Sutarmidji Ingin Pilwako 2018 Berjalan Seperti yang Dilakoninya, Ini Tanggapan Harry – Yandi

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, Harry Adrianto - Yandi, Saat Diwawancarai Awak Media, Usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon di Pilwako 2018 (Foto: Fat)
Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, Harry Adrianto - Yandi, Saat Diwawancarai Awak Media, Usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon di Pilwako 2018 (Foto: Fat)

KalbarOnline, Pontianak – Bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, Harry Adrianto – Yandi, resmi ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU Pontianak, semua persyaratan mulai dari dukungan hingga berkas dinyatakan lengkap oleh KPU.

Kepada awak media, pasangan yang akrab disapa Harry – Yandi ini mengungkapkan kebahagiaannya dengan diterimanya SK penetapan sebagai pasangan calon.

Baca Juga: Optimis Pilwako Pontianak dan Pilgub Kalbar Berjalan Aman, Bang Midji: Ngape Mau Kelai – Kelai

Dengan ditetapkannya sebagai calon Wali Kota Pontianak dan Wakil Wali Kota Pontianak, Harry – Yandi berkomitmen mengikuti aturan yang telah ditetapkan KPU, menjalankan aturan.

“Artinya kita bukan lagi sebagai bakal calon, tetapi calon. Dengan ini tentu kita komitmen mengikuti mekanisme yang telah diatur KPU,” ucap Harry yang didampingi pasangannya, Yandi dan sejumlah elite parpol pengusung, usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak 2018, Senin (12/2).

Baca Juga: Pilwako Pontianak, Bang Midji Harap Berjalan Seperti Masa Pilkada Dua Periode Lalu Yang Dilakoninya

Mengenai tahapan selanjutnya, Harry menegaskan akan mencanangkan program-program yang menjadi keinginan masyarakat.

“Tentu kita akan terima, program apa yang diinginkan masyarakat, saran dan masukan maupun kritikan terkait program yang kita terima dari masyarakat. Dan ternyata di masyarakat sebagian besar menginginkan perubahan, tidak menginginkan sesuatu yang biasa,” ucapnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa pasangan Harry – Yandi bisa membawa perubahan di Kota Pontianak.

“Itu harus, karena di jaman yang serba cepat ini, dibutuhkan orang-orang yang punya inovasi, orang yang bekerja keras, cepat dan tanggap,” paparnya.

Selain itu pesan khusus untuk simpatisan, menanggapi harapan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji yang menginginkan Pilwako Pontianak 2018 seperti yang dilakoninya selama dua periode ini, tidak terjadi keributan dan sebagainya.

Baca Juga: Hadiri Sispam Pilkada Serentak 2018, Sutarmidji Optimis Pilkada Kalbar Berjalan Aman dan Damai

“Itu tergantung hati, kalau pemimpin yang benar, bicaranya dari hati. Kalau untuk kebaikan bersama, tidak perlu komitmen. Tetapi berdasarkan jiwanya. Pemimpin harus adil dengan semua kalangan masyarakat, etnis maupun agama,” paparnya.

Dirinya juga menegaskan pasangan Harry – Yandi berkomitmen menyuguhkan Pilkada aman, damai dan lancar.

Baca Juga: Pilwako Pontianak, Bang Midji: Enjoy Aja

“Itu wajib. Seperti yang kawan-kawan media liat tadi, saya dengan paslon lainnya saling bercanda, tertawa bersama. Itu adalah salah satu contoh pemimpin, bahwa kita ini semua bersaudara. Jangan ada lagi, jangan coba-coba untuk merusak pilkada ini dengan adu domba untuk mendulang suara, tetapi mengorbankan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Sutarmidji juga berharap Pilwako 2018 ini lebih mengedepankan dialogis ditimbang kampanye terbuka.

Menanggapi hal itu, Yandi mengatakan bahwa kampanye itu apapun caranya, yang penting masyarakat itu senang dan paham.

“Yang penting masyarakat itu senang, paham dan tau apa yang kita sampaikan supaya tidak lagi seolah-seolah masyarakat hanya dimabukan. Jadi nanti kita bisa lebih paham teknis seperti apa mekanisme kampanye kita, nanti akan kita rumuskan sesuai dengan kebutuhan. Jadi kalau ada saran, kami sangat berterima kasih atas sarannya. Tapi tentu akan kita kaji kembali, apakah dialogis lebih tepat, terbuka lebih tepat dan semua tentu ada kajian tersendiri,” jelasnya.

Dirinya juga berpesan kepada tim Harry – Yandi, masyarakat Kota Pontianak khususnya dalam menghadapi pilkada maupun Pilwako 2018 ini agar tidak lupa dengan istilah 5 (lima) –KAP.

“Yang pertama, dewasa dalam bersiKAP. Kedua, cerdas dalam menangKAP. Tiga, sampaikan informasi yang lengKAP. Empat, jangan terperangKAP. Lima, pilih pemimpin yang caKAP,” pungkasnya.

Ya, sebelumnya, Wali Kota Pontianak dua periode, Sutarmidji berharap, Pilwako 2018, berlangsung seperti yang ia jalani pada dua periode ini.

“Pilkada itu, ‘enjoy aja’. Ngape ade mau ‘beramok’. Jadi, saya yakin untuk Pontianak aman, dan untuk Kalbar aman juga, ngape mau kelai – kelai, kenapa mau ribut-ribut semuanya sudah ada aturan, ikuti saja peraturan,” tegasnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar