by

Midji Soroti Anjloknya Prestasi Kalbar di PON XX Papua

Midji Soroti Anjloknya Prestasi Kalbar di PON XX Papua

Pengurus cabor harus orang yang ngerti olahraga

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyoroti anjloknya prestasi Kalbar di ajang PON XX Papua. Ke depannya, kata Midji, setiap pengurus cabang olahraga harus diisi oleh orang-orang yang paham olahraga. Punya semangat berprestasi dan berkompetisi.

“Ini harus jadi perhatian serius bagi pengurus setiap cabang olahraga. Jangan sekedar mau jadi pengurus saja, tapi tak tahu apa yang mau diurus,” katanya kepada wartawan, Senin, 11 Oktober 2021.

Midji pun mencontohkan cabor panjat tebing. Padahal Kalbar, kata dia, memiliki atlet andalan Veddriq Leonardo. Namun hanya diikutkan pada satu nomor.

“Dia bisa ikut beberapa nomor harusnya. Oke, andalan untuk emas di nomor yang dia ikuti, tapi yang lain kan bukan berarti dia tidak boleh coba,” kata Midji.

Cabor angkat besi dan anggar juga menjadi sorotan Midji. Di mana, cabor tersebut sejatinya merupakan andalan Kalbar dan diprediksi bisa meraih medali emas, namun justru meleset.

“Kenapa? Mungkin pengurus cabor tidak mendapat informasi tentang atlet dari daerah lain yang kemungkinan menjadi saingat berat. Sehingga kita harus hati-hati. Kita itu harus tahu lawan itu kekuatannya bagaimana. Nah ini kan tidak, tidak ada survei dan sebagainya,” katanya.

Cabor sepeda juga disoroti Midji. Semangat bersepeda di Kalbar khususnya di Pontianak menurut Midji sangat luar biasa, tapi tak diikuti dengan prestasi.

Harusnya kata Midji, cabor-cabor Kalbar yang dulunya berprestasi harus dibarengi dengan pengembangan yang jelas.

“Saya minta nanti pengurus setiap cabor ini betul-betul orang yang ngerti. Saya tak mengkritik siapapun ya. Misalnya Ketua cabor sepeda, harusnya bukan sekedar pandai pakai sepeda dan suka sepeda tapi bagaimana membuat cabor sepeda ini berprestasi,” katanya.

Menurut Midji sejatinya banyak yang berprestasi di cabor sepeda yang bisa diajak dan dilibatkan untuk membina atlet sekaligus menjaring bibit atlet.

“Banyak dan ada, ajak mereka untuk membina,” katanya.

Kedepannya, Midji tak mau lagi pembinaan setiap cabor jadi ajang main-main dan suka-suka. Harus berprestasi.

“Caranya nanti misalnya Bank Kalbar jangan lagi biayai sepeda santai, jangan lagi untuk yang seperti itu. Tapi harus buat kejuaraan. Termasuk kejuaraan lainnya,” katanya.

Kejuaraan-kejuaraan menurutnya sudah jarang dan hampir tak pernah diadakan. Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata sebagai OPD yang berwenang pun, kata Midji, seperti tak melaksanakan perannya.

“Dispora harusnya punya kegiatan prestasi, misalnya buat kejuaraan dan lomba. Harusnya kan seperti itu, ini tidak. Saya tak mau lagi ada sekedar suka-suka saja. Setiap kegiatan harus ada prestasi, harus ada kompetisi,” katanya.

Hal itu seperti yang dilakukannya saat masih menjabat sebagai Ketua PBSI Kota Pontianak. Hampir tiap bulan selalu menggelar kompetisi.

“Tanya saja mereka. Setiap bulan saya buat kompetisi. Bahkan untuk usia 40 tahun ke atas, tapi ada semangat berprestasi dan kompetisinya. Antar klub juga pernah kita buat,” katanya.

Kendati demikian, Midji mengakui sarana dan prasarana yang minim. Namun hal tersebut, kata dia, jangan dijadikan alasan untuk tidak bisa berprestasi. Intinya ada di pembinaan.

“Misalnya atletik, itu harus dibina betul. Masa kita cari atlet lari jarak jauh tidak bisa. Cari tuh di daerah banyak. Latih mereka, ikutkan kejuaraan. Kalau cari atlet lari jarak pendek mungkin berat, tapi jarak jauh kita banyak,” katanya.

“Jadi pilihlah olahraga yang memungkinkan kita untuk berprestasi di situ. Kalau tidak, ngapain,” katanya.

“Soal bonus kita sudah aturannya dalam Pergub, jadi Dispora tinggal jalankan saja,” katanya.

Comment

Terbaru