Jadilah Pemuda Problem Solver Bagi Diri Sendiri dan Orang Lain

Direktur ZIS Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, Memberikan Materinya Dalam Kegiatan Inspiring Leadership Talk Sociopreneur Camp 2018 (Foto: AR)
Direktur ZIS Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, Memberikan Materinya Dalam Kegiatan Inspiring Leadership Talk Sociopreneur Camp 2018 (Foto: AR)

KalbarOnline, Semarang – Pemuda merupakan tonggak kemajuan suatu bangsa. Di tangan para pemuda nasib bangsa ini ditentukan, oleh karenanya pemberdayaan untuk pemuda sangat dibutuhkan agar mereka mampu bersaing di kancah global dan berkontribusi lebih untuk negeri. Nantinya kontribusi tersebut dapat diberikan melalui beragam pemberdayaan.

Baca: Sudirman Said Ajak Anak Muda Siap Dipilih Jadi Pemimpin

Baca: Bambang Widjojanto Bangun Integritas Pemuda di Sociopreneur Camp 2018

Menurut Bambang Suherman, Direktur ZIS Dompet Dhuafa, para pemuda perlu menilik kondisi diri di tengah gempuran teknologi yang tak henti. Pemuda, tambahnya, perlu menakar diri agar tak tertinggal di era globalisasi.

“Apa yang dilakukan para orang hebat seharusnya bisa teman-teman tiru. Salah satunya perluas ruang solutif terhadap lingkungan. Jangan jadi orang-orangan sawah yang bisa tertiup dan tergantung arah angin. Jadilah benteng dan jadilah sosok yang kokoh. Persiapkan diri kita agar orang lain dapat bersandar, jangan lupa jadilah solusi permasalahan tersebut,” ujar Bambang dalam gelaran Inspiring Leadership Talk Sociopreneur Camp 2018 di Balai Kota Semarang, Sabtu (4/8/2018).

Zaman ini milenials dituntut memiliki jejaring dan mewujudkan mimpi bersama, karena era jaringan sudah tiba maka pemuda diharapkan tidak soliter karena tanpa mereka sadari dan tanpa melakukan apapun para pemuda sudah menjadi bagian dari network-ing mahasiswa lainnya di seluruh Indonesia.

“Keuntungan besar bagi kalian terlahir di saman serba canggih ini ialah kalian mampu mewujudkan mimpi bersama, saatnya ajak orang lain untuk bermimpi agar bisa bersama-sama membangun mimpi menjadi nyata,” tambahnya.

Kehidupan pemuda ditentukan oleh diri pemuda itu sendiri, hanya saja pemuda perlu membangun ruang sebanyak mungkin supaya masalah bisa diintervensi bersama-sama.

“Kalau seiap hari kita disibukkan oleh masalah-masalah kecil maka kita hanya akan menjadi orang-orang kecil, mulai sekarang pikirkan hal-hal yang besar,” tutup Bambang. (AR)

Tinggalkan Komentar