Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Sambutannya Pada HUT IBI ke-66 Tingkat Kabupaten Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memberikan Sambutannya Pada HUT IBI ke-66 Tingkat Kabupaten Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Kabupaten Sintang di Pendopo rumah dinas Bupati Sintang, Sabtu (30/9).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa sejak lama, para bidan ini sudah memberikan kontribusi yang banyak bagi pembangunan manusia di Indonesia khususnya di Kabupaten Sintang. Namun upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat belum terlaksana dengan baik. Hal ini terbukti dari belum tercapainya beberapa aspek bidang kesehatan dalam pelaksanaan MDGs sebelumnya.

MDGS belum berhasil menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Dari 2-3 orang per seribu ibu melahirkan, dimana targetnya, 1 per seribu pada setiap kelahiran. Hal lainnya, menurunkan angka pravelensi HIV AIDS, memberi cakupan kesehatan lingkungan sehat. Hal ini yang ingin dicapai melalui target SDGs (2015-2030) pada poin 3 dari 17 tujuannya.

“Dulu nyari bidan di Sintang susah, sekarang kita punya 10% dari bidan di kalbar, ini luar biasa. Kunci pembangunan adalah pemberdayaan kaum perempuan. Yang paling dekat untuk melakukan proses pemberdayaan pada kaum perempuan ini adalah bidan,” tukasnya.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini juga mengingatkan kembali mengenai tiga pilar pembangunan kesehatan yang harus diperhatian bagi para tenaga kesehatan dalam berkarya. ketiga pilar tersebut, paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan program jaminan kesehatan nasional.

“Temanya bagus, seperti kita ketahui SDGs ada 17 tujuan, tujuan yang ketiga di bidang kesehatan fokusnya pada bidang-bidang kesehatan yang belum tercapai dengan MDGs,” ujar Bupati usai acara.

“Yang mana semuanya ini lekat dengan bidan, saya juga senang pada hari ini kita yang hadir disini telah menyamakan persepsi kita, bahwa SDGs merupakan komitmen bersama untuk melaksanakannya, misalnya penurun angka kematian ibu melahirkan,” tegasnya lagi.

HUT IBI ke – 66 tahun 2017 ini mengusung tema, ‘Penguatan peran bidan dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga untuk mendukung sustainable development goals (SDGs)’.

Pada kesempatan ini, Bupati Sintang menyerahkan salinan rekor MURI sebagai pelaksana pemeriksaan dan pelayanan IVA (deteksi dini kanker mulut rahim) terbesar dan terbanyak dilakukan oleh IBI pada 5 Juli lalu.

Salinan penghargaan ini diberikan kepada Bidan Martina Naru, untuk kategori pelayanan dan pemeriksaan terbanyak se-Kabupaten Sintang. Selain itu, Bupati juga menandatangi komitmen bersama bidan praktek mandiri tentang penurunan kasus kematian ibu dan bayi dengan memberikan pelayanan terbaik pada 1000 HPK manusia.  Di Sintang ada 50 bidan praktek mandiri.

Ketua Pengurus daerah IBI Provinsi Kalimantan Barat, Hj Yusniati, A.Md.Kep.,SKM menyampaikan profil IBI Kalbar yang beranggotakan lima ribu lebih anggota. Sintang memiliki hampir 10% bidan di Kalbar. Peran IBI dalam perannya menjamin kesejahteraan perempuan dan anak sudah sampai ditingkat internasional.

IBI ingin mewujudkan bidan profeional berstandar global. IBI telah menunjukkan komitmennya dalam hal ini, mulai dari penguatan organisasi dan mutu pendidikan yang menjadi pondasi lahirnya bidan-bidan professional.

Sementara Ketua IBI cabang Sintang, Memi Sukaesih, Amd.Keb, SH.,M.A.P menyampaikan profil keberadaan bidan di Kabupaten Sintang. ia juga menambahkan mengenai berbagai kegiatan IBI cabang Sintang.

Kabupaten Sintang, sampei dengan September 2017 memiliki 496 bidan yang tercatatan dan terdata sebagai anggota IBI. dari angka tersebut, 87% diantaranya, bidan terampir dengan tingkat pendidikan sebagai ahli madya kebidanan (Amd.Keb). masih ada 1 orang yang belum mengikuti pendidikan D3 kebidanan.

“Kami sebagai organisasi selalu memotivasi anggota untuk terus meningkatkan pengetahuan dengan menjadi ahli. Sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan lebih baik lagi tentunya,” tuturnya.

Setiap tahunnya, IBI memiliki agenda melaksanakan Bhakti Sosial selain kegiatan puncak berupa seremonial. Bhakti sosial ini meliputi beberapa kegiatan, pemeriksaan ibu hamil, pelayanan kb MKJP, pemeriksaan IVA. Kegiatan lainnya, pelatihandan pembinaan anggota, pelaksanaan olah raga bersama, juga aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi wanita yang ada di Sintang.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Dinas Kesehatan, drg. Ridwan Tony Hasiholan Pane, M.K.M dan perwakilan organisasi wanita dan organisasi profesi dan Camat Sintang, Anna Prihatinna, S.Sos.,M.Si serta beberapa tokoh bidan senior di Sintang. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY