Pemkab Sintang Masih Mencari Lokasi Pembangunan Tugu Burung Garuda

Patung Garuda Kesultanan Sintang (Foto: Ist)
Patung Garuda Kesultanan Sintang (Foto: Ist)

Bupati: Ini Bukti Sejarah Yang Tak Bisa Dipungkiri

KalbarOnline, Sintang – Pemerintah Kabupaten Sintang masih pertimbangkan usulan pembangunan Tugu Burung Garuda. Pembangunan Tugu Burung Garuda diharapkan menjadi monumen peringatan historis lambang Garuda Kerajaan Sintang yang jadi cikal bakal lambang Negara Indonesia yakni Garuda Pancasila.

“Lambang Kerajaan atau Kesultanan Sintang merupakan cikal bakal dari lambang negara kita saat ini yakni Garuda Pancasila. Tugu Burung Garuda ini akan kita pikirkan,” ungkap Bupati Sintang, Jarot Winarno.

Bupati menceritakan bahwa patung Garuda Kesultanan Sintang sempat dipinjam dan dibawa oleh perancang Lambang Negara Indonesia yakni Sultan Hamid II ke Pontianak. Lantas, Sultan Hamid II menjadikannya sebagai inspirasi dan ide mendesain lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ya, itu sejarah yang tidak bisa dipungkiri. Dan saya menyadari, ini belum tersosialisasi dengan baik. Kemarin pada saat upacara Hari Jadi Kota Sintang ke-655 di Stadion Baning, kita tampilkan di podium agar semua elemen masyarakat tahu,” terangnya.

Orang nomor satu di Bumi Senentang ini juga tidak menampik banyak usulan masyarakat masuk ke Pemkab Sintang terkait pembangunan Tugu Burung Garuda sebagai monumen pengingat sejarah, terutama bagi generasi muda abad ini. Namun, pengkajian masih perlu dilakukan terutama lokasi Tugu Burung Garuda.

“Usulan tetap akan kami respon. Kita masih cari tempat yang pas apakah di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir (KKI) dan Kapuas Kanan Hulu (KKU). Karena di seberang itu kawasan cagar wisata budaya. Atau nanti di Tugu Entuyut, jadi kita bikin juga diorama sejarah Kabupaten Sintang yang kita cintai ini,” imbuhnya.

Nantinya, diorama menampilkan adegan-adegan atau peristiwa sejarah, termasuk para-para pahlawan yang ada di Kabupaten Sintang. Konsepnya akan dirancang seperti yang ada di Lubung Buaya, Tugu Monas dan berbagai tugu bersejarah lain di Indonesia.

“Kami juga mempertimbangkan dari nilai pendidikan. Jadi, seperti kawasan ruang berkonsep pendidikan anak. Ketika ada anak-anak atau generasi muda berkunjung ke Tugu Burung Garuda, mereka bisa sambil belajar Garuda Pancasila. Tahu lambang negara kita, sejarah lambang negara, sejarah Sintang serta pahlawan asal Sintang,” pungkasnya. (Sg)

Tinggalkan Komentar