Perhepi Sebut Urban Farming di Pontianak Kian Berkembang

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Menerima Cinderamata Dari Ketua Umum Perhepi, Bayu Krisnamurthi (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Menerima Cinderamata Dari Ketua Umum Perhepi, Bayu Krisnamurthi (Foto: Jim Hms)

Pontianak Tuan Rumah Rakernas Perhepi

KalbarOnline, Pontianak – Kota Pontianak menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi). Ketua Umum Perhepi, Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa sebagai perhimpunan dari keprofesian ekonomi pertanian, Perhepi memiliki misi untuk terus membantu pemerintah daerah. Ia melihat salah satu yang semakin berkembang di Kota Pontianak adalah urban farming dengan berbagai macam variasinya.

Demikian pula wisatanya yang semakin berkembang, khususnya kuliner dan agrowisata.

“Kuliner pasti lekat dengan makanan, dan kalau ada makanan pasti ada sayur-sayuran dan buah-buahan. Artinya, meskipun sebagai kota, Pontianak juga memiliki dimensi pertanian yang tinggi,” ungkapnya saat memberi sambutan dalam jamuan makan malam di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Jumat (20/1).

Bayu juga menawarkan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk memajukan ekonomi pertanian di kota ini. Kerja sama itu, lanjutnya, bisa saja dalam bentuk dukungan pemikiran, diskusi dan lainnya.

“Mohon Pak Wali Kota jangan segan untuk memerintahkan Komisariat Daerah (Komda) Perhepi Pontianak. Tugaskan saja pak, beliau-beliau ini cukup handal untuk bisa membantu bapak, paling tidak sharing dalam bentuk diskusi dan pemikiran-pemikirannya,” ucapnya.

Dijelaskannya, Perhepi saat ini telah tersebar di 34 kota, dan dalam waktu tidak lama lagi akan bertambah menjadi 36 kota seluruh Indonesia. Jumlah keseluruhan anggotanya sekitar 5.600.

Bayu mengaku, telah beberapa kali berkunjung ke Kota Pontianak. Dalam setiap kunjungannya ke Kota Khatulistiwa ini, dirinya melihat kota ini memiliki perkembangan yang sangat luar biasa.

“Saya berkunjung ke sini mungkin sekitar dua tahun sekali dalam 10 tahun terakhir, setiap ke sini selalu saja ada sesuatu kemajuan yang baru yang ditunjukkan oleh Kota Pontianak,” sebutnya.

Menurutnya, Pontianak dan Kalbar seperti miniaturnya Indonesia, di mana tingkat keragamannya, tingkat kompleksitasnya, tingkat kegiatan ekonominya, sedemikian beragam, namun juga dinamis.

“Kami atas nama Perhepi mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Wali Kota Pontianak, Sutarmidji selaku tuan rumah penyelenggaraan Rakernas,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyambut baik digelarnya Rakernas Perhepi di Kota Pontianak. Ia menilai, keberadaan organisasi keprofesian, perguruan tinggi dan lainnya sudah semestinya dimanfaatkan untuk kemajuan daerah.

“Sayang kalau pemerintah daerah yang ada di Kalbar tidak memanfaatkan perguruan tinggi, organisasi-organisasi profesi untuk peningkatan daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Meskipun Pontianak memiliki lahan pertanian yang terbatas, namun pihaknya masih mempertahankan 800 hektare sebagai kawasan agribisnis. Bahkan, Pontianak menjadi pusat pengembangan aloe vera nasional.

“Home industry aloe vera sudah memproduksi 30 turunan produk berbahan baku aloe vera,” ujar Sutarmidji.

Tidak sedikit hasil-hasil pertanian di Pontianak menjadi andalan kota ini. Sebut saja, aloe vera yang beratnya bisa mencapai 2,5 kilogram satu pelepahnya. Demikian pula talas Pontianak, beratnya bisa mencapai 1 kilogram.

“Talas Pontianak itu paling bagus dibandingkan talas Bogor. Selain besar ukurannya, juga rasanya empuk,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Tinggalkan Komentar