Staf Ahli Bupati Ketapang Buka Kegiatan Seminar Empat Pilar Kebangsaan

KalbarOnline, Ketapang – Mewakili Bupati Ketapang, Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Maryadi Asmu’ie membuka Seminar Empat Pilar Kebangsaan, pada Senin (21/08/2023), di Gedung Pancasila Ketapang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Ketapang dengan tema: “Membumikan Empat Pilar Kebangsaan Guna Menjaga Kerukunan di Tengah Peradaban”.

Maryadi dalam kesempatan tersebut menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada seluruh panitia serta pengurus cabang HMI Kabupaten Ketapang, atas upaya positif yang telah memprakarsai pelaksanaan seminar empat pilar kebangsaan ini.

“Acara ini bisa terselenggara dengan baik atas upaya positif yang dilakukan panitia sehingga mahasiswa dapat menyampaikan ide-ide mengenai wawasan kebangsaan serta sebagai agen perubahan,” ujarnya menyampaikan sambutan Bupati Ketapang.

Baca Juga :  Jaga Kebugaran Anggota Kodim 1203/Ktp Rutin Laksanakan Senam Pagi

“Dengan diselenggarakannya seminar empat pilar kebangsaan ini, dapat mengingatkan kembali bahwasanya negara kita memiliki beberapa pilar kebangsaan yang menyanggah berdiri kokohnya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Maryadi berharap agar mahasiswa terus mencintai tanah air, tanpa membedakan agama, suku dan golongan, karena perbedaan merupakan kesatuan yang utuh dalam NKRI.

“Sebagai organisasi tempat berhimpunnya para mahasiswa Islam di Kabupaten Ketapang, HMI hendaknya ikut serta dan menjadi garda terdepan dalam menyongsong pembangunan Kabupaten Ketapang, yang bermarwah, maju dan sejahtera,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Gelontorkan Rp 130 M untuk Jalan Provinsi di Ketapang

Mengakhiri sambutannya, Maryadi berpesan agar peserta dapat mengikuti kegiatan seminar empat pilar kebangsaan ini dengan sungguh-sungguh hingga selesai, sehingga dapat memahami makna yang terkandung dari pilar kebangsaan.

“Seperti yang diketahui, empat pilar kebangsaan itu adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan ketata-negaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya. (Adi LC)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment