Tancapkan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Adat Desa Binjai Hilir, Wabup: Sebagai Wadah Pelestarian Adat Budaya

Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Melakukan Penancapan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Adat Desa Binjai Hilir (Foto: Sg/Hms)
Wakil Bupati Sintang, Askiman, Saat Melakukan Penancapan Tiang Pertama Pembangunan Rumah Adat Desa Binjai Hilir (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Wakil Bupati Sintang, Drs Askiman, MM melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Rumah Adat Desa Binjai Hilir, Kecamatan Binjai Hulu, Sabtu (23/9).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jefray Edward, SE., M.Si serta pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Askiman mengatakan pemerintah Kabupaten Sintang sangat mengapresiasi adanya pembangunan rumah adat atau rumah Desa Binjai Hilir ini, menurutnya rumah adat sangat penting hal itu guna sebagai wadah pelestarian adat budaya khususnya adat budaya suku dayak sehingga rumah adat bisa menjadi miniatur dalam melestarian kehidupan seni budaya serta adat istiadat tentang hidup dalam kebersamaan.

“Dengan terbangunnya rumah adat atau rumah betang ini, marilah kita semua tokoh adat mulai berpikir bahwa rumah adat ini adalah menjadi miniatur dari pada kehidupan budaya kita terdahulu kita hidup berdampingan di dalam rumah betang rasa kekeluargaan, rasa gotong royong saling membantu tercipta dalam kehidupan rumah betang,” kata Askiman.

Namun seiring perkembangan jaman, menurutnya, kehidupan rumah betang sudah sulit didapatkan lagi karena masing-masing sudah menjadi rumah per rumah sebagaimana yang ada pada saat ini, sehingga hal tersebut pastilah menjadi pergeseran dari pada rasa kekeluargaan, rasa kebersamaan serta rasa kegotongroyongan.

“Untuk itu dengan terbangunya rumah adat atau rumah betang ini mari kita angkat kembali perasaan rasa kekeluargaan, rasa hidup bersama serta rasa hidup yang penuh berdampingan dan kegotongroyongan, harmonis perlu kita tingkatkan sehingga rumah adat atau rumah betang ini menjadi cermin untuk mengangkat kembali kehidupan seperti itu,” tutur Askiman.

Terkait adanya harapan dari pada panitia untuk bantuan anggaran pembangunan, Askiman mengatakan melihat dari pada kesiapan dan target penyelesaian pengerjaannya yakni awal 2018 mendatang telah selesai serta laporan dari panitia pembangunan bahwa baik peralatan, bahan material dan lainnya sudah dikatakan mencukupi, sehingga Pemkab Sintang tidak perlu lagi menyalurkan anggaran bantuan pembangungan, terlebih memang saat ini anggaran terbatas karena adanya pemotongan anggaran dari pusat.

“Sebagaimana yang disampaikan panitia bahwa untuk pembangunan rumah adat atau rumah betang ini pemkab tidak perlu lagi membantu dari sisi pendanaannya, karena dilihat dari pada peralatan, bahan materialnya sudah tersedia semua sekitar 90%, tinggal dalam rangka pelaksanaan pembangunannya sehingga semuanya sudah bercukupan terlebih dalam pembangunannya salah satu anggota DPRD Kabupaten Sintang turut andil,” tambah Askiman.

Askiman berharap apabila rumah adat atau rumah betang tersebut selesai pembangunannya, kedepan benar-benar harus dimanfaatkan sebagai bentuk pelestarian seni, budaya dan adat istiadat setempat dan juga bisa difungsikan secara bersama-sama dengan suku lainnya di Desa Binjai Hilir itu.

Sementara Ketua panitia pembangunan, Lukas Buan mengatakan ukuran rumah betang atau rumah adat Desa Binjai Hilir ini berukuran 8×15 meter didirikan diatas lahan seluas 25×70 meter, diperkirakan memakan dana hingga selesai nanti yakni mencapai Rp200 hingga Rp300 juta dan ditargetkan selesai awal 2018 mendatang dengan sistem kerja gotong royong warga setempat.

“Sementara anggaran yang sudah terkumpul di panitia baru sekitar Rp50 juta, namun untuk peralatan dan bahan material pembangunan sudah tersedia semua, meskipun terhitung masih dikatakan kekurangan anggaran, kami panitia akan tetap berusaha mencari anggaran tambahan lainnya agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai rencana, kami juga dibantu salah satu anggota Dewan Sintang,” ungkap Lukas.

Untuk itu Lukas mohon dukungan semua pihak terkait agar harapan warga setempat memiliki rumah betang atau rumah adat tercapai untuk melestarikan seni budaya adat istiadat.

Sementara itu Ketua DPRD yang juga sekaligus Ketua DAD Kabupaten Sintang, Jefray Edward mengatakan turut mengapresiasi apa yang sudah dilakukan masyarakat adat Desa Binjai Hilir ini atas pembangunan rumah adat atau rumah betang, untuk itu dirinya berharap pembangunanya berjalan lancar.

“Kita turut mengapresiasi atas pembangunan rumah betang atau rumah adat ini, untuk itu saya harap masyarakat kompak dan bergotong-royong dalam pembangunannya jangan hanya panitianya saja yang terlibat namuan semua warga harus turut berpatisipasi, agar rasa kebersamaan kembali dan tetap terjaga agar juga target awal 2018 mendatang tercapai,” pungkasnya. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar