KalbarOnline, Sintang – Desa Riam Panjang ini memang istimewa karena bersemayam seorang Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia yakni Apang Semangai yang dahulu mengobarkan semangat perlawanan terhadap penjajah bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Bupati Sintang Jarot Winarno dihadapan ratusan masyarakat Desa Riam Panjang yang memadati Gedung SDN 10 Riam Panjang pada Selasa, 12 Juli 2016.

“Saya yakin semangat perjuangan yang diwariskan oleh Apang Semangai sangat kuat di hati masyarakat Riam Panjang untuk melawan kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan. Kami sudah menuangkan semangat membangun dari pinggiran. Kayan Hulu ini memiliki infrastruktur dasar yang terburuk dan hanya unggul sedikit dari Kecamatan Ambalau. Bahkan Wakil Bupati Sintang yakni Bapak Askiman merupakan keturunan ketujuh dari Apang Semangai sehingga saya yakin desa Riam Panjang ini akan terus maju dan berkembang. Apalagi saat ini dan ke depannya, pemerintah pusat akan terus mengucurkan dana desa yang sangat besar untuk terus membangun desa,” terang Jarot Winarno.

“Rencana pelaksanaan Napak Tilas Apang Semangai pada Nopember 2016 nanti, saya harapkan bisa dipersiapkan dengan baik sebagai momentum perhatian dan penghargaan Pemkab Sintang kepada Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI Apang Semangai. Dinas Pekerjaan Umum diharapkan menangani jalan, jembatan dan gorong-gorong mulai dari Simpang Beganjah menuju Makam Apang Semangai harus segera diperbaiki sehingga ke depannya Makam Apang Semangai bisa menjadi tempat ziarah yang mudah dijangkau. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa memprogramkan pelestarian dan penataan makam Apang Semangai,” tambah Jarot Winarno.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga mensosialisasikan tentang bahaya dan penanganan rabies, serta mengajak masyarakat melakukan antisipasi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau. “Bulan Agustus biasanya waktu masyarakat membakar lahan, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) masih memberikan ruang bagi masyarakat untuk membakar lahan, caranya adalah di setiap desa dalam satu hari hanya bisa membakar lahan satu keluarga dengan luasan dibawah dua hektar, melapor ke kepala desa, dan gotong royong membuat jalur api supaya tidak menyebar ke lahan lain. Saat ini membakar hutan dengan sengaja akan dipidana penjara maksimal 3 tahun,” terang Jarot Winarno.

Camat Kayan Hulu Tober Manurung menyampaikan informasi bahwa di Riam Panjang ada juga mes anak-anak sekolah yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat demi mendapatkan pendidikan dasar. Tober Manurung juga mengingatkan agar seluruh elemen pemerintahan desa bisa selalu bekerjasama dalam membangun desa.

Hasan Taris Kepala Desa Riam Panjang menyampaikan rasa bangganya karena desanya dikunjungi oleh Bupati dan Wakil Bupati Sintang secara bersama-sama sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Riam Panjang.

“Desa Riam Panjang khususnya Dusun Ibau terdapat makam Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI, namun belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Makam tersebut berada di tepi Sungai Payak. Jarak dari bibir sungai hanya 1,5 meter dan rawan longsor. Kami dengan swadaya memperbaiki makam dan membangun jalan. Untuk itu kami minta supaya Bupati dan Wakil Bupati Sintang bisa diperhatikan melalui APBD. Jalan menuju desa kami juga belum baik sehingga perlu perhatian. Kami juga mengandalkan berladang dan kebun karet sehingga saat ini kondisi masyarakat cukup prihatin karena harga karet turun. Kami mohon bantuan bibit lada perdu yang tanpa tiang untuk membantu ekonomi masyarakat. Kami juga dilarang membakar ladang, untuk itu mohon kami diberikan jatah cetak sawah,” pinta Hasan Taris.

Usai tatap muka dengan masyarakat, Bupati Sintang Jarot Winarno, Wakil Bupati Sintang Askiman beserta rombongan dan masyarakat menuju Makam Apang Semangai untuk berziarah dan melihat kondisi untuk bisa melakukan persiapan kegiatan Napak Tilas Apang Semangai pada Nopember 2016 mendatang. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY