Mulai dari Keindahan Pantai Hingga Menapaki Hutan Primitif, Ini 5 Destinasi Wisata Sarawak yang Wajib Dikunjungi

KalbarOnline, Sarawak – Bicara soal pariwisata Malaysia, Sarawak masih menjadi salah satu primadona. Banyak tempat wisata di negara bagian Malaysia itu yang sangat menarik untuk didatangi, baik diantaranya wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam hingga pusat perbelanjaan.

Selain itu, negara bagian dengan ibu kota Kuching itu lokasinya cukup dekat dengan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.

Bagi pecinta wisata, Sarawak jadi destinasi yang tepat. KalbarOnline.com pun telah merangkum beberapa destinasi wisata pilihan yang dapat dikunjungi.

1. Borneo Culture Museum

Saat tiba di Kuching, Anda akan disambut dengan bangunan-bangunan elegan baik dari masa kolonial yang menyimpan banyak sejarah hingga bangunan modern. Salah satunya Borneo Culture Museum.

Bangunan lima lantai yang memadukan budaya dan teknologi modern itu terletak di tengah Kota Kuching yang diresmikan pada 9 Maret 2022 lalu–setelah empat tahun pengerjaan.

Sarawak
Tampak dalam Borneo Culture Museum yang menampilkan berbagai sejarah tentang Sarawak (Foto: Jau/KalbarOnline.com)

Museum seluas 31.000 m² yang terletak di Jalan Tun Abang Haji Openg itu menampilkan berbagai sejarah tentang Sarawak, mulai dari era Kesultanan Brunei, pemerintahan keluarga Brooke, masa penjajahan Jepang, pemerintahan Kerajaan Inggris, hingga akhirnya merdeka.

Salah seorang wisatawan asal Kalimantan Barat, Sucia Lucinda mengaku senang bisa berkunjung di Borneo Culture Museum. Perempuan yang akrab disapa Suci itu mengaku mendapatkan banyak edukasi baru mengenai sejarah.

“Borneo Culture Museum jadi satu tempat paling recommended untuk dikunjungi dari sekian banyak destinasi wisata di Sarawak,” ucap Suci.

Terlebih lagi, kata Suci, Borneo Culture Museum memadukan unsur-unsur warisan budaya dan teknologi modern yang membuat pengunjung tak mudah bosan.

“Di lantai 4 terdapat sebuah buku digital seukuran ruangan yang dapat dipindahkan halaman demi halamannya dengan sensor gerak tubuh. Bukunya berisikan tentang sejarah kehidupan yang ada di Sarawak. Sangat takjub dengan yang ditampilkan di dalam Borneo Culture Museum ini. Banyak pengetahuan yang saya dapat,” kata Suci.

2. Kuching Waterfront

Kuching Waterfront merupakan salah satu tempat berkumpul paling populer di ibu kota negara bagian Sarawak, Malaysia. Suatu tempat romantis yang tak lekang dimakan zaman.

Suasananya seperti tepian sungai di negeri Melaka, namun yang berbeda adalah Sungai Sarawak lebih besar dan luas. Keramaian di tepian sungai Melaka lebih terasa pada siang hari, namun keramaian tepi sungai Sarawak yang lebih dikenal dengan Kuching Waterfront lebih dinikmati pada malam hari.

Kuching Waterfront ini membentang sekitar 900 meter di sepanjang tepi selatan sungai Sarawak. Di sepanjang kawasan itu berjajar warung makan, restoran, bistro dan pedagang kaki lima. Di sekitarnya juga berdiri bangunan-bangunan era kolonial yang telah dirancang ulang untuk kebutuhan di era modern saat ini.

Baca Juga :  Pengakuan Teroris Christchurch, Menyesal karena Korban Kurang Banyak

Bangunan-bangunan tersebut diantaranya adalah Museum Sejarah Cina, Sarawak Steamship Building dan Square Tower. Kuching Waterfront menawarkan pemandangan tepi utara sungai, dengan bangunan Astana sebagai rumah dinas Gubernur dan Fort Margherita tampak menonjol dengan eksterior putihnya. Kemudian ada Gedung Legislatif Negara Bagian Sarawak yang mengesankan kekuatannya dalam mendominasi cakrawala.

Sarawak
Pemandangan indah yang disuguhkan jika berkunjung ke Kuching Waterfront, di sekitarnya terdapat landmark dan pemandangan indah (Foto: Jau/KalbarOnline.com)

Di sekitarnya juga berkumpul pemukiman suku Melayu yang dinamakan Kampung Melayu. Tempat ini mengisahkan sepotong warisan Sarawak yang berasal dari masa pemerintahan keluarga Brooke atau yang memiliki nama lengkap James Brooke.

Pada malam hari, air mancur Darul Hana Musical hadir dengan tampilan penuh warna. Tepat di sebelah air mancur ini, terbentang Jembatan Darul Hana. Jembatan gantung untuk pejalan kaki berbentuk S ini dibuka untuk umum pada bulan November 2017.

Kemudian Masjid Terapung yang terinspirasi dari Timur Tengah juga dapat kita nikmati dari kawasan waterfront. Pengalaman matahari terbenam sangat memikat, dengan kita memandang tenggelamnya matahari di balik gunung Serapi.

Saat bulan Ramadhan biasanya kawasan ini akan semakin ramai dengan pedagang makanan. Kue lapis khas Sarawak yang legit dan cantik juga biasa kita temui di kawasan ini.

3. Teluk Melano

Pantai Teluk Melano adalah bonus wisata bagi pengunjung yang bertujuan menikmati pantai indah di desa Temajuk, terutama bagi mereka yang datang dari Kota Pontianak dan Singkawang, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil.

Dari Indonesia, Teluk Melano dapat dicapai melalui jalan darat dengan rute Pontianak – Singkawang – Sambas – Desa Temajuk. Dari wilayah Malaysia, jalan laut adalah andalan utama untuk mencapai Teluk Melano. Namun tetap bisa ditempuh melalui jalur darat.

Sarawak
Salah seorang wisatawan asal Pontianak saat bermain ATV di Pantai Teluk Melano Sarawak (Foto: Jau/KalbarOnline.com)

Ketika cuaca cerah, Desa Teluk Melano lebih mudah dikunjungi dari arah Malaysia, sehingga cukup sering dikunjungi wisatawan dari mancaNegara. Jarak antara Dermaga Sematan dan Kuching (ibu kota Sarawak) pun hanya sekitar 130 kilometer dengan kondisi jalan yang bagus.

Jajaran pantai yang indah menyebabkan banyak cottage (pondok/gubuk) didirikan di Sematan–yang menjadikannya sebagai salah satu daerah pariwisata yang menarik di Sarawak.

Dermaga Sematan berhadapan dengan Pasar Sematan yang diantaranya terdapat food court (pujasera) dengan pengunjung yang cukup ramai. Mereka yang akan menyeberang ke Desa Teluk Melano biasanya menunggu kapal berangkat di taman dermaga atau food court.

4. Gunung Gading National Park

Gunung Gading National Park merupakan taman nasional yang berada di distrik Lundu, divisi Kuching, Sarawak, Malaysia. Taman ini terletak kira-kira dua jam perjalanan dari Kuching, dan merupakan tempat yang populer untuk melihat bunga raflesia tuan-mudae yang sedang mekar.

Baca Juga :  Bandara Changi Siapkan Lab Uji Covid-19, Pelancong Wajib Jalani Tes

Bunga raflesia adalah suatu genus tanaman parasit berdaun yang menghasilkan bunga terbesar di dunia, dan taman ini bisa diibaratkan “rumah” bagi tanaman raksasa tersebut.

Setelah 10 tahun sebagai zona konservasi untuk melindungi raflesia, taman itu dibuka bagi para pengunjung pada tahun 1994. Taman ini juga memiliki sejumlah jalur hutan menuju air terjun atau ke puncak gunung berapi sepanjang 965 m.

Sarawak
Seorang turis asal Jerman dibuat takjub dengan bunga raflesia tuan-mudae yang tampak sedang mekar penuh di Taman Nasional Gunung Gading (Foto: Jau/KalbarOnline.com)

Wisata alam eksotik dan salah satu yang terbaik di Asia ini memang patut untuk dicoba.

“Taman ini spesial dengan bunga padma yaitu raflesia spesies tuan-mudae yang dalam sebulan dia akan mekar selama 1-2 kali,” kata Antonia, seorang pemandu di Taman Nasional Gunung Gading.

Bunga tersebut, kata Antonia, tak memiliki musim. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para pengunjung yang hendak melihat raflesia tuan-mudae mekar.

“Jadi kembali lagi pada nasib masing-masing pengunjung yang datang,” kelakar Antonia.

Meski begitu, Antonia menyebutkan, bukan hanya raflesia tuan-mudae yang dapat dinikmati di Taman Nasional Gunung Gading. Para wisatawan, kata dia, dapat menikmati banyak trip di gunung tersebut.

“Di sini ada tiga air terjun, kemudian Batu Berkubu, dan masih banyak track-track unik di sini. Para pengunjung bisa mandi di air terjun yang cantik pemandangannya dan jernih airnya,” kata Antonia.

5. Paku Rock Maze Garden

Tempat ini boleh dianggap sebagai ‘permata tersembunyi’, kerana siapa yang bakal menyangka, di balik hiruk pikuk dan kesesakan perkotaan, destinasi ini menawarkan hutan batu yang indah dan mendamaikan.

Paku Rock Maze Garden terletak di Bau, sebuah kota bagian Kuching, Sarawak, Malaysia. Hutan yang memiliki hamparan batu-batu yang terbentuk secara alami ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong di Bau.

Sebelum Paku Rock Maze Garden ditemui dan dibangunkan akhir 2021, ia hanyalah sebuah hutan primitif yang ditumbuhi pohon renek di belakang kuil Cina.

Sarawak
Seorang wisatawan saat mengunjungi Paku Rock Maze Garden Sarawak (Foto: Jau/KalbarOnline.com)

Lokasi ini sangat cocok bagi pengunjung yang menginginkan ketenangan maupun menghilangkan tekanan rutinitas. Sehingga tak heran juga jika lokasi ini biasa digunakan para pengunjung untuk bertafakur atau bermeditasi.

Paku Rock Maze Garden juga cocok bagi mereka yang ingin berkontemplasi, memikirkan sesuatu yang positif dengan mendalam dan penuh emosi, sarana menggali ide-ide kreatif untuk sebuah buku, novel maupun project-project lainnya.

Demikianlah 5 destinasi wisata Sarawak yang berhasil KalbarOnline.com rangkum. Untuk info lebih lanjut, ada baiknya Anda kunjungi situs resmi Dewan Pariwisata Sarawak (Sarawak Tourism Board) di sini.

(Jau)

Comment