Dialogis Dengan Masyarakat Desa Mungguk Lawang, Bupati Jarot Minta Masyarakat Tak Sungkan Diskusi di Pendopo

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Memberikan Sambutannya, Saat Dialogis Dengan Masyarakat Desa Mungguk Lawang (Foto: */Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Memberikan Sambutannya, Saat Dialogis Dengan Masyarakat Desa Mungguk Lawang (Foto: */Sg)

Dialog bersama masyarakat

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengunjungi Desa Mungguk Lawang, Kecamatan Ketungau Tengah, Jum’at (22/6) untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Desa Mungguk Lawang dan menghadiri gawai syukuran setelah panen padi.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Senentang itu juga dimanfaatkan masyarakat Mungguk Lawang untuk berkeluh kesah tentang banyak hal.

Bupati Jarot dihadapan ratusan masyarakat yang berkumpul di halaman SDN 19 Betung menyatakan bahwa dirinya sepakat, adat istiadat harus dilestarikan bahkan dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan jaman saat ini.

“Saya sudah ratusan kali menghadiri gawai. Untuk itu, saya mendorong agar gawai yang kita laksanakan terus memberikan makna buat kehidupan kita sekarang ini. Kita memiliki kearifan lokal dan potensi yang luar biasa,” terang Bupati Jarot.

“Saya mendengar di Desa Mungguk Lawang ini memiliki ada potensi wisata seperti Batu Kumang dan Benteng Portugis. Kalau kita berjalan ke atas bukit, bahkan bisa melihat sungai Kapuas. Untuk itu, saya mendorong pemerintahan desa membentuk BUMDes yang salah satunya mengembangkan potensi wisata tersebut,” tukasnya.

Lanjut Bupati, tidak ada obyek wisata yang didatangi orang kalau aksesnya tidak baik. Untuk itu, tegas Bupati, Pemerintah Kabupaten Sintang akan mendorong akses yang baik.

“Kalau potensi wisatanya sudah mulai digarap dengan baik. Kami akan rencanakan dan bangun konektivitas Desa Mungguk Lawang dengan desa sekitar. 70 persen BUMDes yang berkembang juga karena mampu mengelola potensi wisata. Kami juga terus berjuang membangun jembatan Ketungau II di Merakai. Rangka baja sedang kita upayakan. Mudah-mudahan 2019 sudah bisa digunakan,” imbuhnya.

“Saya juga menginginkan agar generasi muda Mungguk Lawang terus bersekolah. Kalau sudah selesai sekolah, kembalilah ke desa. Sintang itu besar bukan karena obor raksasa di Kota Sintang, tetapi karena lilin pembangunan yang ada di desa-desa. Saya harus datang ke sini karena untuk menghimpun informasi yang akurat untuk menyelesaikan sengketa batas yang ada di desa ini,” tegasnya.

Pemkab Sintang, lanjutnya, sudah resmi menolak batas yang sudah ditentukan oleh konsultan Kemendagri khusus tentang batas Sintang dengan Kapuas Hulu di Mungguk Lawang.

“Kami sudah minta batas tersebut ditinjau kembali. Mudah-mudahan persoalan batas ini segera selesai. Terkait sengketa batas dan akan dilaksanakannya pilkades di Mungguk Lawang, saya minta masyarakat tetap tenang dan damai. Kita ini bersaudara,” pinta Bupati Jarot.

Saat dialog, Tri Ayuni salah seorang warga Landau Temiang meminta agar Pemkab Sintang memperbaiki jalan dari Landau Temiang menuju Mungguk Lawang.

Sementara, Ketua BPD Mungguk Lawang, Lipitius menyampaikan terima kasihnya karena permintaan masyarakat memperbaiki akses jalan dari Mungguk Lawang menuju Padu Kumang sudah direspon oleh Pemkab Sintang.

“Kami minta supaya persoalan batas dengan Desa Kenepai Kompleks bisa segera diselesaikan. kami merasa tidak nyaman dengan berlarut-larutnya masalah ini,” terang Lipitius.

Tokoh Pemuda Mungguk Lawang, Budi mengharapkan investor perkebunan bisa menampung lebih banyak tenaga kerja lokal sesuai MoU perusahaan dengan masyarakat saat pertama kali memulai investasi.

“Cari kerjaan saat ini susah. Karet harganya rendah, Kerja cari emas dilarang, Bakar ladang dilarang,” terang Budi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jarot menegaskan sampai saat ini belum pernah terjadi di Sintang, yang mana orang bakar lahan ditangkap.

“Hanya saja, saya minta kalau mau bakar ladang, harus melakukan tiga hal yakni lapor dulu ke pemerintah desa, lakukan dengan gotong royong, jangan bakar dua hektar sekaligus dan perhatikan jam membakarnya. Saya paham dengan membakar ladang berfungsi untuk pupuk dan mengurangi tingkat keasaman tanah. Kedepannya, kita akan coba berladang tanpa membakar. Lokasi cukup dibersihkan tetapi Pemda harus siapkan pupuknya,” terang Bupati Jarot menjawab keluhan masyarakat.

“Bapak Ibu, dialog singkat ini memang tidak mampu menjawab semua pertanyaan yang ada. Tetapi kalau pas main ke Kota Sintang. Mampirlah ke Pendopo Bupati. Mari kita berdiskusi dan bertukar pikiran,” pungkas Bupati Jarot mengakhiri. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar