Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Memberikan Arahannya, Pada Pelatihan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Yang Digelar DKBP3A Sintang (Foto: Sg/Hms)
Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Memberikan Arahannya, Pada Pelatihan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Yang Digelar DKBP3A Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Wakil Bupati Sintang, Drs Askiman, MM membuka pelatihan pendamping kelompok bina keluarga yang dilaksanakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) di Balai Pegodai Rumah Dinas Jabatan Wakil Bupati Sintang, Senin pagi (20/11).

Wabup Askiman sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan pendamping kelompok bina keluarga ini, menurutnya kegiatan pelatihan ini sangat penting guna meningkatkan kemampuan pendamping dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya untuk melakukan pembinaan di lingkungan masyarakat.

Sebab, menurutnya, di dalam kegiatan tersebut dibahas dalam tiga tingkatan pembinaan yakni bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia.

“Untuk bina keluarga balita kita meminta mereka mampu membina semua keluarga yang ada, sehingga mereka mampu menciptakan keluarga yang benar-benar bertanggungjawab terhadap anaknya, mulai dari sejak dini karena usia balita itu dari 0 sampai 6 tahun yakni dimulai untuk di bina disiplin anak, kebersihan anak, ketertiban, kenyaman dan keamanan anak itu sendiri, karena dari usai dini-lah tingkat intelegensia anak, IQ-nya juga bisa berkembang dan tumbuh menjadi anak yang cerdas,” kata Wabup Askiman.

Sementara untuk bina keluarga remaja, jelas Wabup, harus dibina dari sisi tata pergaulannya, segi kesehatan, akhlak dan segi kedispilinan remaja itu sendiri, agar remaja tersebut mampu tumbuh dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang bersifat negatif yang bisa merusak masa depannya.

“Demikian juga perhatian kita terhadap lansia yang usianya mulai dari 60 tahun, nah untuk lansia juga perlu kita tanamkan kesadaran bagi mereka, moralitas juga perlu juga masih kita tanamkan, norma-norma disiplin juga harus kita tanamkan, dan yang paling penting bagaimana caranya kita menciptakan para orang tua kita penuh rasa kebahagiaan agar merka tidak memiliki beban-beban yang mengikat akal dan pikiran mereka di masa tuanya,” jelasnya.

Orang nomor dua di Bumi Senentang ini berharap usai mengikuti pelatihan ini para peserta mampu menerapkan di lapangan nantinya sehingga tujuan pembinaan keluarga bisa tercapai dengan sebaik-baiknya.

Sementara Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sintang, Idham Halik dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan pendamping kelompok bina keluarga diikuti oleh 60 peserta perwakilan masing-masing 14 kecamatan di Kabupaten Sintang.

“Pelatihan ini untuk mempermudah kader pembina dalam rangka menjalankan tugasnya memberikan penyuluhan kepada kepada keluarga atau masyarakat, dengan demikian tujuan dari pada program ini dapat tercapai sebagaimana yang dikehendaki,” ungkap Idham.

Dalam hal ini, menurut Idham yang terpenting adalah peran orangtua sangatlah penting dalam membina asih, asah dan asuh anak, karena memang pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat sudah sejak lama membina dan mengembangkan bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia sabagai wadah menimba ilmu, bertukar pikiran tentang keorangtuaan dan pengasuhan sehingga setiap keluarga mampu memberikan nilai-nilai terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anggota keluarganya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY