Jalan Provinsi di Melawi Rusak Berat, Warga Minta Gubernur Bertindak

Jalan Provinsi di Melawi Rusak Berat, Warga Minta Gubernur Bertindak

KalbarOnline, Melawi – Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Sokan yang berada di Kabupaten Melawi mengalami rusak berat banyak dikeluhkan.

Kondisinya yang rusak berlubang, licin dan berlumpur membuat arus lalu lintas tak lancar, hingga kendaraan roda dua maupun roda empat kerap amblas dan terguling.

Seorang sopir truk bermuatan sembako Ludiansyah, mengatakan, ruas jalan provinsi dalam kondisi rusak berat yang terpanjang berada di antara Nanga Sayan-Kota Baru. Kemudian ruas Kota Baru-Sokan.

“Tidak jarang kondisi jalan tersebut membuat para pengendara harus berjibaku dengan lubang berlumpur untuk dapat melintas. Kadang amblas dan terguling. Tak hanya itu kendaraan pun banyak rusak, saat memaksa melintas,” ujar Ludiansyah, Rabu (17/11/2021).

Ludiansyah pun mengaku sedih dan kecewa melihat kondisi jalan di ruas jalan Provinsi yang menjadi kewenangan Pemprov Kalbar tersebut. Pasalnya, selain berlumpur dan licin, beberapa badan jalan rusak dan menimbulkan lubang bak kubangan kerbau.

Dia berharap agar Gubernur Kalbar dapat segera melakukan perbaikan terhadap jalan yang menjadi penghubung antar kecamatan ini, karena kondisinya sudah benar-benar parah dan membahayakan pengendara yang melintasinya.

Baca Juga :  Dikepung Banjir, Pusat Ekonomi Kota Nanga Pinoh Lumpuh

“Yang terhormat Bapak Gubernur Kalbar Sutarmidji dan bapak-bapak wakil rakyat yang kami percaya. Kapan jalan kami akan diperbaiki biar kami lancar mengais rezeki. Semakin hari jalan makin parah, seperti kubangan kerbau. Kami berharap ada tindakan perbaikan dari Pak Gubernur,” harapnya.

Ritaudin Minta Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di Melawi Jadi Prioritas

Legislator DPRD Provinsi Kalbar Dapil Kalbar 7 Ritaudin mengungkapkan, tahun ini sebenarnya telah dianggarkan perawatan ruas jalan Provinsi di Kabupaten Melawi dari APBD Provinsi. Bahkan proses lelang pekerjaan tersebut juga telah dilakukan.

“Hanya kenapa belum juga dimulai proyeknya, informasinya masih dalam tahap penyiapan administrasi, termasuk kelengkapan persyaratan untuk pelaksanaan pekerjaan,” kata dia.

Informasi terbaru dari pihak Pemerintah Provinsi, kata Ritaudin, ada beberapa kegiatan jalan jembatan yang akan ditunda dahulu pelaksanaannya, karena Pemprov Kalbar akan terlebih dahulu melakukan rasionalisasi anggaran akibat terjadi potensi defisit anggaran dan ada kemungkinan juga ruas jalan provinsi di Melawi ikut terdampak.

Baca Juga :  Sutarmidji Lantik Hary Agung Sebagai Direktur RSUD Soedarso Definitif

“Beberapa ruas seperti dari arah Simpang Tahlud hingga arah Sayan-Kotabaru-Sokan informasinya terdampak. Hanya ini masih pembahasan di dewan. Kita harus tahu dulu apa persoalannya,” kata dia.

Ritaudin menegaskan, sebagai wakil rakyat, dia akan berjuang dan bersikeras untuk mempertahankan anggaran infrastruktur jalan. Mengingat sifatnya sangat dibutuhkan dan mendesak.

“Saya pikir Gubernur bisa memahami. Bolehlah dikurangi anggaran belanja lain, tapi untuk infrastruktur jalan jangan. Kawan-kawan di badan anggaran juga sepakat yang lain boleh ditunda, tapi infrastruktur jangan ditunda. Rasionalisasi silakan karena defisit atau penanganan Covid-19. Tapi untuk infrastruktur itu harga mati, kita pertahankan itu,” tegasnya.

Selain itu, lanjut legislator PAN ini, usulan penanganan ruas jalan dan jembatan menjadi aspirasi masyarakat yang dibawa para anggota DPRD.

“Jangan sampai muncul cap pembohong hanya karena kegiatan yang telah dilelang justru ditunda Pemprov,” kata dia.

Comment