by

Bupati Melawi Dadi Sunarya Soal 4 Tahun Kepemimpinan Sutarmidji

KalbarOnline, Melawi – Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa turut mengungkapkan pandangannya terkait progres 4 tahun kepemimpinan Gubernur Kalbar, Sutarmidji. 

Menurutnya, banyak hal yang telah dicapai dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Melawi. Pada bidang infrastruktur misalnya, ia mengatakan untuk di Kabupaten Melawi, memang ada beberapa jalan yang masih menjadi tanggung jawab provinsi, ada juga jalan nasional dan kabupaten.

“Dengan koordinasi pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat, Alhamdulillah semenjak kepemimpinan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini, Pak Sutarmidji dan Pak Ria Norsan, ruas jalan dari Tahlud – Sayan – Kota Baru – Sokan, Alhamdulillah di tahun 2021 Pemerintah Provinsi Kalbar sudah menganggarkan sebesar Rp 10 miliar. Di tahun 2022 ini di anggarkan (lagi) Rp 20 miliar,” ujarnya.

Sehingga saat ini, lanjutnya, pembangunan jalan dari Sayan – Kota Baru – Sokan sedang dikerjakan dan sudah hampir selesai. Sementara untuk jalan dari Tahlud – Sayan sedang dalam proses pengerjaan. 

“Tapi kemarin saat peresmian Jembatan Melawi 2, Pak Gubernur sampaikan bahwa tahun depan akan dilanjutkan lagi sampai selesai,” katanya.

“(Anggaran) dari Tahlud ke Sayan Rp 6 miliar. Tahun ini, kalau dikalkulasikan kurang lebih Rp 40 miliar lebih anggaran provinsi masuk,” sambungnya.

Mewakili masyarakat Melawi, Dadi Sunarya mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah provinsi yang dirasakan cukup besar terhadap pembangunan di daerahnya 

“Kemarin waktu kunjungan ke Melawi, Pak Gubernur katakan bahwa yang mau digenjot itu adalah jalan. Kalau sesuai yang beliau sampaikan, saat ini dari Pinoh ke Sokan dari biasanya ditempuh 4 – 5 jam, sekarang Alhamdulillah bisa 3 jam. Pakai mobil kecil seperti Ayla sudah bisa,” tuturnya.

“Kami terima kasih, karena memang 4 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pak Sutarmidji dan Pak Ria Norsan memang terasa sekali. Ini yang kami rasakan, dan bukan hanya di Melawi, saya lihat di 14 kabupaten/kota yang jadi tanggung jawab provinsi ter-alokasi semua. Merata,” timpal Dadi Sunarya.

BACA JUGA:  Saprahan Khatulistiwa: Kolaborasi BI dan Pemda Pulihkan Ekonomi Kalbar

Lebih lanjut, ia menjelaskan khusus ruas Pinoh – Sayan – Kota Baru – Sokan, memang merupakan tanggung jawab dari provinsi semua. Ia berharap, selain infrastruktur jalan, pemerintah provinsi juga dapat merealisasikan pembangunan jembatan di Melawi.

“Kemarin waktu beliau (kunker) ke Melawi, sudah kita sampaikan, mudah-mudahan, alokasinya selain jalan juga jembatan. Pak Gubernur bilang bahwa tahun ini akan ada 2 jembatan bailey yang akan dibangun di Melawi. Kemudian bronjong. Hanya saja memang masih proses, karena mungkin ada beberapa hal. Tapi saya harap, Jembatan bailey-nya bisa terealisasi tahun ini,” kata Dadi Sunarya.

Selain infrastruktur jalan, Dadi Sunarya menilai, kalau Gubernur Sutarmidji juga cukup concern dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

“Kita lihat Pak Gubernur memang fokus di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tahun ini beliau ada bangun SMA baru. SMA Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan. Tahun depan ada 2 yang kami usulkan, yaitu di Nanga Kayan dan Ela Hulu. Hanya saja yang baru akan di-acc itu sekolah baru yang akan dibangun di Nanga Kayan,” terangnya.

“(Pada bidang kesehatan), waktu banjir kemarin Pak Gubernur ada bantu speed kesehatan, banyak lagi bantuannya,” tambahnya.

Dadi Sunarya melanjutkan, untuk pembangunan SMA Nanga Pintas, saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Sementara untuk SMA di Nanga Kayan, mudah-mudahan bisa terealisasi di tahun depan.

“Tapi saya belum bisa pastikan (SMA di Nanga Kayan), karena ini juga harus melalui pembahasan pemerintah provinsi dan DPRD provinsi. Tapi kalau menurut laporan Kadis Pendidikan Melawi sudah masuk dalam renja dan dalam RKA 2023, mudah-mudahan pada saat pembahasan di tingkat badan anggaran di Komisi DPRD bisa lolos, inikan harus melalui persetujuan DPRD,” paparnya.

BACA JUGA:  Minta Pengerjaan Infrastruktur Sesuai Spek, Sutarmidji : Kalau Tak Sesuai, Bongkar

Sungguh pun begitu, Dadi Sunarya mengungkapkan, jika di bawah kepemimpinan Sutarmidji, semua sekolah lama yang ada di Kabupaten Melawi mendapat perehaban.

“Tapi di era Pak Sutarmidji ini, sekolah lama semuanya direhab. Nanga Kayan itu tidak ada sekolah SMA. Dari Nanga Pinoh ke Nanga Kayan itukan melalui sungai,” katanya.

Ia menyatakan, untuk mempercepat proses pembangunan yang ada, Pemkab Melawi pun terus mengkoordinir terhadap apa yang dibutuhkan oleh pemerintah provinsi, seperti misalnya ketersediaan lahan dan lainnya. 

“Kalau kita di Melawi sudah siapkan lahan, kalau tidak ada lahan, Pak Sutarmidji tak mau bangun. Lahan kita sudah siap, SMA Nanga Pintas yang dibangun tahun ini, itu lahan dari kita, SMA Nanga Kayan dan Ela Hulu yang kita usulkan juga sudah kita siapkan lahannya. Tentunya kita akan terus koordinasi,” ucapnya. (Jau)

Comment