Asisten Administrasi Umum Setda Sintang, Marchues Afen Saat Menyampaikan Sambutan Bupati Dalam Acara Ramah Tamah Bersama Kasdam XII/Tanjungpura (Foto: Sg/Hms)
Asisten Administrasi Umum Setda Sintang, Marchues Afen Saat Menyampaikan Sambutan Bupati Dalam Acara Ramah Tamah Bersama Kasdam XII/Tanjungpura (Foto: Sg/Hms)

Brigjend TNI Sulaiman Agusto: TNI Merupakan Tentara Rakyat, Wajib Menjaga Kehormatan Masyarakat

KalbarOnline, Sintang – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Sulaiman Agusto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sintang, Kamis (6/7). Brigjen TNI Sulaiman Agusto dilantik oleh Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjend TNI Andika Perkasa dalam sebuah acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura yang menggantikan Brigjend TNI Ahmad Supriyadi pada 9 Mei 2017 yang lalu.

“Sebelumnya saya menjabat Danrem 131/Santiago Kodam XIII/Merdeka di Manado. Disana ada perbatasan juga dengan Pilipina, tetapi perbatasan laut. Kalau disinikan perbatasan darat. Menurut saya perbatasan darat lebih mudah dalam pengamanan,” terang Sulaiman Agusto saat ramah tamah di Hotel My Home Sintang, Kamis, (6/7).

“Kunjungan saya ke Sintang untuk memeriksa kesiapan pasukan Batalyon 642 Kapuas yang akan berangkat menjaga perbatasan. Prosedurnya memang seperti itu yakni kesiapan pasukan harus dicek oleh Kodam, setelah itu baru dari Mabes TNI AD,” terang Sulaiman Agusto.

“Saya merasakan bahwa kemitraan Pemkab dengan Polres dan Kodim memang harus diperkuat untuk kemajuan daerah. Kami siap membantu Pemda untuk mensejahterakan rakyat. Kami ini kan sudah mengklaim sebagai tentara rakyat, jadi kami sudah diperintah untuk menjaga kehormatan masyarakat,” tegas Brigjend TNI Sulaiman Agusto.

Sementara Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Setda Sintang, Marchues Afen menyampaikan bahwa Pemkab Sintang sedang fokus membangun 6 (enam) prime mover yakni membangun dari pinggiran dan pedalaman, menata pemekaran wilayah, mengatasi kegawatdaruratan infrastruktur dasar, hilirisasi produk, meningkatkan akses listrik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Untuk mendukung implementasi konsep pembangunan tersebut, kami membutuhkan kondisi stabilitas daerah yang kondusif dan kokoh,” terang Marchues Afen.

Marchues Afen menambahkan di Kabupaten Sintang ada dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia yakni Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah yang masih memiliki masalah seperti kemiskinan, keterisolasian, akses pelayanan publik dan sarana publik yang minim telah menyebabkan masyarakat perbatasan lebih berorientasi ke negara tetangga dari pada ke negaranya sendiri.

“Keterisolasian menyebabkan perbatasan kita sulit bersaing dengan negara tetangga. Kemiskinan juga mendorong masyarakat terlibat kegiatan ekonomi ilegal guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu, kita semua harus memberikan perhatian lebih untuk kawasan perbatasan yang harus melibatkan semua pihak termasuk kekuatan TNI. Kita wajib bekerja bersama-sama dan bersama-sama bekerja sesuai tugas kita masing-masing dengan memadukan pendekatan kesejahteraan dengan pendekatan keamanan,” terang Marchues Afen.

“Mohon kiranya Bapak Kasdam XII/Tanjungpura untuk terus memperkuat pembinaan teritorial kepada seluruh masyarakat khususnya diperbatasan. Kami membutuhkan upaya pembinaan wawasan kebangsaan dan jiwa Nasionalisme kepada masyarakat serta mendapatkan dukungan dalam membangun fasilitas publik melalui program TMMD skala besar di masa mendatang,” tambah Marchues Afen.

Hadir dalam ramah tamah tersebut, Danrem 121 ABW dan jajarannya, Kodim 1205 Sintang, Bupati Sekadau, Wakil Bupati Kapuas Hulu, pejabat Pemkab Melawi, tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Sintang. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY