by

Kim Jong Un Tampil di Hadapan Publik, Pantau Pemulihan Usai Banjir

KalbarOnline.com – Lama tak ada kabar, Kim Jong-un akhirnya muncul di hadapan publik. Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) itu mengunjungi Kimhwa County bersama adik perempuannya, Kim Yo-jong. Dia melihat proses pemulihan wilayah tersebut setelah disapu banjir Agustus lalu.

”Kesulitan-kesulitan tahun ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Jong-un, sebagaimana dikutip Korean Central News Agency (KCNA) kemarin (2/10). Pernyataan itu merujuk bencana alam yang terjadi bertubi-tubi di negaranya sejak awal tahun. Ribuan rumah hancur dan kekurangan pangan mengancam kala itu.

  • Baca juga: Adik Perempuan Kim Jong Un Kembali Muncul Usai Menghilang 2 Bulan

Itu adalah kali pertama Jong-un tampil di muka umum setelah menghilang selama dua bulan. Berdasar foto-foto yang dirilis KCNA, Jong-un menikmati sawah yang menguning dan memantau rumah-rumah yang baru dibangun.

Orang nomor satu di Korut itu, tampaknya, ingin menunjukkan pada dunia bahwa perekonomian negaranya berangsur pulih setelah sanksi pengembangan nuklir. Itu seperti paparan Kim Song dalam rapat Dewan Umum PBB Selasa (29/9). Dubes Korut untuk PBB tersebut menegaskan, negaranya sudah punya persenjataan yang andal dan efektif untuk mempertahankan diri dan mencegah perang. Karena itu, kini saatnya mereka fokus pada pembangunan negara.

Informasi yang dirilis KCNA itu sangat mungkin juga bertujuan mengikis berita negatif beberapa hari sebelumnya. Korut dikabarkan membakar hidup-hidup warga Korea Selatan (Korsel) yang berada di perairan Korut. Versi Korut, pria bernama Lee itu ingin membelot ke negaranya. Selama pandemi, Korut telah menutup pintu masuk negaranya dengan alasan menghindari penularan Covid-19.

Jong-un telah mengirim surat resmi untuk meminta maaf pada Korsel terkait insiden tersebut. Sikap itu tidak biasa dan tak pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA:  Amsterdam Sediakan Pot Bagi yang Suka Buang Air Sembarangan

”Permintaan maaf Kim Jong-un mengurangi risiko ketegangan antara dua negara,” jelas Leif-Eric Easley, profesor di Ewha University, Seoul, sebagaimana dikutip Agence France-Presse.

Saksikan video menarik berikut ini:

Comment

Terbaru