Bupati Sintang Jarot Winarno Menggunakan Mesin Perontok Padi saat Panen Perdana di Desa Gemba Raya, Kecamatan Kelam Permai (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang Jarot Winarno Menggunakan Mesin Perontok Padi saat Panen Perdana di Desa Gemba Raya, Kecamatan Kelam Permai (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, produksi padi di Kabupaten Sintang masih jauh dari angka  rata-rata nasional. Saat ini Sintang hanya mampu memproduksi 2,6 ton padi tiap satu hektar.

“produksi padi rata-rata nasional sebesar 5,2 ton per hektarnya, sementara Sintang hanya mampu menghasilkan setengah dari angka itu,” ujar Bupati Sintang saat melakukan pemanenan padi bersama masyarakat dan kelompok tani di Desa Gemba Raya Kecamatan Kelam Permai, pada Rabu (15/02/2017).

Guna meningkatkan swasembada pangan ini kata bupati kualitas panen padi perlu ditingkatan lagi. “kita jangan puas dengan hasil yang kita dapat saat ini, namun terus tingkatkan kualitas padi demi menciptakan swasembada pangan,” ajak bupati.

Selain itu, dikatakannya,  upaya untuk meningkatkan swasembada pangan ini diperlukan dukungan sarana dan prasarana yang baik.

“kita memerlukan sarana dan prasarana seperti perbaikan jalan, pembuatan irigasi, pemilihan bibit benih yang unggul, metode jarak tanam, pengamanan tanamanan.” tambahnya.

Bupati mengatakan hasil panen padi di Desa Gemba Raya ini sudah bisa di ekspor ke desa yang lain. Secara total keseluruhan Kecamatan Kelam mendapatkan jatah 1600 hektar cetak sawah, Bupati berharap Kecamatan Kelam Permai bisa menjadi projek percontohan sawah di Kalimantan Barat.

“kita harapkan Desa Gemba Raya akan menjadi lumbung padi di Sintang, kalau bisa menjadi lumbung padi terbesar di Kalbar,” pungkasnya.

Panen padi perdana di desa ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Sintang, Yosepha Hasnah, Wakil Ketua DPRD Sintang, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BP4KKP, Kepala BKD, Kepala Disperindagkop UKM, para Staf Ahli Bupati Sintang, TNI dan  Polri. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY