Wako Edi Apresiasi Baznas Kalbar Gulirkan Bantuan Bedah Rumah

KalbarOnline, Pontianak – Kusnani (56 tahun), warga RT 01 RW I Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur mengucap syukur dan terima kasih kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalbar karena mendapat bantuan bedah rumah.

Alhamdulillah rumah kami mendapat bantuan bedah rumah dari Baznas Kalbar dan bantuan ini memang sangat kami butuhkan melihat kondisinya yang sudah banyak rusak,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Kusnani usai menerima bantuan secara simbolis di halaman Surau Husnul Khatimah, Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Selasa (20/12/2022).

Kusnani merupakan satu di antara 10 warga Kota Pontianak yang menerima bantuan bedah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dari Baznas Kalbar. Menurutnya, rumah yang ia tempati bersama anak-anaknya mengalami kerusakan di beberapa bagian, terutama bagian samping dan belakang. Demikian pula atapnya banyak yang bocor.

“Sekarang tengah dikerjakan, bahan-bahan material juga sudah diantar ke rumah,” ungkapnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Baznas Provinsi Kalbar yang telah berpartisipasi ikut peduli dan memperhatikan warga Kota Pontianak terutama warga yang tidak mampu.

Bantuan bedah rumah beserta bantuan lainnya yang diberikan Baznas Kalbar, disampaikan Edi, merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Pontianak.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, saya mengucapkan terima kasih karena Baznas Kalbar ikut membantu program kita terutama dalam mengurangi angka kemiskinan,” tutur Edi.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah tidak layak huni dari Baznas Kalbar kepada Kusnani, warga Tambelan Sampit. (Foto: Prokopim For KalbarOnline.com)
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah tidak layak huni dari Baznas Kalbar kepada Kusnani, warga Tambelan Sampit. (Foto: Prokopim For KalbarOnline.com)

Berkaitan dengan program bedah RTLH, Edi juga menjelaskan, kalau Pemkot Pontianak memang sejak lama sudah menggulirkan program itu, dimana tahun 2012 terdapat sekitar 12 ribu RTLH.

“Data terakhir di tahun 2022 tersisa sekira 800 unit rumah tidak layak huni dan akan terus dibedah secara bertahap. Tahun 2022, terdapat kurang lebih 400 unit rumah yang telah dibedah oleh Pemkot Pontianak,” katanya.

BACA JUGA:  Edi Kamtono Pastikan Pemkot Akan Optimalkan DIPA dan TKDD 2021 Untuk Belanja Bermanfaat

Tak hanya itu, Pemkot Pontianak juga menggulirkan program bantuan bedah WC sebanyak 80 buah di tahun 2022. Kondisi ini terus mendapat intervensi dari Pemkot Pontianak lewat program-programnya

“Selain infrastruktur jalan dan saluran serta air bersih, program bedah rumah dan bedah WC juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” sebutnya.

Dikatakannya, program-program tersebut sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Pontianak. Pemkot Pontianak akan berupaya memberikan pelayanan yang maksimal lewat pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan gratis.

“Anak-anak kita jangan ada sampai yang tidak sekolah. Kemudian bagi warga hendaknya rutin memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan yang ada seperti puskesmas atau posyandu supaya kualitas hidup masyarakat lebih baik dan produktif,” pesannya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono foto bersama warga penerima bantuan dari Baznas Kalbar. (Foto: Prokopim For KalbarOnline.com)
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono foto bersama warga penerima bantuan dari Baznas Kalbar. (Foto: Prokopim For KalbarOnline.com)

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kalbar, Uray M Amin menuturkan, pihaknya mendistribusikan sejumlah bantuan yang berasal dari zakat, infaq dan sedekah yang dihimpun.

Tahun ini, lanjut dia, Baznas Kalbar menggulirkan bantuan bedah RTLH sebanyak 10 rumah yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Pontianak dengan total jumlah bantuan senilai Rp 250 juta atau masing-masing Rp 25 juta per rumah.

“Selain bantuan bedah rumah, kami juga menyalurkan bantuan sembako bagi fakir miskin, guru ngaji dan marbot serta bantuan untuk Kampung Tanggap Bencana,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta kepada Wali Kota Edi Kamtono yang juga selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak untuk mengaktifkan Unit Pelayanan Zakat (UPZ) yang ada di masjid-masjid. Sebab, kata dia, UPZ merupakan bagian dari pelayanan kepada kaum muslimin untuk beribadah zakat, infaq dan sedekah.

“Ini masih belum balance (imbang), antara dirikan shalat dengan tunaikan zakat dan sedekah. Kalau masjid-masjid yang ada sudah mengaktifkan UPZ-nya, maka antara ibadah shalat dan sedekah seimbang, sehingga Insha Allah kita menjadi umat yang mandiri,” pungkasnya. (Jau)

Comment