Hadiri Peringatan Hari Bumi Sedunia, Ini Kata Bupati Jarot

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Turut Melakukan Penanaman Pohon, Pada Peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Kabupaten Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Turut Melakukan Penanaman Pohon, Pada Peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Kabupaten Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri Perigatan Hari Bumi Sedunia yang berlangsung di Gang Gamajaya, Kelurahan Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang Minggu pagi (22/4).

Peringatan Hari Bumi Sedunia yang bertemakan ‘Memperingati Hari Bumi Untuk Mewujudkan Perilaku Peduli Perubahan Iklim’ ini turut dihadiri Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Perwakilan Solidaridad Sintang, Manajemen CU Keling Kumang, Camat Sintang, KTNA Kabupaten Sintang, Komunitas Mari Melihat, Forum Anak Kabupaten Sintang, warga Gang Gamajaya dan pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengatakan peringatan hari bumi ini mengingatkan tentang pemanasan global atau global warming.

“Jadi panas matahari itu ke bumi seperti cermin panasnya dipantulkan lagi keatas tetapi kalau atmosfer kita ini dipenuhi dengan yang kita sebut gas rumah kaca dari CO2 karbon dioksida, dia mau merancap ni panas ini nda bisa dipantulkan lagi, bebalek lagi sama kita lagi, itulah yang disebut dengan global warming atau pemanasan global,” ulas Bupati Jarot dengan logat Melayu yang kental.

Bupati menjelaskan gas rumah kaca itu berasal dari pembakaran fosil-fosil seperti batu bara, lahan gambut yang diolah untuk menanam sawit, pembakaran hutan dan ladang yang mengelurakan CO2, knalpot-knalpot mobil dan kendaraan lain yang mengeluarkan CO2, NO dan NO2 dan lain sebagainya.

“Jadi Sintang ini sudah pasti terancam dengan gas rumah kaca pertambahan kendaraan mobil dan motor yang 300 buah lebih tiap bulannya itu tadi pasti nambah emisi gas rumah kaca dan itu keniscayaan yang tidak bisa kita hindari,” jelas Bupati.

Lanjut Bupati, meskipun Sintang presentasi kawasan hijaunya cukup tinggi seperti daerah tepian sungai khsusunya Tebek yang masih hijau, Hutan Wisata Baning yang luasnya 213 hektar namun itu semua belum cukup untuk menyejukkan kota Sintang.

“Sehingga ruang terbuka hijau, apa lagi ruang terbuka hijau ramah anak itu harus banyak kita ciptakan, kita bikin Taman Entuyut meskipun belum jadi dan ada taman lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ungkap Bupati, bahwa upaya yang harus dilakukan yakni mewujudkan gang-gang hijau di Kota Sintang ini, yakni seperti menanam pohon, menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah dan lain sebagainya, seperti yang dilaksanakan hari ini di Gang Gamajaya, Desa Baning, dilakukan penanaman pohon, pembagian bibit-bibit pohon serta lain-lain juga.

“Di setiap gang-gang ini kita harus jadi hijau terutama terkait tentang pemanasan global, karena salah satu dampak utama dari pemanasan global adalah musim yang tidak berketentuan, kadang-kadang musim hujan lalu memanjang orang-orang udah musim kemarau kita lagi musim hujan, begitu juga sebaliknya, itulah kira-kira kaitannya kenapa kita hari ini berkumpul dan berkomitmen bersama,” kata Bupati.

Bupati berharap launching Gang Gamajaya RT 13 Desa Baning menjadi gang hijau sebagai langkah awal untuk mewujudkan gang hijau, terlebih juga ada pelatihan terkait bank sampah, latihan terkait bercocok tanam dan lainnya.

“Saya pikir masyarakat Gang Gamajaya patut berbangga karena inilah satu-satunya di Sintang, kemudian kalau gang ini bisa menjadi contoh dari gang lain yang ada di Baning, ini bisa kita jadikan desa proklim yakni desa yang pro dengan iklim, dengan lingkungan,” tutur Bupati Jarot.

Sebagaimana diketahui Bupati yang bertubuh tinggi semampai ini, komitmen mewujudkan Sintang Lestari. Untuk itu peran dan komitmen masyarakat untuk mewujudkan Sintang Lestari sangat dibutuhkan.

Sementara itu CEO CU Keling Kumang, Valentinus mengatakan Keling Kumang Grup dan Solidaridad sangat mendukung tentang peringatan dan penjagaan lingkungan, salah satu contohnya hari ini yang dilaksanakan yakni ada gang hijau di Gang Gamajaya seperti penanaman pohon, pembagian bibit pohon, pembagian tong sampah dan lainnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan gang hijau ini dengan adanya penanaman bibit ini kami harapkan nanti bibit-bibit ini jangan sampai tidak di tanam, jadi harus di tanam, di rawat agar bisa menghasilkan produk, menghasilkan uang sehingga bisa menambah pendapatan dan income keluarga,” kata Valentinus.

Valentinus menambahkan salah satu upaya Keling Kumang Grup untuk mendukung pelestarian hutan dan lingkungan yakni  pembagian bibit-bibit pohon di beberapa tempat di Kabupaten Sintang termasuk juga penanaman pohon di kawasan pantai, untuk itu Keling Kumang Grup dan pihaknya bersama solidaridad akan melakukan pembinaan secara terus menerus bagi warga di Gang Gamajaya ini sehinga gang hijau bisa terwujud karena Gang Gamajaya menjadi pilot projek gang hijau.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemanenan ikan secara simbolis dan penanaman pohon di kawasan gang gamajaya oleh Bupati Sintang dan tamu undangan lain. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar