by

Bagaimana Cara Memeriksa Kesehatan Keuangan?

Kesehatan tubuh sejatinya memiliki korelasi dengan kesehatan keuangan. Tanpa tubuh yang sehat, mencari nafkah pun akan menjadi terkendala. Sementara itu tanpa keuangan yang sehat, ketenangan batin pun terganggu hingga akhirnya membuat badan kita sakit.

Dalam Instagram Live yang diselenggarakan oleh Lifepal dan Guesehat, Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar CFP® menegaskan pentingnya menjaga kesehatan keuangan selagi muda.

“Kesehatan keuangan juga harus dipantau rutin layaknya kesehatan tubuh kita. Terdapat banyak rasio yang bisa digunakan untuk mengukur kesehatan keuangan kita. Ada baiknya pula bagi kita untuk memonitor rasio tersebut setiap kuartal, semesteran, atau tahunan,” ujar Akbar dalam IG Live. Berikut adalah beberapa rasio yang dimaksud Akbar untuk menentukan kesehatan keuangan Kamu.

Baca juga: Stres Masalah Keuangan? Ini Cara Mengatasinya!

Nilai arus kas bersih

Nilai arus kas bersih didapat dari hasil selisih total pemasukan bulanan dan pengeluaran. Jumlah arus kas bersih yang semestinya dimiliki setiap orang adalah setara dengan 10% dari total pemasukan per bulan, lebih besar tentu lebih baik. Jadi, jika seseorang memiliki penghasilan Rp 10 juta, maka jumlah minimal arus kas bersih yang dimiliki adalah Rp 1 juta.

Nilai kekayaan bersih

Bukan hanya perusahaan yang membutuhkan neraca keuangan, Kamu pun membutuhkannya. Neraca adalah bagian penting dalam laporan keuangan, yang memuat informasi soal aset dan kewajiban (utang) Kamu.

Setelah Kamu mengetahui jumlah total aset dan utang Kamu, maka langkah selanjutnya untuk mengetahui nilai kekayaan bersih adalah dengan mencari selisih antara total aset dan utang Kamu. Contohnya, bila seseorang memiliki aset senilai Rp 100 juta dan utang Rp 30 juta, maka kekayaan bersih orang yang bersangkutan adalah Rp 70 juta.

BACA JUGA:  Wajib Tahu! Ini Pentingnya Membuat Catatan Keuangan untuk Milenial

Ketersediaan dana darurat (basic liquidity ratio)

Dana darurat sejatinya berfungsi untuk membantu kita mengurangi risiko hilangnya pendapatan. Dalam perencanaan keuangan, dana darurat kerap kali disebut dengan istilah basic liquidity ratio atau rasio likuiditas. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung berapa lama (dalam satuan bulan) dana darurat dapat menanggung pengeluaran bulanan seseorang adalah sebagai berikut:

Total Aset Lancar

_________________

Pengeluaran bulanan

Seseorang yang berusia muda, lajang, produktif, dan tidak memiliki tanggungan tentu cukup dengan dana darurat setara 3 kali pengeluaran bulanan. Berbeda dengan seseorang berusia muda yang sudah berumah tangga dan memiliki 1 orang anak. Idealnya, individu seperti ini menyimpan dana darurat minimal 6-12 kali pengeluaran bulanan.

Rasio Aset lancar berbanding kekayaan bersih

Walaupun ketersediaan dana darurat sudah ideal, belum tentu seseorang memiliki aset lancar dalam jumlah ideal. Pengertian aset lancar adalah aset yang siap digunakan atau dicairkan jika pemiliknya membutuhkan.

Beberapa aset yang masuk dalam kategori aset lancar adalah kas (dalam bentuk rupiah atau mata uang lain), tabungan di rekening bank, simpanan deposito, cek atau dokumen yang bisa diuangkan dalam waktu dekat, investasi jangka pendek (bisa berupa reksa dana pasar uang atau instrumen utang dengan jatuh tempo di bawah 1 tahun), atau penghasilan Kamu sendiri. Besaran dari total aset lancar yang ideal adalah 15% hingga 20% dari nilai kekayaan bersih. Makin besar kekayaan bersih, maka makin besar pula aset lancar yang harus disediakan.

Baca juga: 7 Tips Kelola Keuangan di Tengah Pandemik Coronavirus

Rasio alokasi dana untuk manajemen risiko

Manajemen risiko sejatinya merupakan salah satu pokok penting dalam perencanaan keuangan. Hal ini pun wajib dipenuhi terlebih dulu sebelum seseorang memusatkan perhatiannya untuk berinvestasi. Penting sekali mengalokasikan dana untuk mengikutsertakan diri dalam asuransi.

BACA JUGA:  Survei Teman Bumil, Masalah Keuangan Memicu Stres Selama Pandemi

Pada intinya, makin lengkap manfaat asuransi yang kita ambil, makin tua usia tertanggung, makin tinggi risiko profesi kita, maka mahal pula premi asuransi yang harus dibayar. Premi asuransi adalah “biaya yang harus dikeluarkan” (cost) untuk melindungi kita dari segala risiko yang terjadi. Itu sebabnya, asuransi kerap disebut dengan istilah proteksi (perlindungan).

Akan cukup cerdas ketika kita mendapat produk dengan iuran premi murah dan uang pertanggungan atau manfaat yang besar. Adapun besaran premi yang ideal Kamu bayarkan adalah 3-10% penghasilan bulanan.

Rasio aset investasi berbanding kekayaan bersih

Untuk merealisasikan tujuan finansial jangka pendek, menengah, atau panjang, investasi merupakan salah satu cara yang paling efektif. Namun, apakah saat ini Kamu sudah memiliki aset investasi dalam jumlah sesuai?

Kecakapan seseorang dalam menggandakan kekayaan di masa depan dinilai dari rasio aset investasi berbanding kekayaan bersih. Sangat disarankan agar seseorang memiliki nilai rasio di atas 50% dan terus tumbuh seiring dengan bertambahnya usia.

Nilai rasio dibawah 50% menandakan bahwa jumlah aset investasi yang kita miliki berada di bawah kekayaan bersih. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan kondisi seseorang yang “kurang berinvestasi”.

Rasio kemampuan pelunasan utang

Bila Kamu memiliki cicilan utang, apakah cicilan utang tersebut sudah ideal atau masih bisa ditoleransi? Salah satu cara untuk mengetahui kewajaran jumlah cicilan ada pada rasio kemampuan pelunasan utang. Alangkah baiknya bila seseorang berutang, cicilan maksimal per bulannya adalah 35% dari penghasilan. Lebih rendah dari itu tentu lebih baik.

Rasio utang berbanding aset

Jika cicilan kita berada di bawah 35% mungkin saja cicilan utang itu masih sehat. Namun, bisa jadi jumlah utang kita masih terlalu banyak. Untuk mengukur apakah utang kita masih ada dalam batas wajar, gunakanlah rasio utang berbanding aset. Nilai ideal rasio ini adalah maksimal 50%. Itu artinya, jika kita memiliki utang tertunggak, maka jumlah utang tersebut harus di bawah 50% dari total nilai aset kita.

BACA JUGA:  7 Rekomendasi Produk Sepatu Wanita

Rasio solvabilitas

Kekayaan bersih dalam status positif menunjukkan bahwa individu tersebut tidak bangkrut dan masih bisa bertahan. Namun, berapa lama dia bisa bertahan dari kebangkrutan?

Rasio solvabilitas adalah jawaban dari pertanyaaan di atas, cara mengukurnya adalah dengan membagi nilai kekayaan bersih dengan total aset yang kita miliki. Semakin tinggi nilai rasio solvabilitas maka semakin kuat individu tersebut dari ancaman kebangkrutan.

Itulah hal-hal yang mesti diketahui seputar pengecekan kesehatan keuangan. Untuk memastikan apakah keuangan Kamu sudah sehat, gunakanlah fitur cek kesehatan keuangan yang ada di situs Lifepal. (AS)

Baca juga: Survei Teman Bumil, Masalah Keuangan Memicu Stres Selama Pandemi

.Yuk Ubah Ini - GueSehat

Comment

Terbaru