Tekan Angka Stunting, Pemkab Kubu Raya Luncurkan PMTAS Untuk Murid SD

KalbarOnline, Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya komitmen berupaya mencegah dan menurunkan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak akibat masalah kurang gizi kronis.

Saat ini, stunting menjadi isu penting baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Kabupaten Kubu Raya, angka stunting terbilang tinggi yakni mencapai 24,8 persen.

“Hal itu memerlukan perhatian khusus kita semua, tidak terkecuali organisasi-organisasi perempuan, tim penggerak PKK kabupaten hingga desa, anggota Dharma Wanita Kabupaten, serta LSM yang bergerak di pemberdayaan perempuan,” kata Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat membuka kegiatan Seminar Advokasi dan Aksi Nyata dalam Peningkatan Peran Perempuan Mencegah Stunting untuk Ketahanan Keluarga yang berlangsung di Aula Balai Diklat Keuangan Pontianak di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (2/5/2019) lalu.

Orang nomor dua di Kubu Raya itu menyebut, peran seorang ibu sangat penting dalam pencegahan stunting. Selain karena anak biasanya berada di tangan sang ibu, stunting juga terkait erat dengan kondisi ibu dalam masa kehamilan sampai dengan lima tahun pertama anaknya.

Baca Juga :  Kodam XII/Tpr Canangkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

Ibu hamil harus dipastikan mendapatkan asupan makanan dengan gizi cukup. Ibu hamil juga perlu diedukasi mengenai makanan apa yang penting dikonsumsi. Begitu juga wajibnya memeriksakan kesehatan selama hamil minimal empat kali. Termasuk memberikan ASI eksklusif hingga usia dua tahun dan pemahaman akan pentingnya sanitasi serta air bersih.

“Kegiatan seminar ini dimaksudkan agar perempuan-perempuan di Kabupaten Kubu Raya dapat berperan aktif menjadi pionir dalam pencegahan stunting melalui kampanye seribu hari pertama kehidupan (HPK) di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sujiwo mengungkapkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait penanganan stunting. Di antaranya menyalurkan program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak di posyandu, Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) bagi anak-anak Sekolah Dasar, dan pemberian makanan tambahan kepada ibu mengandung di desa-desa.

Baca Juga :  5 SKPD Tempati Kantor Baru, Bupati Muda : Jaga Kebersihan Kantor

“Dan ke depan juga akan diberikan makanan tambahan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kubu Raya, Titus Nursiwan mengatakan, seminar yang digelar pihaknya bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kubu Raya bertujuan meningkatkan pemahaman kaum ibu dari unsur PKK, organisasi wanita dan Dharma Wanita Persatuan tentang stunting dan bahayanya bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak.

“Kita berharap dapat mengoptimalkan seribu hari pertama kehidupan atau HPK untuk generasi yang lebih baik. Ibu-ibu juga diharapkan dapat mengenal atau deteksi dini anak yang terkena stunting. Juga mampu mengoptimalisasikan potensi pada anak yang terdeteksi stunting,” pungkasnya. (ian/rio)

Comment