Bincang – Bincang Bersama Kades Nanga Ketungau, Beberkan Hasil Pembangunan di Desa

Bincang – Bincang Bersama Kades Nanga Ketungau, Beberkan Hasil Pembangunan di Desa (Kolase: Sg)
Bincang – Bincang Bersama Kades Nanga Ketungau, Beberkan Hasil Pembangunan di Desa (Kolase: Sg)

Moin: ADD dan DD itu untuk kepentingan masyarakat, saya hanya tempat penitipan dana itu

KalbarOnline, Sintang – Kepala Desa Nanga Ketungau, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Moin, menegaskan bahwa dana ADD dan DD yang dikelolanya, merupakan keperluan untuk membangun berbagai sarana di desa, yang bisa menunjang kelancaran perekonomian dan Kesehatan masyarakat desanya.

“Dalam masa jabatan saya yang baru satu tahun sekaligus baru satu periode dan baru ini juga mengelola ADD dan DD, saya bersama masyarakat Desa Nanga Ketungau sudah bersama-sama membangun sarana-sarana penunjang kelancaran perekonomian di Desa Nanga Ketungau, berupa pembangunan dua unit jalan rabat beton dalam desa, serta rehab pasar desa supaya ada pusat jual beli hasil produk desa dan dari luar desa kami bisa nantinya terpusat dipasar desa, yang terletak disimpang tiga jalan Abdurahman dan jalan Akcaya,” tukasnya.

Sementara di bidang kesehatan, Moin mengatakan bahwa diperiode tahun 2017 telah dibangun WC umum di tiap-tiap dusun lengkap dengan sarana seperti tong air yang manpu menampung 1000 liter setiap tong airnya.

:Hal ini dimaksudkan agar masyarakat desa saya bisa mengubah pola dari wc jamban di sungai beralih ke wc darat yang memenuhi standar Kesahatan tentunya,” paparnya.

Untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, kata Moin, didesanya dibangun juga posyandu serta ada juga perehaban polindes, yang sudah puluhan tahun tidak pernah direhab dan diberdayakan.

“Tentunya semua ini tidak terlepas dari dukungan dan kerja keras serta kebersamaan antara kami dari pihak desa dan warga,” kata Moin.

Di tahun 2018, Desa Nanga Ketungau berencana membangun beberapa unit sumur bor untuk sumber air bersih mengingat keberadaan air Sungai Ketungau saat ini sudah hampir tidak memungkinkan untuk dikonsumsi.

“Karena berbagai macam limbah sudah mengalir di Sungai Ketungau,” tandasnya. (Sg)

Tinggalkan Komentar