnamen bola voli di Sepauk dan memang sangat luar biasa.

“Jadi bola voli di Kecamatan Sepauk ini sangat luar biasa termasuk juga di Kecamatan Kayan Hilir dan Kecamatan Kayan Hulu sangat ramai karena pertandingan bola voli merupakan olahraga kedua setelah sepakbola yang banyak diminati oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya pertandingan voli ini merupakan olahraga rakyat yang sederhana yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Dengan pemain dalam satu tim itu sedikit dan persyaratan lapangannya tidaklah rumit maka ini patut kita kembangkan sebagai potensi untuk tempat rekreasi masyarakat sebagai sarana olahraga dan olahraga prestasi,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini juga menambahkan bahwa dengan adanya pemain naturalisasi proliga berdampak untuk memberikan daya tarik dari pemain luar untuk bermain di daerah Kabupaten Sintang.

“Saya pikir ini merupakan promosi dan publikasi yang baik kedepannya ditingkatkan lagi supaya banyak pemain luar yang berdatangan,” ucapnya.

Bupati berharap kepada Ketua PBVSI Kabupaten Sintang untuk dapat merencanakan perhelatan open turnamen bola voli.

“Kalau di Kota Sintang kita buatkan open turnamen bola voli serta menghadirkan para pemain naturalisasi pasti ramai, dan otomatis akan menambah sarana hiburan dalam olahraga bagi masyarakat di Sintang,” tukasnya.

“Kepada para pemain bola voli saya pesankan untuk yang menang silahkan merayakan kemenangan yang sewajarnya, kepada tim yang kalah tetap semangat jangan putus asa, tahun depan kita balas, semoga turnamen bola voli di Kecamatan Sepauk semakin maju,” pesannya.

Sementara, Ketua Panitia penyelenggara, Hadrianus Jeli mengatakan turnamen bola voli ini sudah dilaksanakan selama 26 hari dengan diikuti sebanyak 44 tim.

“Kita mulai kegiatan ini dari tanggal 3 Oktober 2017 dan berakhir pada tanggal 29 Oktober 2017 yang diikuti 21 tim bola voli putri, dan 23 tim bola voli putra yang masing-masing berasal dari Desa-desa sekitaran Kecamatan Sepauk bahkan ada tim dari Kabupaten Sekadau,” tuturnya.

Hadrianus juga mengungkapkan bahwa kegiatan turnamen bola voli ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-89 tahun 2017.

“Dengan demikian kami menginginkan para pemuda-pemuda yang mengikuti turnamen bola voli ini dapat berbaur menjadi satu, kita ingin mempersatukan semuanya walaupun berbeda agama, suku dan ras, namun dapat mengikat erat tali persaudaraan melalui kegiatan keolahragaan,” terangnya.

Menanggapi adanya pemain naturalisasi dari Kuba, Hadrianus mengungkapkan bahwa turnamen ini membolehkan setiap tim membawa pemain naturalisasi.

“Jadi tidak ada batasnya 1 tim terserah mau membawa pemain naturalisasi berapa, maksimal kuota itu 10 orang,” tandasnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY