Paguyuban Pasundan Kabupaten Ketapang Gelar Syukuran Ulang Tahun ke 50

KalbarOnline, Ketapang – Wakil Bupati (Wabup) Ketapang, Farhan menghadiri ulang tahun ke 50 (Milangkala ka 50) Paguyuban Pasundan Kabupaten Ketapang (Jawa Barat-Banten) di Hotel Borneo Ketapang, Minggu (15/10/2023).

Kehadiran Wabup Farhan bersama jajaran Forkopimda Ketapang disambut dan menaiki Singa Depok.

Milangkala ka 50 ini mengangkat tema “Hayu Junjung Wibawa Jembar Daya Ki Sunda Wawangi Nusantara”, jika diartikan menjadi “Ayo Kita Menjunjung Wibawa Untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Orang Jawa Barat Sehingga Mengharumkan Nusantara”.

Wabup Farhan saat di wawancarai menjelaskan, masyarakat Kabupaten Ketapang dengan segala heterogenitasnya baik suku, agama, adat maupun budaya merupakan modal yang fundamental dalam memperkuat dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang selalu memberikan dukungan kepada setiap perkumpulan etnis, adat dan budaya masyarakat yang ada di Kabupaten Ketapang,” katanya.

“Hal ini sebagai bentuk manifestasi dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan, melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas adat dan budaya yang dapat memperkokoh dan memperkaya khasanah budaya bangsa,” sambung Farhan.

Salah satu kegiatan untuk mewujudkan hal tersebut, terbukti dengan terselenggaranya peringatan ulang tahun ke-50 Paguyuban Pasundan Kabupaten Ketapang. Menurut dia, kegiatan ini patut didukung dan merupakan upaya strategis dalam menjaga kerukunan antar etnis dan pelestarian adat budaya yang ada di Kabupaten Ketapang.

Baca Juga :  Bupati Ketapang Hadiri Penutupan dan Malam Penghargaan Liga Super Futsal Tahun 2023

“Masyarakat Sunda dengan berbagai profesinya dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan partisipasinya dalam memajukan daerah, serta bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ketapang untuk mewujudkan dan melanjutkan Ketapang Maju Menuju Masyarakat Sejahtera,” ujarnya.

Farhan berharap, kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, tidak hanya di dalam ruangan namun di luar ruangan, seperti di lapangan sehingga masyarakat lain dapat melihat dan menyaksikan pertunjukan adat budaya Sunda.

“Mudah-mudahan kedepan kegiatan ini tetap berlanjut dan semakin meriah, tidak hanya di hotel namun di lapangan terbuka sehingga dapat menambah khasanah budaya,” tutup Farhan.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan, Rudi Windra Darisman menjelaskan, milangkala ka 50 memiliki arti menghitung waktu, dengan kata lain menghitung waktu ke 50 tahun Paguyuban Pasundan di Kabupaten Ketapang.

“Setelah ditelusuri pelaku-pelaku sejarah, sejak tahun 1973 ternyata sudah terbentuk cikal bakal Paguyuban Pasundan di Kabupaten Ketapang,” kata Rudi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Paguyuban Pasundan Ketapang.

Berdasarkan data statistik, ada sekitar 5 ribu warga Sunda yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang, dengan pengurus paguyuban kecamatan yang sudah terbentuk, yakni Kecamatan Air Upas, Sandai, Nanga Tayap, dan Kecamatan Matan Hilir Selatan, termasuk Sungai Melayu, Tumbang Titi dan Pemahan yang tergabung jadi satu.

Baca Juga :  Bahas Rencana Penyemprotan Disinfektan, Satgas RT Tangguh Kodim Ketapang Lakukan Ini

“Salah satu cara merawat seni dan budaya agar bertahan hingga hari ini yaitu setiap tahun kami sering mengadakan event-event agar seni budaya kita tetap lestari,” jelas Rudi.

Rudi menambahkan, ke depan pihaknya berencana akan menggelar peringatan hari ulang tahun paguyuban lebih meriah lagi, Paguyuban Pasundan akan menggelar festival seni budaya dan festival kuliner khas jawa barat.

Insya Allah wacana kami dengan sesepuh paguyuban, kita akan melaksanakan pameran. Termasuk festival seni budaya pasundan dengan mendatangkan salah satu artis terkenal Jawa Barat seperti Sule dan lainnya,” pungkasnya.

Acara “Milangkala Ka 50” ini berlangsung meriah, dengan penampilan budaya adat Sunda seperti nyanyian Sabilulungan, kesenian jaipongan dan pencak silat Sunda. Dalam acara tersebut juga ada pemberian plakat dan penghargaan kepada para pendiri atau pelaku sejarah pendiri Paguyuban Pasundan. (Adi LC)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment