Raja Sapta Oktohari: Jokowi Bapak Olahraga Indonesia

KalbarOnline, Pontianak – Perhatian Pemerintah Indonesia terhadap masa depan atlet hari-hari ini diklaim tak perlu diragukan dan dikhawatirkan lagi. Pasalnya dukungan dan perhatian pemerintah saat ini dinilai sudah jauh lebih baik.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari saat dijumpai wartawan di Pontianak usai menyalurkan hak pilihnya di TPS 01 Kota Pontianak, Rabu (14/4/2024).

“Soal masa depan atlet itu masalah klasik, tapi itu dulu. Kalau sekarang itu sudah jauh lebih baik. Sejak pemerintahannya Bapak Presiden Joko Widodo saya harus mengatakan bahwa Pak Jokowi itu adalah Bapak Olahraga Indonesia,” tegasnya.

Diangkatnya Jokowi sebagai Bapak Olahraga Indonesia menurut pria yang akrab disapa Okto inipun bukan tanpa alasan. Menurut Okto, dukungan dan perhatian Presiden Jokowi sangat besar bagi perkembangan olahraga Indonesia.

“Satu-satunya Presiden yang memberikan bonus paling tinggi kepada atlet dalam sejarah Indonesia yang pernah ada itu Pak Jokowi,” kata Okto.

Okto pun menjelaskan, untuk atlet yang berhasil meraih emas dalam ajang internasional misalnya di Olimpiade Rio tahun 2016 lalu mendapatkan bonus sebesar Rp10 miliar. Kemudian Olimpiade Tokyo tahun 2020 lalu mendapatkan bonus sebesar Rp11 miliar.

“Bahkan itu juga sama untuk atlet paralimpiknya. Kemudian di Asean Games dan Asean Paragames juga besar. Pelatih juga dapat,” kata dia.

“Bahkan Sea Games saja dari multievent yang paling kecil yang hanya diikuti 11 negara, juaranya sudah langsung jadi pegawai negeri (ASN). Jadi rasanya sekarang profesi atlet itu sudah jadi profesi yang menjanjikan, orang tua tidak usah ragu lagi,” timpalnya.

Tak hanya itu, Okto turut mengungkapkan bahwa masih banyak sejumlah keuntungan dan fasilitas lain yang didapat atlet. Atlet-atlet Olimpiade Indonesia itu bisa membawa pulang uang sekitar Rp25 miliar sudah termasuk bonus.

“Itupun belum selesai, para atlet kita ini masih dapat fasilitas lain, misalnya jadi brand ambasador, masih bisa mengikuti event-event, menjadi coach, diangkat menjadi pegawai negeri, menjadi influencer, belum lagi ada yang jadi artis dan sebagainya,” kata Okto.

Baca Juga :  Update Covid-19: Bertambah 3.222 Positif, 112 Meninggal Dunia

Upaya-upaya memajukan olahraga Indonesia juga terus dilakukan dengan berbagai cara oleh Presiden Jokowi. Misalnya, lanjut Okto, dengan berupaya menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga seperti Asean Games, Asean Paragames, Piala Dunia U-17, dan event-event internasional lainnya.

“Kita hampir jadi tuan rumah Piala Dunia u-20. Kita masih mengejar cita-cita menjadi tuan rumah Olimpiade tahu 2036 dan Piala Dunia. Kita tidak mau turun, kita maunya olahraga Indonesia semakin baik lagi,” kata dia.

Presiden Terpilih Harus Terus Dukung dan Perhatikan Olahraga

Oleh karena itu, putra Oesman Sapta Odang inipun berharap siapapun yang terpilih menjadi Presiden Indonesia mendatang dapat terus memperhatikan olahraga.

“Kami di KOI, masyarakat olahraga Indonesia harapannya sangat besar dan cita-citanya itu ingin Indonesia jadi tuan rumah olimpiade 2036. Jadi siapapun yang terpilih harus mendukung Indonesia untuk jadi tuan rumah olimpiade 2036. karena itu cita-cita kita bersama. Kita berharap jangan sampai ada kegaduhan yang berlebihan yang menyebabkan kemunduran bagi Indonesia,” kata Okto.

Okto menegaskan, selain tahun politik, tahun 2024 merupakan tahun olahraga. Sehingga semangat olahraga harus dibawa di dalam semangat pemilu. Menurut dia, jangan sampai dengan dinamika yang begitu tinggi setelah ini justru mengalami kemunduran.

“kita harus memastikan bahwa apapun yang terjadi, apapun pilihannya, Indonesia harus bisa jadi negara yang lebih besar lagi. Jangan sampai kita set back dengan apa yang sudah terjadi hari ini, yang mestinya kita harusnya bisa jadi lebih baik lagi,” katanya.

“Apalagi tahun ini (2024) selain tahun politik, ini juga tahun olahraga. Saya sebagai ketua olimpiade ini PR-nya sangat besar, karena di bulan Juli dan Agustus itu akan ada Paris Olimpiade 2024. Di Paris Olimpiade 2024 ini, Insya Allah kita akan membuat sejarah baru dalam perjalanan olimpiade,” kata dia.

Baca Juga :  WP KPK Nilai Kabareskrim sebagai Pilihan Terbaik Calon Kapolri

Dikatakan Okto, Tahun ini sangat penting bagi Komite Olimpiade Indonesia (KOI), karena tahun ini tahun Olimpiade Paris 2024. Olimpiade ini akan jadi Olimpiade yang sangat menarik.

Menurut dia, Indonesia punya peluang lebih baik dari Olimpiade sebelumnya dan peluang itu muncul dari cabang olahraga yang biasanya mencetak emas yaitu badminton, tapi juga ditambah dari cabang olahraga angkat besi dan cabang olahraga lainnya.

“Untuk olimpiade nanti, saya pastikan Indonesia akan lebih banyak peluang mendapatkan medali emas. Selain dari badminton, ada cabor lain. Yakni angkat besi,” bebernya.

“Jadi potensinya itu sangat besar, harapannya dengan pesta demokrasi ini yang bisa kita laksanakan dengan baik, apapun hasilnya kita harus kembali lagi fokus bekerja meningkatkan dan mendorong ekonomi Indonesia dan juga mendorong prestasi olahraga Indonesia,” sambungnya.

Okto mengatakan, ajang olimpiade mendatang juga akan diikuti atlet dari Kalbar, yakni cabang speed climbing dan cycling.

“Yang tak kalah membanggakan adalah olimpiade nanti akan diikuti atlet kita dari Kalbar yakni dari cabang olahraga speed climbing, Veddriq Leonardo. Dan juga satu lagi sedang berjuang dari cabang olahraga balap sepeda yakni Bernard Van Aert. Kalau dua ini bisa lolos olimpiade, saya sebagai Ketua Olimpiade walaupun atas nama Indonesia, tapi kebanggaan sebagai warga Kalbar tidak bisa saya pungkiri. Bahwa ada dua anak dari Kalbar yang akan ikut tanding,” kata Okto.

“Mudah-mudahan siapapun yang terpilih nanti sebagai Presiden, apalagi saya tahu ketiga kandidat ini merupakan bagian dari beberapa cabang olahraga. Mudah-mudahan bisa menjadi dorongan terhadap prestasi olahraga, karena gengsi bangsa Indonesia itu salah satunya ada di prestasi olahraga,” pungkasnya. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment