by

Bicara Target Kedepan, Gubernur Kalbar Ingin Fokus pada 2 Masalah Ini

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan, terdapat sejumlah target infrastruktur yang bakal diselesaikannya kedepan. Dua diantaranya, yakni pembangunan jalan dan fasilitas pendidikan yang mencakup pembangunan sekolah baru maupun penambahan ruang kelas serta fasilitas pendukung lainnya.

“Infrastruktur kita kedepan lebih fokus pada jalan dan sekolah. Saya ingin kita punya SMA/SMK yang baru di atas 20 unit, belum termasuk penambahan ruang kelas dan lain sebagainya. Guru-gurunya nanti dari mahasiswa yang KKN Tematik itu,” kata Sutarmidji ditemui di sela-sela meninjau lokasi Galeri Hasil Hutan, Selasa (26/07/2022).

“Kalau infrastruktur jalan itu, ada beberapa yang selesai. Rasau Jaya selesai, Siduk-Sukadana selesai. Ada beberapa lainnya juga selesai. Yang lainnya kita lanjut terus seperti Tumbang Titi-Tanjung, arah Manis Mata di Ketapang itu beberapa, Insya Allah selesai,” paparnya.

Sutarmidji pun berjanji akan mengupayakan penyelesaian pembangunan jalan-jalan tersebut sebelum ia mengakhiri jabatannya di periode ini.

“Saya upayakan jalan provinsi yang kondisi mantap di akhir masa jabatan saya itu minimal 80 persen. Kalau akhir tahun ini bisa di atas 72 persen. Intinya 80 persen di akhir masa jabatan saya. 20 persennya tidak mungkin (cepat). Karena anggaran kita tidak ada, APBD kita itu hanya Rp 5,8 triliun, taruhlah tahun depan Rp 6 triliun,” jelasnya.

Jadi Prioritas Sejak Awal

Pada kesempatan sebelumnya, Gubernur Sutarmidji turut mengungkapkan, kalau rata-rata usulan dari kabupaten/kota dalam Musrenbang RKPD memang selalunya terkait persoalan infrastruktur, terutama jalan.

“Usulan daerah rata-rata memang infrastruktur,” kata Sutarmidji.

Seperti misalnya usulan Kabupaten Bengkayang terkait jalan Suti Semarang. Menurut Sutarmidji, ruas jalan tersebut setiap tahunnya selalu dianggarkan. Namun menurutnya yang paling mendesak dibangun di ruas Jalan Suti Semarang adalah jembatan.

“Tahun ini kita akan bangun 3 jembatan bailey di Kapuas Hulu dan 2 di Kabupaten Melawi dulu. Suti Semarang ini yang paling mendesak adalah jembatan-jembatan supaya lebih lancar, jalannya terus kita bangun. Jalan bagus kalau jembatan tidak ada, bagaimana mau menyeberang,” kata Sutarmidji.

BACA JUGA:  Serahkan SK Hutan Adat dan 5500 Bibit Tanaman, Ini Pesan Bupati Jarot

Tahun depan, Sutarmidji memastikan akan memprioritaskan jembatan di ruas Jalan Suti Semarang. Namun menurutnya jika di perubahan anggaran masih memungkinkan, maka akan langsung ditangani pada tahun ini.

Sementara untuk ruas Jalan Singkawang – Bengkayang yang turut disampaikan Bupati Sebastianus Darwis beberaa waktu lalu, menurut Sutarmidji, setiap tahun juga terus dianggarkan.

“Tahun ini dianggarkan, tahun depan akan kita tingkatkan anggarannya supaya bisa mendukung kelancaran transportasi,” kata Sutarmidji.

Selanjutnya untuk di Kabupaten Kayong Utara, beberapa ruas jalan juga tetap akan menjadi prioritas. Seperti misalnya ruas Jalan Siduk – Sukadana, Sukadana – Melano, Melano – Teluk Batang.

Begitu pula di Kabupaten Kubu Raya, Sutarmidji menargetkan ruas Jalan Rasau Jaya sampai ke Pelabuhan Penyeberangan Feri tuntas di tahun 2022 ini.

“Tahun ini yang kita selesaikan ruas Jalan Rasau Jaya sampai pelabuhan penyeberangan feri. Supaya mobilisasi angkutan kebutuhan pangan lancar.  Kemudian dilanjutkan ke Teluk Batang, tahun depan akan jadi prioritas,” jelas Sutarmidji.

Sutarmidji turut memastikan bahwa kerjasama pembukaan jalan baru dengan TNI akan terus berlanjut. Seperti misalnya Jalan Perawas yang kini sudah bisa dilalui, hanya saja masih harus terus dimaksimalkan.

Pembukaan Jalan Perawas ini, lanjut Sutarmidji, akan dilaksanakan kembali oleh pihaknya bersama TNI. Menurut Sutarmidji, jika sudah selesai dan bisa dilalui, maka akan memangkas waktu perjalanan dari Kayong Utara ke Kota Pontianak atau sebaliknya.

“Karena sekarang ini dari Pontianak-Rasau Jaya-Feri Penyeberangan-Teluk Batang-Sukadana itu bisa memakan waktu 11 jam. Nanti kalau Jalan Perawas itu sudah jadi, dari Melano itu hanya enam jam ke Pontianak,” kata Sutarmidji.

Kemudian jalan provinsi di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau yang juga ditargetkannya selesai tahun depan. Sebab menurut Sutarmidji, panjang ruas jalan yang dibangun itu sudah tidak terlalu panjang. Pengerasan jalan pun sudah dilakukan, hanya tinggal dilakukan pengaspalan.

Termasuk jalan provinsi dari Kota Pontianak ke arah Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Ini sekaligus untuk mendukung rencana pembangunan Jembatan Kapuas III, sehingga jalan tersebut harus dilebarkan.

BACA JUGA:  Di Usia 57 Tahun, CEO Citibank Indonesia Pertama Kali Kunjungi Pontianak

Lebih lanjut, proses pelebaran jalan yang akan menjadi jalan lingkar luar Kota Pontianak itu diakui Sutarmidji sudah mulai dilaksanakan.

“Kalau jalan provinsi di Kota Pontianak ini sebetulnya tak banyak, hanya yang belum tuntas Jalan H. Rais A Rahman yang akan kita buat 16 meter, itu untuk mendukung menuju Jembatan Kapuas III,” katanya.

Dirinya pun memastikan, kalau pembangunan infrastruktur dengan kualitas terbaik akan terus dilakukannya. Meski progresnya lamban, namun dirinya ingin infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas terbaik.

“Kami harus menjawab kebutuhan daerah yakni angkutan di atas 12 ton. Selama ini, daya dukung jalan kita hanya delapan ton sehingga ke depan harus ditingkatkan menjadi di atas 12 ton,” katanya.

Terkait dengan penanganan ruas Jalan Tumbang Titi – Tanjung di Kabupaten Ketapang, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen menegaskan, bahwa hal itu sudah menjadi perhatian Gubernur Sutarmidji sejak awal menjabat.

“Ini ditunjukkan dengan alokasi anggaran penanganan peningkatan jalan pada ruas jalan tersebut yang setiap tahun dianggarkan Pak Gubernur,” kata Iskandar.

Lebih lanjut, berdasarkan data pihaknya, ruas jalan tersebut pada tahun 2019 telah dianggarkan sebesar Rp 9,3 miliar untuk menangani sepanjang 3 kilometer. Selanjutnya, Pemprov Kalbar juga kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar pada tahun 2020 untuk menangani ruas jalan tersebut, dengan tambahan panjang 700 meter.

Iskandar menyampaikan, adapun penurunan alokasi anggaran tersebut dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Sehingga terjadi pemangkasan anggaran di semua sektor.

Lalu pada tahun 2021, penanganan ruas jalan tersebut kembali dianggarkan lagi, yakni sebesar Rp 10,75 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 3,1 kilometer.

“Kemudian pada tahun 2022 ini jalan tersebut kembali dianggarkan sebesar Rp 11,6 miliar untuk menangani sepanjang 2,9 kilometer dan saat ini sedang proses pelaksanaannya,” katanya.

Lebih jauh, Iskandar berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat dalam hal anggaran peningkatan jalan di Provinsi Kalimantan Barat. Mengingat anggaran Pemerintah Provinsi Kalbar yang sangat terbatas dalam menyelesaikan permasalahan infrastruktur jalan dan harus dibagi ke 14 kabupaten/kota.

BACA JUGA:  Safari Ramadhan di Sambas, Sutarmidji Bahas Lumbung Pangan Hingga Pembangunan Sumber Daya Manusia

“Kami berharap sekali peran pemerintah pusat dalam mendukung anggaran peningkatan jalan di Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Sekolah Tatap Muka 100 Persen di Kalbar Terkendala Cakupan Vaksinasi Lansia
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat meninjau pelaksanaan sekolah tatap muka di SMP Negeri 1 Sokan, Kabupaten Melawi (Foto: Fat)

Target 20 Sekolah

Kembali pada ranah pendidikan, Gubernur Sutarmidji dalam berbagai kesempatan menyatakan kalau dirinya telah menargetkan akan membangun 15 sampai 20 SMA dan SMK baru di seluruh kabupaten/kota pada tahun 2023 mendatang.

Oleh karenanya, ia pun meminta agar pemerintah kabupaten/kota yang ada di Kalbar bisa mempersiapkan lokasi/lahan bagi pembangunan tersebut.

“Kabupaten kota harus mempersiapkan lahan, saya maunya minimal 15 kalau perlu 20 dibangun SMA SMK baru tahun depan, dari sisi anggaran itu bisa,” kata Gubernur Sutarmidji, baru-baru ini.

Sutarmidji mengatakan, bahwa pembangunan fasilitas pendidikan ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemprov Kalbar untuk terus meningkatkan dan memajukan pembangunan manusia pada bidang pendidikan.

“Pembangunan infrastruktur tersebut dalam upaya mempermudah masyarakat mendapatkan akses pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sutarmidji membeberkan, untuk realisasi pembangunan sekolah SMA-SMK tersebut, akan dianggarkan kurang lebih Rp 2 miliar. Dengan anggaran segitu, menurutnya, dapat membangun hingga enam kelas. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya, sehingga menurutnya lagi, untuk mencapai target tersebut sangat memungkinkan.

“Dari sisi anggaran itu bisa dicapai 15 hingga 20 SMA SMK baru itu bisa asal kabupaten kota mempersiapkan lahannya,” ungkapnya.

Beasiswa untuk Mahasiswa

Di sisi lain, Gubernur Sutarmidji juga berencana akan meningkatkan jenjang pemberian beasiswa kepada mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi. Namun kebijakan tersebut kemungkinan baru akan diambilnya, jika pembangunan infrastruktur seperti jalan, pendidikan dan kesehatan sudah selesai.

“Jika itu sudah selesai, maka akan ada anggaran untuk mungkin kita akan memberikan beasiswa bagi jenjang perguruan tinggi,” jelasnya.

Selama itu, Pemprov Kalbar disampaikannya, baru mampu memberikan beasiswa sekolah gratis kepada jenjang SMA SMK negeri seperti saat ini. (Jau)

Comment