Pasca Cuti Lebaran, Polres Kapuas Hulu Langsung Gelar Halal Bihalal

KalbarOnline, Putussibau – Polres Kapuas Hulu langsung menggelar halal bihalal untuk kalangan internal pada hari pertama masuk kerja pasca libur cuti bersama lebaran Idul Fitri 1445 H, pada hari Senin tanggal 16 April 2024. Halal bihalal ini dilaksanakan usai apel pagi yang dipimpin oleh Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Hendrawan, di halaman Mapolres Kapuas Hulu.

Kapolres dalam kesempatan itu menyampaikan, acara halal bihalal bersama seluruh personel polres merupakan momen yang tepat untuk mempererat hubungan antar anggota dan membangun solidaritas dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.

Dirinya turut mengapresiasi soal pembagian jadwal libur para personel, sehingga pelayanan yang dilakukan tetap bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Kabur dari Rutan Putussibau, Kuasa Hukum: Dendi Saksi Kunci Kasus Pembangunan Terminal Bunut Hilir

“Menyelenggarakan liburan yang panjang dengan acara bergantian menunjukkan adanya perencanaan yang baik dalam memastikan keberlangsungan kegiatan selama cuti bersama,” katanya.

Selain itu, Hendrawan juga memuji penyelesaian seluruh rangkaian Ops Kontijensi Aman Nusa yang dinilai sukses. Hal ini menunjukkan keseriusan dan kemampuan untuk menangani situasi darurat dengan efektif.

“Keamanan Ops Ketupat Kapuas meskipun ada kejadian kasus di Pengkadan, berhasil menjamin keamanan selama Ops Ketupat Kapuas dari awal hingga akhir adalah prestasi yang menggembirakan. Kerja keras dari satuan reskrim dan polsek sangat berarti dalam menemukan solusi untuk situasi yang muncul,” katanya.

Baca Juga :  Satnarkoba Polres Kapuas Hulu Amankan Pegawai Kontrak Dishub Kapuas Hulu

Salam kesempatan yang sama, Hendrawan menyampaikan, jelang memasuki tahapan pilkada serentak 2024, para personel diminta fokus kepada hal-hal pencegahan, responsif terhadap informasi yang beredar, terutama dalam mengatasi berita palsu (hoax) dan seterusnya.

“Menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat. Mohon anggota agar melakukan pendekatan responsif dengan masyarakat  menunjukkan kesadaran akan pentingnya komunikasi yang efektif dan transparan. Ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi potensi penyebaran informasi palsu (hoax) dan memperkuat hubungan dengan masyarakat,” kata dia. (Haq)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment