Hadiri Halal Bi Halal MABM, Sutarmidji Sampaikan 3 Hal Penting Dalam Kepemimpinan

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Memberikan Sambutannya, Pada Halal Bi Halal Bersama MABM Kalbar di Rumah Melayu (Foto: Fat)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Memberikan Sambutannya, Pada Halal Bi Halal Bersama MABM Kalbar di Rumah Melayu (Foto: Fat)

KalbarOnline, Pontianak – Dewan Pengurus Pusat Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat menggelar acara Halal Bi Halal 1439 Hijriyah bersama Midji-Norsan di Balairungsari Rumah Melayu Kalbar, Jalan Sutan Syahrir Pontianak, Senin (9/7/2018) malam.

Wali Kota Pontianak sekaligus Gubernur Kalbar terpilih, Sutarmidji yang hadir dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya mengaku bahwa ini merupakan kali pertama dirinya hadir di Rumah Melayu Kalbar yang undangannya penuh hingga sampai ke lantai dasar.

“Saya pernah guyon ke Pak Chairil, saya bilang kenapa tidak pernah penuh di Rumah Melayu. Apa ada yang salah atau apa yang harus diubah. Ternyata bisa juga penuh, padat. Dan mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak Pabali Musa tadi, kedepannya tetap lebih ramai dari yang sekarang ini dan kita tunjukan bahwa Melayu mampu membawa perubahan Kalbar ke arah yang lebih baik dengan cepat,” ujar Sutarmidji mengawali sambutannya.

Sutarmidji juga mengajak kepada seluruh masyarakat Melayu dan Islam untuk menjelaskan dan menyampaikan kepada saudara-saudara dari etnis lain terutama kepada yang bukan Muslim, untuk tidak takut dengan kepemimpinan Muslim dan Melayu.

“Jangan cerita, belum apa-apa bilang ini itu, Gubernur radikal dan sebagainya. Saya sih senyumin aja soal itu. Karena saya sudah bilang kepada semuanya, apapun yang dikatakan orang tentang saya dan Pak Ria Norsan, senyumin aja, udah jangan dilawan, terserah die mau ngomong ape. Karena kita jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tak perlu dan tak penting,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ada 3 hal yang dapat dijelaskan dan disampaikan kepada saudara diluar Melayu dan Muslim.

Pertama, menurut Sutarmidji, Islam itu mengatur tentang tata kelola pemerintahan yang sangat luar biasa dan tidak ada ditempat lain.

“Kita mau bicara apa?. Bicara soal beda agama, Surah Al-Kafirun itu jelas, konsep ini harus kita pegang, tidak ada Islam mengajarkan untuk menghina agama orang dan menganggap lain hal sebagainya,” ujarnya.

Kemudian, bagaimana mengatasi soal perbedaan etnis. Al-Quran, lanjut Sutarmidji, menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan manusia berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya saling kenal-mengenal.

“Silaturahim, bukan saling berkelahi apalagi saling beramok, bukan,” ucapnya.

Selanjutnya, yang paling hebat dalam Islam, lanjut Midji, adalah adanya Piagam Madinah atau Konstitusi Madinah dan hal ini selalu ia sampaikan ketika kampanye.

“Cuma sayangnya, negara ini tidak mau mensosialisasikan itu, mungkin ada sebutan Piagam Madinah dan lain sebagainya. Sebetulnya apabila itu disosialisasikan negara Indonesia yang sangat majemuk ini, pasti bisa menjawab apa yang diatur didalam Piagam Madinah,” tegasnya.

“Ada satu aturan yang sangat luar biasa didalam Piagam Madinah, dimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membuat aturan yakni kalau negara Madinah diserang dari luar, maka seluruh etnis, seluruh pemuluk agama apapun yang ada di Madinah, wajib mempertahankan Madinah. Itukan sangat luar biasa, dan menurut saya itu sangat cocok di Indonesia yang sangat majemuk ini,” jelasnya.

Menurutnya, apabila 3 hal tersebut diterapkan kepemimpinan sehari-hari, Sutarmidji berkeyakinan sampai kapanpun kepemimpinan Islam dapat diterima oleh siapapun, dalam kondisi apapun dan dimanapun.

“Itulah yang kita maksud Kalbar Baru untuk semua. Saya dan Pak Ria Norsan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dan memang ketika ingin meraup suara sebesar-besarnya, sekat-sekat etnis dan agama pasti ada, itu tidak bisa kita pungkiri, rasional. Tetapi ketika sudah ditetapkan sebagai pemimpin, saya dan Pak Ria Norsan merupakan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk semua yang ada di Kalbar ini,” tegasnya.

Sutarmidji juga memastikan bahwa dirinya bersama Ria Norsan akan berlaku adil untuk semua masyarakat Kalimantan Barat.

“Saya pastikan, tidak akan melakukan pembangunan yang diskriminatif. Karna ketika kampanye, saya temukan hal itu ada dan sangat banyak. Tapi kedepan, saya pastikan tidak akan ada pembangunan yang diskriminatif, kita akan membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

“Walaupun terkadang tak saya pungkiri, kita juga merasa panas, tapi yasudahlah, senyumin aja. Saya ucapkan mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa semakin maju, mari kita tetap tawadhu, mudah-mudahan daerah kita semakin maju,” tandasnya.

Hadir dalam Halal Bi Halal ini, Ketua Umum MABM Kalbar, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S beserta jajaran, Wakil Wali Kota Pontianak sekaligus Wali Kota Pontianak terpilih, Edi Rusdi Kamtono, Bupati Kubu Raya terpilih, Muda Mahendrawan, Wakil Wali Kota Singkawang, Drs. H. Irwan, M.Si, Ketua PFKPM Kalbar, Firman Muntaco, para Sultan dan para Raja se – Kalimantan Barat, tokoh politik, tokoh agama dan tokoh adat Melayu serta para tamu undangan lainnya.

Berdasarkan pantauan, ribuan masyarakat dari berbagai daerah juga tampak memadati Rumah Melayu Kalbar. Sebab, lantai utama Balairungsari Rumah Melayu Kalbar tampak dipenuhi masyarakat peserta halal bi halal ini. Sampai-sampai panitia menyediakan layar infocus untuk peserta di lantai dasar agar dapat menyaksikan rangkaian kegiatan. Bahkan, adapula peserta yang tampak berdiri karena tidak kebagian kursi yang telah disediakan oleh panitia. (Fai)

Tinggalkan Komentar