by

Tips Supaya Si Kecil Bisa Menerima Kehadiran Adik Baru

Kehadiran saudara baru dapat mengganggu kebahagiaan balita Mums yang terbiasa dengan perhatian dan kasih sayang semua orang, termasuk dari Mums dan Dads. Jadi, bukan tidak mungkin apabila balita Mums tidak begitu bahagia dan bersemangat menyambut kehadiran adik barunya sebagai bahian dari keluarga. Bahkan, beberapa balita merasa sulit untuk menyesuaikan diri.

Ya, balita Mums mungkin merasa terkejut dengan aktivitas, perubahan, dan emosi baru yang terkait dengan kehadiran adiknya. Tanpa keterampilan komunikasi untuk mengekspresikan emosi berdua dan persaingan untuk mendapatkan perhatian orang tua, hubungan Mums dan balita akan mengalami kemunduran. Itu karena, Mums akan lebih fokus merawat adiknya yang baru lahir.

“Meskipun persaingan antar saudara itu wajar dan terhindarkan, bersikap proaktif tahun-tahun awal dapat berdampak besar pada hubungan anak-anak Mums di masa mendatang,” kata Laurie Kramer, PhD, profesor studi keluarga terapan dan direktur Ketahanan Keluarga Pusat di University of Illinois, Urbana-Champaign.

Baca juga: Tips Mengatasi Sibling Rivalry antara Si Kecil dan Saudaranya

Tips Supaya Si Kecil Bisa Menerima Kehadiran Adik Baru

Maka dari itu, inilah beberapa tips agar balita Mums bisa melakukan transisi dari anak satu-satunya yang diperhatikan di keluarga menjadi kakak dan siap menerima kehadiran adik barunya dengan bahagia. Jadi, Mums dan Dads gak usah khawatir lagi kalau kehadiran adik bayi akan membuat kakaknya kesal.

1. Beritahu bahwa ia akan menjadi kakak. “Ada banyak informasi untuk mempersiapkan anak Mums menjadi kakak, termasuk konflik atau ketidakpuasan yang muncul karena memiliki saudara kandung. Jelaskan bahwa perasaan itu normal dialami saudara, baik itu kakak maupun adik,” ucap Laurie.

2. Jangan biarkan janin di kandungan menjadi misteri. Balita yang berusia 18 bulan hingga 3 tahun dapat merasakan banyak hal berubah pada Mums. Tidak memberitahu balita tentang kehamilan Mums merupakan ide yang buruk. “Dengan memberitahu bahwa Mums sedang hamil, dapat membantu anak menjadi kakak. Beritahu anak bahwa ia akan memiliki seseorang yang baru untuk dicintai. Jelaskan apakah adik barunya itu perempuan atau laki-laki,” tutur T. Berry Brazelton, MD, penulis Understanding Sibling Rivalry: The Brazelton Way.

3. Ajak ia melihat langsung adik yang baru lahir. Sebelum melahirkan, ajak balita Mums mengunjungi seorang teman yang baru melahirkan. Biarkan balita Mums melihat langsung bagaimana penampilan, gerakan, dan suara bayi. Tentu, pengalaman singkat ini akan membuat anak Mums lebih memahami adik barunya yang akan segera lahir.

Baca juga: 14 Tips Mengantisipasi Persaingan Kakak Adik

4. Gambarkan janin di kandungan sebagai pribadi yang nyata dengan kebutuhan dan minatnya sendiri. Jelaskan pada anak Mums bagaimana bayi membutuhkan ASI dan kenapa mereka lebih banyak tidur. “Penelitian menunjukkan bahwa, orang tua yang berbicara terbuka kepada anak-anak mereka sebelum kelahiran adiknya, cenderung memiliki anak yang akurasinya lebih baik,” ujar Laurie.

5. Libatkan si Kecil dan bayi Mums. Ya, jangan lupa untuk melibatkan balita di setiap kesempatan. Entah itu ketika Mums membuat kue, melipat cucian, atau mencuci piring. Dan, biarkan ia terlibat saat Mums memandikan atau mengganti popok bayi. Sambil memperhatikan wajah Mums, mendengar nada tenang dan melihat cara Mums menepuk bayi dengan lembut, balita akan belajar dari guru pertama dan favoritnya tentang apa yang dibutuhkan bayi.

“Orang tua perlu melindungi dan mengawasi interaksi awal antara bali dan adik bayinya. Ketika Mums atau Dads mendengar balita mereka mengucapkan kata-kata yang baik kepada adiknya atau memeluknya dengan lembut dan penuh kasih sayang, jangan lupa untuk memberikan pujian karena telah menyayangi adiknya,” ucap Sandra Kilian, MD, dokter anak.

6. Jangan menyalahkan bayi. Tidak dapat disangkal bahwa memiliki bayi di rumah membutuhkan penyesuaian. Secara alami, jadwal Mums akan berkisar pada kebutuhan bayi untuk tidur dan makanan. Demi menghindari potensi kebencian anak Mums atas perubahan dalam rutinitasnya, berhati-hatilah untuk tidak menyalahkan bayi atas apa yang tidak bisa Mums lakukan. Daripada mengatakan, “Kita tidak bisa bersepeda karena adik bayi sedang tidur,” lebih baik bilang, “Kita bisa pergi ke taman setelah makan siang.”

7. Tingkatkan egonya. Buat anak Mums merasa bangga dan terhubung dengan adik bayinya yang baru lahir dengan berkata, “Dia hanya tersenyum seperti itu saat kakaknya ada,” atau ,”Dia suka saat Kakaknya tersenyum dan mengajaknya ngobrol.”

Baca juga: Mempersiapkan Si Kecil Menyambut Adik Barunya

Referensi:

HenryFord. 3 Tips For Helping A Toddler Welcome A New Baby Sibling

NHS. Introducing your toddler to a new baby

Parents. How to Help Your Firstborn Adapt to Baby

Comment

News Feed