Usung Slogan “MANTAP” di Pilbup Sanggau, Ini Penjelasan Pasangan YAS

Calon Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy (Foto: Ist)
Calon Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy (Foto: Ist)

KalbarOnline, Sanggau – Bakal Calon Bupati Sanggau dan Wakil Bupati Sanggau, Yansen Akun Effendy dan Fransiskus Ason optimis mampu mewujudkan masyarakat yang dapat terpenuhinya kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan dan MANTAP.

Ditemui usai menggelar pertemuan dengan koaliasi partai pendukung beserta relawan belum lama ini, pasangan yang diusung Golkar dan PKB ini membeberkan arti dan makna yang terkandung dari kata “MANTAP”.

“MANTAP itu artinya Mandiri, Aspiratif, Nasionalis, Terpercaya, Amanah dan Profesional,” beber mantan Bupati Sanggau periode 2003 – 2008 tersebut.

Demikian dilansir dari Delik Kalbar.

Mandiri, adalah konsep pembangunan yang bakal diterapkan pasangan Yansen – Ason (YAS) jika terpilih menjadi Kepala Daerah.

Maksud dari slogan mandiri, lanjut Yansen adalah berpikir dan bertindak tidak tergantung pihak lain dalam merencanakan suatu program karena kedudukan pemerintah sangat strategis baik sebagai stabilator, dinamisator, akselerator, motivator maupun promotor dalam melaksanakan pembangunan.

Sementara itu, arti kata Aspiratif, dijelaskan Yansen adalah harus mampu mendengar dan melihat (keluhan) rakyatnya. Bukan sebaliknya, rakyat diharapkan mendengar dan melihat keinginan-keinginan subjektifnya.

“Dengan menjadi pemimpin yang aspiratif berarti pemimpin itu melibatkan rakyatnya untuk berpartisipasi, yang juga berarti tidak menjadikan rakyat sebagai komoditas kepemimpinannya. Diperah dan ditakut-takuti, itu yang tidak benar dan itu bukan jiwa kami,” tukasnya.

Sementara Nasionalis, jelasnya, adalah sebuah kata yang terdengar sederhana namun sangat sulit diterapkan jika seorang pemimpin masih memiliki ego primordialisme.

Seorang pemimpin harus berada ditengah, tidak condong kemana – mana tapi tetap tegak ditengah. Niat pemimpin yang nasionalis adalah satu, bagaimana mensejahterakan masyarakatnya tanpa memandang suku, agama, RAS dan perbedaan lainnya.

“Kami berdua sudah berkomitmen dari awal, kami harus memiliki semangat nasionalisme yang tinggi dan memiliki visi besar, jelas dan terukur dalam menentukan arah pembangunan daerah kedepan. Seorang pemimpin yang memiliki semangat nasionalisme tinggi sudah dapat dipastikan berani mempertaruhkan dirinya untuk kepentingan bangsanya, dan itu saya jamin kami berdua punya semangat itu,” tegasnya.

Terpercaya, maksudnya adalah ketika menjadi seorang pemimpin haruslah terpercaya. Omongan dan perbuatan haruslah singkron. Janji – janji yang pernah disampaikan haruslah ditepati. Bukan sekedar lif service, apalagi hanya bermaksud menyenangkan orang.

Amanah, artinya adalah menjalankan kepercayaan yang diberikan dengan sebaik – baiknya. Bagi seorang pemimpin kepala daerah, amanah adalah kata kunci dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pemimpin yang amanah mampu mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingkan pribadi dan kelompok. Sehingga orientasi program kerja betul – betul bermuara untuk kepentingan masyarakat dalam arti luas.

Terakhir adalah Profesional. Jika diberi amanah untuk menjadi Kepala Daerah, Yansen berjanji akan profesional dalam menjalankan roda pemerintahan. Terutama dalam menempatkan PNS yang disesuaikan keahlian, keilmuan dan skil yang dimiliki, lagi – lagi bukan karena kedekatan, apalagi suku, agama dan primordialisme lainnya.

“Dalam mengeluarkan suatu keputusan, harus berdasarkan pada suatu pertimbangan yang matang bukan atas dorongan ataupun intervensi dari pihak lain serta konsekuen dan bertanggung jawab,” tandasnya. (Leo)

Tinggalkan Komentar