Wabup Ketapang Harap MABM Tetap Konsisten Laksanakan Pagelaran Adat Budaya Melayu

KalbarOnline, Ketapang – Ribuan masyarakat Kabupaten Ketapang hadir menyaksikan Pagelaran Adat Budaya Melayu yang diselenggarakan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Ketapang.

Kegiatan ini dibuka langsung Wakil Bupati Ketapang, Farhan, sedangkan Pawai arak-arakan hastagune dilepas Sekretaris MABM Ketapang, M Febriadi yang juga Ketua DPRD Ketapang.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H/2023 M, pada Kamis (29/09/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Farhan berharap, MABM Ketapang tetap konsisten dalam melaksanakan kegiatan adat budaya Melayu tersebut sebagai upaya melestarikan budaya lokal Kabupaten Ketapang agar tidak punah ditelan zaman.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa pemda Ketapang memiliki komitmen yang kuat dalam pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah di Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Fransiskus Diaan Ingatkan P3K Guru Tidak Pindah Tugas

Sementara itu, Sekretaris MABM Ketapang mengatakan, kegiatan pawai arak-arakan ini diikuti 90 unit kendaraan hias roda empat, 120 unit kendaraan roda dua dan 40 unit sepeda hias.

Selain itu ia menjelaskan, bahwa maksud diadakan kegiatan ini sengaja dipilih bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1445 H / 2023 M.

“Kita yakin apabila kita berpegang teguh kepada adat yang diwariskan leluhur kita, tentu adab kita dalam menjalani semua itu setidaknya dapat mengurangi gesekan dalam keluarga, tetangga, etnis dan lainnya,” ucap M Febriadi.

“Kami juga berharap kepada pemerintah daerah agar terus menjalin komunikasi dengan MABM dan tentu kami berbangga juga telah dibantu oleh pemerintah daerah Kabupaten Ketapang,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tanggapi Demo Sekelompok Massa, MABM Kalbar Keluarkan Delapan Pernyataan Sikap

Ketua panitia pelaksana, Marwannor menjelaskan, kegiatan budaya ini sebagai ajang pelestarian dan promosi budaya Melayu. Menurutnya kegiatan ini dapat mengangkat dan mempertahankan marwah Melayu.

“Adapun Rute pawai start di Halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang dan berakhir di halaman Kantor Bupati Ketapang, di dalam arak-arakan juga ada pengantin, gendang tar dan rebana, diiringi drumband dari siswa dan siswi, yang terakhir iringan sepeda hias dan mobil hias,” pungkasnya. (Adi LC)

Cek Berita dan Artikel lainna di Google News

Comment