by

Enam Penumpang Kapal Motor Kayong Utara-Pontianak Jalani Pemeriksaan Swab

Enam Penumpang Kapal Motor Kayong Utara-Pontianak Jalani Pemeriksaan Swab

KalbarOnline, Pontianak – Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat bersama Satgas Covid-19 Kota Pontianak melakukan pemeriksaan swab terhadap penumpang kapal motor dari rute Kayong Utara-Pontianak di Pelabuhan Kapuas Indah Pontianak, Jumat (22/1/2020) siang.

Berdasarkan pantauan, sebanyak enam penumpang kapal yang di-swab langsung oleh petugas.

Kabid Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Feeri Safariadi mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji agar para penumpang transportasi air dari Kabupaten Kayong Utara dilakukan pemeriksaan.

“Kegiatan ini memang perdana. Ini sebagai bentuk pelaksanaan instruksi Gubernur. Tujuannya sebagai pengendalian dan pencegahan untuk meminimalisir kasus impor yang masuk ke ibu kota,” ujarnya.

Hal ini dilakukan agar Satgas Covid mengetahui gambaran kasus Covid-19 Kayong Utara untuk dapat dikendalikan. Lantaran Satgas Covid Kayong Utara dinilai minim melakukan 3T (tracing, testing dan treatment) terhadap warganya. Di samping masyarakatnya tetap harus melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Kayong Utara sendiri diketahui memang minim melakukan 3T. Bahkan gambaran kasus Covid di daerah tersebut tak diketahui.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Satgas Covid Kota Pontianak dan Kubu Raya akan melakukan uji swab PCR dan rapid test antigen secara acak terhadap penumpang-penumpang yang datang dari Kabupaten Kayong Utara besok, Jumat (22/1/2021).

“Mulai besok Satgas Covid-19 Kalbar bersama Satgas Pontianak dan Kubu Raya akan melaksanakan uji swab dan rapid test antigen terhadap penumpang yang datang dari Kayong Utara,” ujar Harisson, Kamis.

Penumpang yang dimaksud, jelas Harisson, adalah penumpang kapal motor dan long boat yang melayani rute Teluk Batang-Pontianak, Sukadana-Pontianak, Dusun-Pontianak atau Teluk Batang-Rasau Jaya, Teluk Melano-Rasau Jaya, Durian Sebatang-Rasau Jaya dan Dusun-Rasau Jaya.

“Nanti akan kita lakukan secara acak,” ucap Harisson.

Langkah ini diambil untuk membantu Satgas Covid Kayong Utara yang selama ini menurut Harisson kurang melakukan tracing dan testing terhadap warganya. Di mana, tegas Harisson, untuk dapat mengendalikan Covid-19, satgas covid di daerah harus aktif melakukan 3T (Tracing, testing dan treatment) satu per seribu penduduk, di samping masyarakatnya juga harus menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Ini yang harus dilakukan oleh satgas kabupaten/kota agar kasus Covid-19 di daerahnya terkendali,” kata Harisson.

“Sekarang ini memang kita tidak mengetahui bagaimana gambaran Covid-19 di Kayong Utara, karena memang sedikit sekali testing yang dilakukan. Seharusnya testing harus terus dilakukan secara masif untuk memetakan ada di mana kasus Covid-19 ini. Bila sudah ditemukan di mana kasus Covid-19, kita dapat segera melakukan isolasi dan treatment atau pengobatan. Dengan demikian penyakit ini tidak menyebar luas,” timpalnya.

Kayong Utara sendiri, ditegaskan Harisson, tidak diketahui gambarannya. Kontras perbedaannya dengan Kota Pontianak dan Kabupaten Bengkayang. Yang aktif melakukan testing.

“Pontianak dan Bengkayang dulu, termasuk Landak, terus menerus melakukan testing dan tracing. Memang terjadi peningkatan kasus, tapi setelah itu satgas setempat bisa memetakan dan mengambil tindakan pencegahan, penanganan, melakukan isolasi, pengobatan, terus mengampanyekan 3M, sehingga masyarakat tidak terlena, karena kalau ada data, masyarakat tidak akan terlena. Kalau sekarang seperti membiarkan. Satgas Kabupaten Kayong Utata seperti membiarkan dan berusaha untuk tidak mengetahui bagaimana peta gambaran kasus Covid di daerahnya,” tegas Harisson.

Belakangan ini, diungkapkan Harisson, positivity rate di Pontianak dan Bengkayang sudah sangat rendah. Hal ini terlihat dari setiap sampel swab dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

“Ini menunjukkan keberhasilan atau satu bukti Satgas kabupaten/kota kalau aktif melakukan tracing dan testing. Awalnya memang akan meningkat, tapi setelah itu kasusnya pelan-pelan akan turun dan kita tahu gambaran sebenarnya dari kasus Covid-19 di masing-masing daerah,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, untuk minggu pertama dan kedua bulan Januari 2021 ini, Kayong Utara hanya mengirimkan 22 sampel swab dari 200 sampel swab yang diwajibkan.

Tak hanya kepada Kayong Utara, Harisson juga mengingatkan Satgas Covid Melawi dan Kapuas Hulu untuk melakukan tracing dan testing.

“Lalu mengirimkan sampel swab ke Dinas Kesehatan Provinsi. Melawi, kalau alat PCR-nya masih mengalami kendala, sampelnya kirim saja ke Dinkes Provinsi,” pungkasnya.

Comment

News Feed