Bahaya Makanan Siap Saji Bagi Kesehatan

KalbarOnline, Pontianak – Makanan siap saji atau junk food merupakan makanan yang sangat mudah dan cepat dalam pengolahannya, dan sering menjadi pilihan menu makanan di tengah aktivitas yang padat.

Meskipun praktis dan memiliki cita rasa yang lezat, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena berbagai masalah kesehatan.

IKLANBANKKALBARIDULADHA

“Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali beberapa gangguan kesehatan akibat terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji,” ungkap Daryati saat memberikan informasi dan edukasi mengenai bahaya makanan siap saji bagi kesehatan kepada 25 pasien dan pengunjung UPT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, pada hari Selasa (28/05/2024).

Baca Juga :  Diserang Ratusan Kilogram Narkoba Asal Malaysia, Kapolda : 1,3 Juta Warga Kalbar Terselamatkan

Menurutnya, masalah kesehatan yang dapat timbul akibat konsumsi makanan siap saji secara berlebihan, antara lain kegemukan, karena kandungan lemak, gula, dan karbohidrat yang tinggi dalam makanan siap saji.

Daryati menambahkan, makanan siap saji juga dipercaya dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2, karena jenis makanan ini mengandung tinggi karbohidrat yang dapat dilepaskan menjadi glukosa ke dalam darah, sehingga meningkatkan kadar gula dalam darah.

“Masalah lainnya seperti sembelit juga sering muncul, dikarenakan kandungan serat dalam makanan siap saji yang relatif rendah, dan juga kandungan garam yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan lainnya seperti perut kembung atau begah,” jelasnya.

Baca Juga :  Komitmen Tangani Nyeri, Perdosni Sediakan Layanan di RSUD SSMA Pontianak

Makanan cepat saji juga merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang menjadi penyebab utama penyakit jantung dan stroke.

Penting untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan, boleh saja dikonsumsi sekali waktu, asalkan kurangi porsinya, dan sebaiknya cari menu pengganti seperti salad sayur,” pungkasnya. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment