Perubahan Tarif, Retribusi Parkir Kota Pontianak Meningkat Jadi Rp 1,3 M

KalbarOnline, Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan menyampaikan jawaban Wali Kota Pontianak atas Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Pontianak.

Ketiga raperda itu adalah Raperda Pajak dan Retribusi Daerah, Bangunan Gedung dan Penyelenggaraan Perizinan Berusaha.

Terhadap Pandangan Umum Fraksi Partai Gerindra, yang menanyakan apakah raperda tentang bangunan gedung cukup digabungkan dengan raperda tentang persetujuan bangunan gedung sebagai bagian atau bab dalam perda dimaksud atau memang ada urgensi untuk dipisahkan, Bahasan mengatakan, bahwa Perda Bangunan Gedung berisikan tentang aturan pelaksanaan pembangunan gedung di Kota Pontianak.

Baca Juga :  Rakor Percepatan Penurunan Stunting Ketapang, Martin Rantan: Masih Perlu Kerja Keras

“Perda tentang bangunan gedung dan perda tentang retribusi persetujuan bangunan gedung merupakan suatu hal yang berbeda dan tidak dapat digabung,” ujarnya usai rapat paripurna di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Rabu (29/03/2023).

Sementara terkait pandangan umum Fraksi Partai Amanat Keadilan Bangsa soal kenaikan tarif baru retribusi parkir di Kota Pontianak yang berlaku sejak 1 Juni 2021 diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dia menerangkan bahwa perolehan pendapatan dari retribusi parkir terjadi peningkatan. Di mana pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp 1,174 miliar, tahun 2022 meningkat senilai Rp 1,301 miliar.

Baca Juga :  Aming Coffee Kini Hadir di Ayani Mega Mall

“Hampir seluruh tempat parkir telah disesuaikan besaran setoran retribusi yang harus dibayarkan kepada Dinas Perhubungan Kota Pontianak sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2020,” ungkap Bahasan.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah fraksi di DPRD Kota Pontianak yang telah memberikan masukan, pendapat dan saran terhadap ketiga Raperda tersebut.

“Masukan untuk segera melakukan pembahasan lebih lanjut di dalam menyusun, membuat serta menerapkan tiga buah Raperda yang diusulkan,” pungkasnya. (Jau)

Comment