Pj Gubernur Harisson: Musrenbang RPJPD Bukan Hanya Tugas Eksekutif Tapi Juga Legislatif

KalbarOnline, Landak – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Landak dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Landak tahun 2025 – 2045, Rabu (17/04/2024).

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Harisson menyampaikan beberapa poin penting terkait musrenbang dan arah pembangunan Kalimantan Barat. Musrenbang RPJPD ini, kata dia, merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan RPJPD Kabupaten Landak, yang sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Harisson selanjutnya menekankan akan pentingnya peran DPRD dalam proses penyusunan RPJPD karena merupakan representasi dari suara rakyat yang harus dikolaborasikan bersama unsur legislatif.

“Saya menyayangkan ketidakhadiran anggota DPRD Kabupaten Landak dalam Musrenbang RPJPD. RPJPD ini bukan hanya tugas eksekutif, tapi juga legislatif. Ini adalah amanah rakyat, dan perlu masukan dari semua pihak,” ujar Harisson.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, bahwa RPJPD Kabupaten Landak tahun 2025 – 2045 harus sejalan dengan RPJPD Provinsi Kalbar dan RKP Nasional. Hal itu ditekankan lantaran pentingnya pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, dengan fokus pada pengembangan industri hijau dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kabupaten Landak memiliki potensi besar untuk pengembangan industri hijau. Kita harus memanfaatkan potensi ini untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Harisson.

Baca Juga :  Polsek Menjalin Amankan Kedatangan Logistik Pilgub Kalbar 2018 di PPK Menjalin

Harisson juga menegaskan bahwa Musrenbang RPJPD Kabupaten Landak ini merupakan tahapan krusial dalam merumuskan arah pembangunan daerah selama 20 tahun ke depan. Proses penyusunan ini haruslah partisipatif dan mengakomodir aspirasi seluruh elemen masyarakat. Yang mana tema pembangunan Kalimantan Barat dalam RPJPM adalah “Beranda Depan Negara dan Pusat Industri Hijau Bernilai Tambah”.

Tema ini kemudian dijabarkan dalam arah kebijakan pengembangan wilayah yang antara lain: 1. Pengembangan simpul transportasi pelabuhan dan bandara 2. Pemanfaatan alur Laut Kepulauan Indonesia. 3. Pengembangan Kawasan industri hijau Alumina Logam Kawasan Perbatasan Negara dan Kawasan Hutan Hujan Tropis.

“Tema pembangunan wilayah Kalbar Ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari Kabupaten Kota,” katanya.

Harisson menyadari bahwa mewujudkan visi pembangunan Kalbar membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan Kalbar yang berkualitas dan berkelanjutan.

Harisson turut berharap, agar Musrenbang RPJPD Landak dapat menghasilkan rencana pembangunan yang komprehensif, terukur dan realistis. Ia meyakini bahwa dengan perencanaan yang matang dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Landak dapat mencapai kemajuan yang signifikan dalam dua dekade mendatang.

Tak hanya itu, Pj Gubernur Kalbar juga menyoroti rendahnya tingkat pengeluaran perkapita di Kabupaten Landak, meskipun tingkat pengangguran tergolong rendah. Ia mendorong berbagai pihak untuk bekerja sama dalam menanggulangi persoalan kesejahteraan ini.

Baca Juga :  Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Dinkes Kalbar Gelar Pemeriksaan Penyakit Tidak Menular

“Rata-rata pengeluaran perkapita di Kabupaten Landak hanya Rp 8.432.000,- per tahun. Ini masih tergolong rendah. Kita harus bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Harisson turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan RPJPD Kabupaten Landak. Ia berharap musrenbang ini dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan outcomes yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Landak.

“Musrenbang RPJPD Kabupaten Landak merupakan langkah penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah yang selaras dengan visi nasional. Dengan partisipasi aktif dan kolaborasi dari semua pihak, diharapkan RPJPD Kabupaten Landak dapat menjadi pedoman yang efektif untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” tutup Harisson.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk kepala perangkat daerah Pemprov Kalbar, jajaran Pemerintah Kabupaten Landak, unsur Forkopimda Kabupaten Landak dan camat-camat dari Kabupaten Landak.

Sebelumnya, Pj Gubernur Harisson juga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak. Dirinya berharap momen suci ini dapat membawa umat Islam kembali ke fitrah dan menjadikannya pribadi yang lebih baik. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment