Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Meninjau Kebun Jeruk Madu di Desa Temawang Muntai (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Meninjau Kebun Jeruk Madu di Desa Temawang Muntai (Foto: Sg/Hms)

Bupati Dorong Semua Desa Dirikan BUM-Des

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengunjungi Desa Temawang Muntai, Kecamatan Sepauk, Minggu, (30/7). Berbagai kegiatan dilaksanakan oleh Bupati bertubuh paling tinggi di Kalimantan Barat ini seperti membuka turnamen, meletakan batu pertama pembangunan Balai Adat Desa, meninjau Taman Pendidikan Al-Quran Raudatul Jannah, meninjau bangunan GKII Bahtera Keladan, meninjau kebun cabe serta panen buah jeruk madu.

Ketua panitia turnamen, Piter Kristanto menyampaikan baru pertama kali seorang Bupati mengunjungi Desa Temawang Muntai.

“Ada 42 desa yang sudah kami undang untuk menjadi peserta. Harapan kami dengan kedatangan Bupati Sintang ke sini, jalan dari simpang Manis Raya sampai Temawang Muntai bisa diperbaiki supaya kami bisa membawa hasil pertanian dan perkebunan dengan lancar karena masyarakat semua bekerja sebagai petani,” terang Piter Kristanto.

Sementara Ketua Adat Desa Temawang Muntai, Jamal menjelaskan semua pihak sudah sepakat memberikan nama Balai Adat di Desa Temawang Muntai dengan nama Angga Putra untuk mengingat nenek moyang kami yang sangat berjasa membangun desa ini.

“Pembangunan balai adat juga mendapat dukungan penuh dari pemerintahan desa, BPD dan seluruh masyarakat,” terang Jamal.

Sementara Kepala Desa Temawang Muntai, Andi Krismanto menjelaskan desanya memiliki 569 KK dengan jumlah jiwa 2.018, tiga dusun, 13 RT dan pemilih tetap sebanyak 1.460 orang.

“Kami juga memiliki karang taruna yang sangat aktif membantu pemerintahan desa dan masyarakat. Kami sengaja menyebutnya balai adat bukan rumah adat. Karena balai adat ini nanti akan digunakan semua suku dan agama untuk berbagai kegiatan. Kami merencanakan ukuran balai adat adalah 8 x 15 meter. Pemerintahan desa sudah memberikan dana stimulan untuk memulai pembangunan balai adat ini. Jalan menuju desa kami sejak 1982 belum pernah diperbaiki, untuk itu kami mohon bisa segera diperbaiki. Pertanian dan perkebunan disini juga sangat produktif, hasilnya banyak. Tetapi membawa keluar hasil tani yang susah. Kalau Pemda mau bangun gedung seperti SMP dan SMA, kami akan siapkan tanah gratis,” tegas Andi Krismanto.

Camat Sepauk, Cinghan juga mengingatkan agar masyarakat Desa Temawang Muntai agar berhati-hati dalam melakukan proses perladangan karena sudah memasuki musim kemarau.

“Memang membakar lahan dilarang oleh undang-undang, namun kalau mau bakar ladang agar lebih arif dan bijaksana,” ingat Cinghan.

Anggota DPRD Sintang, Kelibuk menyampaikan harapannya agar balai adat bisa selesai dengan cepat dan bisa digunakan oleh semua orang.

“Saya tidak mau dengar sebutan balai adat Dayak atau Jawa. Tetapi balai adat semua suku. Dana pembangunan di APBD Kabupaten Sintang Tahun 2017 sebesar 400 milyar. Namun Kecamatan Sepauk hanya mendapatkan alokasi dana sebesar 14 milyar. Kalau mau adil, sebenarnya dana 400 milyar dibagi 14 kecamatan, sehingga seharusnya Sepauk dapat 40 milyar untuk pembangunan,” terang Kelibuk.

Sementara Bupati Sintang, Jarot Winarno menjelaskan bahwa kita memang harus membangun balai adat, melaksanakan gawai dan melestarikan seni budaya yang ada.

“Itu semua penting. Nenek moyang kita mewariskan ajaran yang baik tentang bagaimana menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, relasi dengan sesama manusia, serta dengan alam sekitar kita. Itu baik adanya sehingga harus dilestarikan. Balai adat nanti bisa digunakan untuk tempat bertemu dan bersilaturahmi antar warga. Soal jalan, kami sudah anggarkan dana sebesar 3,5 milyar untuk memperbaiki jalan dari Simpang Manis Raya sampai Sekujam Timbai. Dan akan dilanjutkan dari Tawang Sari ke Pintas. Saya paham bahwa jalan baik itu hak asasi masyarakat,” terang Bupati.

“Saya mendapatkan informasi bahwa jeruk asal Temawang Muntai sama kualitasnya dengan jeruk Sambas. Kebun cabe juga saya dengar bagus. Itu yang perlu dikembangkan oleh desa-desa. Silakan desa yang ada memfokuskan jenis pertanian sebagai produk unggulan desanya. Saya juga mendorong agar semua desa mendirikan badan usaha milik desa (BUM-Des) untuk masa depan pembangunan desa. Saya juga minta agar setiap desa siap siaga menghadapi kemarau dan kebakaran lahan dengan membangun penampungan air. Saya mendorong agar setiap desa membangun sarana olahraga desa. Saya juga mengingatkan agar warung remang-remang agar ditiadakan saat setiap pelaksanaan keramaian atau pertandingan olahraga,” pungkas Bupati. (Sg)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY